Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Usai Vonis Ahok, 3 dari 5 Anggota Majelis Hakim Naik Jabatan

3 dari 5 hakim kasus Ahok mendapatkan promosi jabatan

3 dari 5 hakim kasus Ahok mendapatkan promosi jabatan. (Repro Foto Kompas.com)

Anekainfounik.net. Usai menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tiga dari lima hakim yang menangani kasus dugaan penistaan agama ini naik jabatan setelah mendapatkan promosi dari Mahkamah Agung. Ketiganya adalah:

1. Dwiarso Budi Santriarto, dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara promosi menjadi hakim di Pengadilan Tinggi Bali.
2. Abdul Rosyad, dari hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara promosi menjadi Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah.
3. Jupriyadi, dari Wakil Pengadilan Negeri Jakarta Utara promosi menjadi Kepala Pengadilan Negeri Bandung

Sementara, dua hakim lainnya yang juga menangani kasus Ahok yakni Didik Wuryanto dan I Wayan Wirjana, tidak mendapat promosi. Didik sendiri menggantikan hakim Joseph V. Rahantoknam yang meninggal di tengah masa persidangan.

Selain nama-nama di atas, humas PN Jakut Hasoloan Sianturi juga dipromosikan menjadi hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Jambi.

Dilansir Kompas.com, Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) Ridwan Mansyur membenarkan adanya promosi jabatan kepada tiga hakim tersebut.

“Itu reguler. Dapat promosi. Rombongan Pak Budi (Dwiarso Budi Santiarto) sudah hakim tinggi. Rata-rata hakim tinggi. Kalau enggak (promosi) nanti ketinggalan kan karirnya,” kata Ridwan saat dihubungi, Kamis (11/5/2017).

Namun, ia menegaskan, promosi yang didapat Budi dan dua hakim lain sama sekali tak berkaitan dengan vonisnya kepada Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama.

“Enggak ada hubungannya dengan Ahok. Saya yakinkan enggak ada sama sekali,” kata Ridwan.

Ia menyatakan, secara keseluruhan ada 388 hakim di pengadilan negeri (PN) yang dimutasi dan dipromosi. Prosesnya pun cukup panjang, yakni memakan waktu tiga hingga empat bulan untuk mempertimbangkannya.

Dalam prosesnya, Ridwan mengatakan, nama-nama hakim yang dimutasi dan dipromosi dipilih berdasarkan pola mutasi dan promosi yang ada di MA.

Tim pertimbangan dalam proses mutasi dan promosi dipimpin langsung oleh Ketua MA Hatta Ali dan melibatkan seluruh ketua kamar yang disesuaikan dengan nama-nama hakim yang dipindah.

“Sehingga kemarin tu sudah ada di website dalam 1×24 jam setelah ditandatangani Ketua MA. Nama-nama itu harus di-publish ke website masing-masing pengadilan,” tutur Ridwan.

Seperti diketahui, pada 9 Mei 2017 yang lalu, majelis hakim menghukum Ahok 2 tahun penjara karena terbukti melakukan penodaan agama sesuai Pasal 156 a KUHP. Gubernur nonaktif itu juga langsung diperintahkan untuk ditahan dan kini tengah mendekam di Rutan Mako Brimob.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: