Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Walau Terbentur Keppres, Anies Ngotot Izinkan Monas untuk Tablig Akbar

Anies menghadiri acara isra mi'raj di Masjid At-Tin

Anies menghadiri acara isra mi’raj di Masjid At-Tin. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Salah satu janji kampanye, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno adalah ingin membuka akses Monumen Nasional (Monas) bisa digunakan untuk kegiatan keagamaan seperti takbiran keliling dan tablig akbar.

Strategi ini dipandang sebagai langkah Anies-Sandi untuk menarik perhatian umat Islam sekaligus menggiring opini bahwa kebijakan Ahok atau Basuki Thajaja Purnama bertentangan dengan aspirasi umat Islam.

Pada Oktober 2015, Ahok memang melarang pengajian dan kegiatan agama lainnya diadakan di halaman Monas. Sebagai gantinya, ia menyarankan masjid sebagai lokasi pengajiannya seperti Masjid Istiqlal atau dimana saja yang lokasinya cukup luas.

Ahok menilai Taman Makam Pahlawan (TMP) di Kalibata, Jakarta Selatan lebih cocok digunakan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ahok mengatakan bukan dia yang membuat aturan tentang pemanfaatan kawasan Monas. Aturan yang dimaksud Ahok adalah Keppres Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah DKI Jakarta yang dibuat di era Presiden Soeharto.

Ahok mengatakan pemerintah pusat telah mengatur bahwa kawasan Monas merupakan zona netral. Menurut dia, itu sebabnya Presiden ke-1 RI Soekarno menyediakan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral untuk beribadah serta Lapangan Banteng sebagai titik kumpul massa.

Walau terhalang Keprres, Anies sendiri tetap ngotot akan mengembalikan kegiatan bermotif keagamaan di Monas.

“Tadi saya terima permintaan, latihan penyembelihan kurban supaya dibolehkan, takbiran, Monas dipakai majelis, rumah dinas dipakai pengajian, kelurahan untuk majelis taklim, insyaallah akan kita kembalikan semuanya nanti,” ujarnya dalam acara Peringatan Isra Mi’raj di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (24/4/2017).

Lalu bagaimana dengan aturannya?

Anies sendiri belum mau mengungkap strategi yang akan digunakannya untuk menyiasati itu untuk saat ini, termasuk jika menerbitkan Pergub yang akan bertentangan dengan Keppres.

“Nanti saya kasih tahu caranya,” ujarnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: