Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Wajah Masam Anies Saat di Balaikota Ini Karena e-Budgeting?

Anies berwajah masam usai bertemu Ahok di Balai Kota

Anies berwajah masam usai bertemu Ahok di Balai Kota. (viva.co.id)

Anekainfounik.net. Beberapa hari terakhir ini, netizen memperbincangkan soal ekspresi Anies Baswedan saat jumpa pers bersama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota di gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017).

Saat itu ekspresi Anies memang terlihat tak wajar, masam dan penuh kekecewaan padahal Ahok yang kalah terlihat tertawa lepas. Lalu apa yang membuat gubernur terpilih DKI versi quick count tersebut memperlihatkan ekspresi tersebut?

Dilansir situs opini, Seword.com, seorang netizen mengungkapkan dugaan alasannya. Berikut isinya.

Anies datang ke Balai Kota menemui Ahok tentu ingin berkenalan dengan kantor barunya nanti. Anies sudah membayangkan dia akan duduk dengan elegan di kursi yang biasa diduduki oleh Ahok. Ruang kantor yang luas dan nyaman telah menanti kedatangan dirinya. Dan dari sana dia akan memerintah kota Jakarta. Ada rasa bangga yang timbul dari dirinya.

Ahok sebagai tuan rumah tentu saja dengan senang hati menjelaskan situasi Balai Kota kepada Anies Baswedan yang akan menggantinya nanti. Ahok dengan lancar menjelaskan pekerjaannya. Dan tibalah saatnya Ahok memperlihatkan konsep e-Budgeting-nya kepada Anies Baswedan. Ahok menjelaskan bahwa e-budgeting tidaklah serumit yang dibayangkan orang. Dimulai dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) membuat rencana kegiatan dan diinput ke dalam sistem e-Budgeting, tentu saja dengan password khusus.

Setelah itu, SKPD memasukkan komponen barang penunjang kegiatan atau program yang sudah disusun Bappeda dengan menyertakan kode nomor rekening.

Tahap selanjutnya, BPKD melakukan penginputan harga satuan dari komponen-komponen barang yang telah disusun SKPD. Proses input harga satuan seperti membeli barang di situs belanja online. Harga satuan diperoleh dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Jika penyusunan anggaran selesai, sistem akan mengunci anggaran dan tidak dapat diubah-ubah lagi. Bila ada SKPD yang nakal dengan memasukkan barang-barang tertentu, maka pengajuan barang secara otomatis ditolak sistem, karena sistem otomatis akan terkunci setelah disetujui oleh Gubernur. Jadi akan sangat sulit untuk memasukkan anggaran siluman. Kenapa harus terkunci, karena anggaran DKI Jakarta bukan hanya 10 atau 100 item tetapi ribuan item jumlahnya. Sehingga jika ada SKPD yang nakal dan mengganti anggaran akan sangat sulit untuk dideteksi.

Dan yang lebih heboh lagi ternyata KPK juga dilibatkan dalam proses e-Budgeting ini. Ternyata untuk mengubah tiap anggaran itu sangat sulit karena dikontrol oleh BPK, Gubernur DKI serta KPK juga memegang password e-Budgeting ini. Jadi jika ada yang dengan sengaja memasukkan anggaran titipan akan langsung diketahui oleh KPK. Kenapa KPK bisa memegang password ini, karena ada MOU antara Pemprov DKI dengan KPK untuk menjaga APBD DKI tetap bersih dan transparan.

Ketika Anies mengetahui triple password yang terpasang pada APBD DKI, Dia langsung tidak happy. Ternyata apa yang dia bayangkan dan dia harapkan buyar seketika. Ternyata Ahok telah memasang proteksi super terhadap APBD DKI Jakarta. Jadi jangan harap untuk dapat mengakali APBD DKI untuk ‘hal yang lain’. Seketika Anies pusing tujuh keliling, bagaimana dia harus merealisasikan janji-janjinya saat kampanye. Bagaimana dia harus merealisasikan DP 0 rupiahnya kalau APBD DKI sudah diproteksi begini?

Tentu kita harus mengucapkan banyak terima kasih kepada Ahok. Karena dia telah berhasil menjaga APBD DKI dari garong-garong anggaran. Dia sudah menjaga APBD dari anggaran-anggaran siluman. Seperti anggaran siluman yang 12,1 triliun di tahun 2015 lalu. Dengan konsep triple password tersebut akan sangat sulit untuk dapat membobol APBD DKI tanpa diketahui. Apalagi sekarang diterapkan pembayaran secara cashless, maka akan lebih mudah untuk ditelusuri.

Selamat datang Anies, ucapkanlah terima kasihmu kepada Ahok, karena Ahok telah menolong dirimu agar APBD DKI nantinya tidak digarong oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Dan coba untuk tersenyum seperti senyum-senyummu yang telah kau perlihatkan dahulu. Dan bersyukurlah bahwa DKI Jakarta sekarang sudah lebih Open Government. Dan dengan sistem ini akan lebih memudahkan dirimu dalam pengawasan penggunaan APBD DKI. Masak dirimu yang terpilih malah Ahok yang tersenyum?

Atau anda merasa terperangkap?

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: