Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Warga Bali Tolak Ketua Hakim Kasus Ahok Jadi Hakim Tinggi

Hakim Dwiarso Budi Santiarto ditolak di Bali

Hakim Dwiarso Budi Santiarto ditolak di Bali

Anekainfounik.net. Setelah menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Basuki Thajaja Purnama atau Ahok, Ketua majelis sidang tersebut, Dwiarso Budi Santiarto, dipromosikan menjadi hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali. Dua anggota hakim lainnya juga mendapat kenaikan jabatan di tempat berbeda.

Namun, rupanya penempatan Dwiarso di Bali ini mendapat penolakan dari warga Pulau Dewata tersebut. Tokoh spiritual Bali I Gusti Ngurah Harta akan mengerahkan massa untuk turun ke Pengadilan Tinggi dan Kepolisian Daerah Bali untuk menolak Dwiarso sekaligus mempertanyakan kelanjutan kasus juru bicara Front Pembela Islam Munarman yang sudah ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu dan hingga kini tidak ada kelanjutannya.

“Masyarakat Bali sudah menunggu kasus yang cukup membuat sensitivitas publik di Bali tersentak dengan menuduh pecalang Bali melempari rumah umat muslim, melarang umat muslim salat Jumat, dan sebagainya. Faktanya memang tidak ada. Kasus ini sebenarnya lebih membuat orang Bali tersinggung ketimbang kasus Ahok (Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama). Tetapi penangannya terkesan lambat, sementara Ahok penanganannya cepat dan lancar. Makanya kami akan mendatangi Polda Bali pada Senin (15/5) nanti untuk mempertanyakan kasus tersebut. Kalau memang kasus itu dipetieskan, maka silakan Kapolda Bali menjelaskan ke masyarakat Bali,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (13/5), seperti diberitakan Media Indonesia.

Selama ini, kata Ngurah Harta, penyidik beralasan masih harus memeriksa pengunggah video Munarman ke media sosial yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni Ahmad Hasan.

“Sudah ditetapkan sebagai DPO, tetapi Ahmad Hasan ini belum juga ditangkap. Kita juga mempertanyakan, sesulit itu kah menangkap Ahmad Hasan,” ujarnya.

Pihaknya juga ingin meminta kejelasan kepada Polda Bali bahwa Munarman bukanlah tersangka utama karena yang menjadi tersangka utama adalah Ahmad Hasan. Padahal, menurutnya, kedua orang ini sudah sama-sama menjadi tersangka dengan pasal yang berbeda walau materinya sama.

Selain itu, pihaknya akan menyampaikan aspirasi elemen masyarakat Bali untuk menolak kehadiran Hakim Dwiarso Budi Santiarso yang dipromosikan menjadi hakim di Pengadilan Tinggi Bali karena dikhawatirkan akan berpengaruh kepada kasus Munarman.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: