Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

(Video) Alasan Ridwan Kamil Terima NasDem: Mereka Punya Media dan Kejaksaan

Ridwan Kamil ungkap alasan memilih NasDem

Ridwan Kamil ungkap alasan memilih NasDem. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Merebaknya isu SARA yang menyerang dirinya karena mau diusung Partai NasDem di Pilgub Jawa Barat 2018, Walikota Bandung, Ridwan Kamil sepertinya gerah. Tak mau kehilangan calon pemilihnya dari kaun muslim pembenci Ahok, Emil sapaan akrabnya, mengungkapkan alasannya memilih partai yang dipimpin Surya Paloh tersebut. Seperti yang dinyatakannya dalam video yang beredar di Youtube baru-baru ini.

Dalam video berdurasi sekitar 2,5 menit yang viral di media sosial yang berjudul “Pengakuan Mengejutkan Ridwan Kamil: Saya Terima Nasdem Karena Mereka Punya Media dan Kejaksaan” itu, pengakuan orang nomor satu di Kota Bandung itu terungkap dalam forum pertemuan Ridwan Kamil bersama Komunitas Pesantren se-Jawa Barat pada Minggu, 23 April 2017.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengungkapkan pernyataan tersebut baru kali itu dia sampaikan dan sebagai rahasia. Ia berbicara dalam sebuah forum. Latar belakang forum itu tampak spanduk bertuliskan “Komunitas Pesantren se-Jawa Barat Mendukung Ridwan Kamil Menjadi Bakal Calon Gubernur Jawa Barat”.

Emil mengungkapkan hal yang disebutnya sebagai rahasia tersebut. Ia menyebut, sebelum menerima pinangan Nasdem sudah berkomunikasi dengan sejumlah partai politik, antara lain PKS, Partai Gerindra, PKB, Demokrat, PDI Perjuangan dan partai lainnya.

Namun alasan parpol-parpol tersebut serupa, menghendaki Emil menjadi anggota atau kader. Sedangkan Nasdem tidak demikian.

“Tiba-tiba Nasdem tidak banyak mikir di pos yang sama itu. Langsung saja mendeklarasikan. NasDem ini Pak, dia punya media. Dia punya kejaksaan,” kenangnya.

Emil juga terkesan menyatakan terpaksa menerima pinangan NasDem tersebut. Ia beralasan demi pembangunan Kota Bandung.

“Jadi kalau saya tolak, kemungkinan lebih banyak mudharatnya Pak. Kepada saya atau pembangunan Kota Bandung,” sambungnya.

Emil juga menyatakan takut dikriminalisasi pihak kejaksaan kalau menolak.

“Karena kalau saya tolak, saat ini orang benar pun tiba-tiba di-TS (tersangkakan). Kalau saya tidak terima. Lebih banyak lagi negatif. Sebenarnya itu alasannya. Tapi tak pernah saya ceritakan dimana-mana bahwa saya menerima resiko banyak,” kata Emil dalam video ini.

Belakangan, Emil memang mendapat serangan dari pendukung PKS dan Gerindra, yang mengusungnya dalam Pilkada Kota Bandung yang lalu, karena diusung partai NasDem yang mencalonkan Ahok di Pilgub DKI 2017. Mereka menyebut Emil lebih mementingkan syahwat politiknya karena, menurut mereka, NasDem adalah partai pendukung penista agama.

Simak videonya di bawah ini.

Video ini tentu saja semakin memperjelas Emil berada dalam posisi kebingungan. Selain Jabar dikenal memiliki kader PKS yang militan, ia juga takut tak bisa maju Pilgub Jabar karena NasDem hanya memiliki 5 kursi di DPRD. Sementara, koalisi PKS-Gerindra akan memiliki 22 kursi, jumlah yang memenuhi syarat untuk memilih Cagub dari syarat KPUD minimal 20 kursi.

Emil sebenarnya sangat berharap NasDem bisa menggandeng PDIP yang memiliki 20 kursi untuk mengusungnya. Namun, seperti saat pengusungan Ahok-Djarot, PDIP melalu Ketumnya, Megawati Soekarnoputri, biasanya memutuskan di saat-saat hari terakhir pencalonan. Dan ini dianggap oleh Emil terlalu beresiko dan tanpa kepastian.

Emil sekarang memang berada di persimpangan jalan. Jika PDIP-NasDem mengusungnya, ia pun akan kehilangan pemilih dari kalangan muslim garis keras yang saat ini menghujatnya karena mau diusung NasDem. Namun jika mau diusung PKS-Gerindra, Emil harus siap-siap menerima cawagubnya dari PKS yakni Netty Heryawan, istri Aher. Sosok yang mungkin dianggapnya kurang cocok menemanin dirinya memimpin Jabar.

Lagipula, jika ia mau diusung Gerindra, Emil mau tidak mau harus bersikap berseberangan dengan Presiden Jokowi dalam banyak isu jika ia kelak menjadi Jabar 1 karena garis politiknya sudah diarahkan oleh Prabowo Subianto melalui Gerindra demi Pilpres 2019.

Jadi alasan Emil dalam video tersebut takut dikriminalisasi jika dipilih NasDem sangatlah kurang tepat karena jika memilih PKS-Gerindra pun, Emil harus siap-siap menjadi ‘boneka’ partai.

Dengan beredarnya video ini, semakin menunjukkan bahwa Emil sangat bernafsu mengejar Jabar 1. Ia mengklaim rela bergabung dengan kelompok yang menjadikan lembaga tinggi sebagai alat kekuasaan. Pernyataan ini bisa memicu kemarahan Surya Paloh karena ini merupakan tuduhan serius yang menjatuhkan nama baik partainya.

Kita simak saja, bagaimana dinamika politik menjelang Jabar 1 ini terus bergulir.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: