Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Sebut OSO Banci, Ketua KPK Didesak Hanura Minta Maaf

Oesman Sapta Odang disebut banci oleh Ketua KPK

Oesman Sapta Odang disebut banci oleh Ketua KPK. (Republika)

Anekainfounik.net. Makassar – Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut rangkap jabatan ketua umum parpol dan Ketua DPD yang dipegang Oesman Sapta Odang (OSO) jadi seperti banci.

“Ide kita membuat DPD dulu apa sih, apakah keterwakilan partai atau keterwakilan daerah? Kalau keterwakilan daerah, mestinya ya dipisahkan. Kalau Anda partai, ya Anda lewatnya yang DPR. Jadi harus ada aturan yang jelas. Kan kalau terjadi seperti kasusnya Pak OSO, kan jadi seperti banci ini. Ini daerah, tapi kok ada unsur partai di situ,” kata Agus di gedung KPK, Kamis (4/5) kemarin.

Hanura tidak terima pernyataan Agus dan mendesaknya minta maaf. Wasekjen Hanura Dadang Rusdiana menyebut apa yang disampaikan Agus tak relevan sebagai Ketua KPK. Agus telah melampaui kewenangannya dan berkata tak pantas terhadap OSO.

“Pertama, apa relevansinya Ketua KPK mengomentari jabatan rangkap Pak OSO. Kewenangan pimpinan KPK itu diatur dalam UU No 30 Tahun 2002, apa yang Ketua KPK sampaikan itu melampaui kewenangannya. Apalagi menggunakan kata-kata tidak baik, menyebut seperti banci, tidak pantaslah,” ujar Dadang saat dimintai tanggapan, Jumat (5/5/2017).

Dadang memprotes keras ucapan Agus. Selain itu, rangkap jabatan OSO tak melanggar peraturan perundang-undangan.

“Dan perlu diketahui bahwa dengan rangkap jabatan Pak OSO sebagai Ketua Umum Hanura dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah, tidak ada satupun peraturan perundang-undangan yang dilanggar. Jadi apa urusannya pakai menyebut seperti banci segala,” protesnya.

Hanura mendesak Agus segera minta maaf. “Pokoknya, kami memprotes keras. Memang baiknya Ketua KPK meminta maaf kepada Hanura,” pintanya.

Lalu bagaimana tanggapan OSO? OSO membalas dengan mengatakan rangkap jabatannya bukanlah urusan Agus.

“Bukan urusan dia,” kata OSO di gedung LAN Antang, Makassar, Jumat (5/5/2017). OSO kemudian langsung berlalu meninggalkan wartawan.

”Cukup ya, cukup, ngapain orang gila ditanggapin” ucapnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: