Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Ini Klarifikasi Ridwan Kamil Soal Video “NasDem Punya Media dan Kejaksaan”

Surya Paloh dan Ridwan Kamil

Surya Paloh dan Ridwan Kamil. (Kumparan.com)

Anekainfounik.net. Belakangan ini publik dihebohkan beredarnya videoa pernyataan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat deklarasi dukungan maju ke Pilgub Jabar dari Komunitas Pesantren se-Jabar beberapa waktu lalu. Di dalam video itu, Ridwan Kamil bicara soal NasDem yang sudah deklarasi memberi dukungan kepadanya.

Dalam potongan video berdurasi 2 menit 32 detik yang menjadi viral tersebut, pria yang karib disapa Emil itu menyebutkan Partai Nasdem punya media dan kejaksaan. Video tersebut diunggah di YouTube kemudian menjadi viral di Twiter dan Youtube.

Dalam video tersebut, Emil mengatakan “..tiba-tiba Nasdem tidak banyak mikir, di posisi yang sama itu, langsung aja mendeklarasikan (saya sebagai calon gubernur Jawa Barat). Nasdem ini, dia punya media dan Kejaksaan. Kalau saya tolak, kemungkinan banyak mudaratnya kepada saya, kepada pembangunan Kota Bandung terganggu”

Baca juga: (Video) Alasan Ridwan Kamil Terima NasDem: Mereka Punya Media dan Kejaksaan

Saat diklarifikasi, Emil mengakui video itu memang dirinya, namun tidak ditayangkan secara utuh sehingga menimbulkan persepsi berbeda.

“Saya itu pada saat di Subang selama dua hari diminta kiai menanyakan peta politik. Karena para kiai minta saya maju lewat independen. Tapi kata para kiai, kalau tidak lewat independen kira-kira tipe-tipe politik itu apa,” ucap Emil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (17/5/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Saat itu, lanjut Emil, dia menerangkan semua partai di hadapan 100 orang Kyai dan Ulama. Dia tidak hanya bicara soal NasDem.

“Saya terangkan semua partai. Kalau Partai Demokrat, nasionalis religius, tidak ada yang anggotanya sekarang ada di pemerintahan. Kalau PDIP Nasionalis, kemudian kader-kadernya ada yang jadi menteri,” terang Emil.

Kemudian Emil juga menerangkan soal partai PKB, NasDem dan Perindo. “Kemudian PKB afiliasinya ke muslim NU, kadernya ada yang menjadi menteri. Pas NasDem juga sama nasionalis, restorasi, kadernya ada yang di kejaksaan dan punya media juga. Perindo saya terangkan,” tambahnya.

Emil menegaskan, saat itu dia hanya memberikan edukasi politik tentang karakteristik partai. “Jadi moment dua hari itu, moment edukasi politik tentang karakteristik partai-partai dan jaringan partainya ke mana saja. Jadi tidak spesifik ngomongin NasDem,” tegasnya.

Emil menegaskan, pihaknya menerima dukungan NasDem karena dua hal, tidak meminta saja menjadi kader dan tidak meminta mahar.

“Alasan utama ini tolong digaris bawahi. Bahwa di dalam partai tadi masing-masing punya jaringan punya media itu hanya tersier saja,” tandasnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: