Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Polisi Buru Andi Lala, Tersangka Pembunuh Satu Keluarga di Medan

Tampang Andi Lala, otak pembunuhan satu keluarga di Medan

Tampang Andi Lala, otak pembunuhan satu keluarga di Medan. (Tribun Medan)

Anekainfounik.net. Pihak kepolisian kini memburu Andi Lala (34) warga Jalan Pembangunan II, Desa Skip, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang menjadi otak pembunuhan terhadap keluarga Riyanto (40) dan istrinya Riyani (38), kedua anak mereka Syifa Fadillah Hinaya (15) dan Gilang Laksono (11), serta mertuanya Marni (60).

Sementara anak bungsu Riyanto, Kinara (4) lolos dari maut meski sempat kritis dan menderita luka-luka di tubuhnya.

“Olah TKP yang dilakukan Tim Identifikasi Polda Sumut diperoleh alat bukti keterangan saksi dan petunjuk yang mengarah kepada Andi Lala yang sehari-hari bekerja sebagai tukang las. Pasal yang disangkakan 340 Subs 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun,” ucap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Ginting, Selasa (11/4/2017), seperti diberitakan Kompas.com.

“Kami menduga selain Andi Lala, ada dua orang lainnya yang turut terlibat. Itu terbukti dari mobil rental yang sempat parkir di sekitar rumah korban dan hilangnya sepeda motor korban,” jelasnya.

Baca juga: 5 Orang Sekeluarga Ditemukan Tewas Mengenaskan dalam Rumah di Medan

Polda Sumut menerbitkan surat perintah penangkapan dan status daftar pencarian orang (DPO) kepada Andi Lala yang telah dikirim ke Mabes Polri untuk diteruskan ke seluruh jajaran kepolisian Negara Republik Indonesia, ke bandara dan pelabuhan seluruh Indonesia.

“Saya mengimbau agar terduga pelaku segera menyerahkan diri, jangan sampai masyarakat menghakimi karena perbuatan keji yang telah saudara lakukan. Tindakan tegas dan terukur dari aparat penegak hukum di seluruh Indonesia, khususnya Polda Sumatera Utara juga akan dilakukan kepada terduga pelaku,” ujarnya.

Andi menjadi tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, istri, ayah pelaku, dan penggeledahan yang dilakukan di rumah pelaku.

Polisi menyita barang bukti empat unit ponsel korban, laptop milik korban Syifa, kartu pembayaran SPP TPA Nurul Iman milik Syifa, tas sekolah merah dan dompet peralatan sekolah milik Syifa, STNK sepeda motor Honda Vario BK 6308 AEL atas nama Riyanto.

Barang bukti lain yang disita penyidik saat melakukan pengejaran pelaku berupa mobil Daihatsu Xenia hitam BK 1011 HJ milik Ucok Jabrig yang diduga digunakan tersangka ke rumah korban, mini bus Mitsubishi L300 BK 1352 EZ yang ditemukan di SPBU Pagar Jati Perbaungan.

“Pengungkapan dilakukan di empat TKP. Korban Riyanto ditemukan di pintu samping rumahnya, istrinya di dekat dapur. Korban Marni ditemukan meninggal dunia di dalam kamar, sementara Syifa tepat di sebelahnya, begitu juga dengan korban Gilang,” kata Rina.

Menurut dia , tidak ditemukan kerusakan pada pintu dan jendela rumah korban sebagaimana modus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang disertai meninggalnya orang.

Selain itu tidak ada barang–barang berharga korban yang hilang. Pakaian di lemari korban yang berserakan hanya satu rak saja, tidak seperti lazimnya pelaku pencurian yang tujuannya selalu barang–barang berharga milik korban berupa uang yang biasa disimpan di lipatan pakaian.

“Pelaku diduga dikenal korban, ketika pelaku datang ke rumah korban pada Sabtu (9/4/2017) pukul 23.45 WIB, ada tetangga yang melihat. Sepeda motor korban hilang dibawa pelaku melarikan diri. Tim gabungan Ditreskrimum Polda Sumut, Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan masih melakukan pengejaran terhadap orang yang diduga pelaku,” kata Rina lagi.

Berdasarkan keterangan isteri terduga pelaku Reni Safitri, pada Minggu (10/4/2017) sekitar pukul 02.00 WIB, Andi menjemputnya di Kampung Pon, Kabupaten Serdangbedagai dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia hitam.

Kepada polisi, Reni mengaku mobil tersebut dirental pelaku dari seseorang di Jalan Mesjid II Lubukpakam.

Tim melakukan pengejaran dan menemukan mobil tersebut milik Ucok Gondrong yang disewa pelaku sejak Sabtu (9/4/2017) malam dengan tujuan ke Parapat.

Seperti diberitakan, lima anggota keluarga tewas dalam peristiwa pembunuhan sadis pada Minggu (9/4/2017). Kelima orang yang tewas itu adalah, ayahnya Rianto (40) dan ibunya Yani (35). Dua kakaknya, Naya (14) dan Gilang Laksono (10), serta neneknya Marni (50). Sementara Kinara adalah korban yang selamat.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: