Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Diduga Dianiaya Senior, Taruna Akpol Mohammad Adam Tewas

Brigdatar Mohammad Adam, taruna Akpol yang tewas

Brigdatar Mohammad Adam, taruna Akpol yang tewas. (Instagram @nandoadam50)

Anekainfounik.net. Seorang taruna Akademi Kepolisian tingkat II meninggal dunia pagi tadi. Diduga korban bernama Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam meninggal akibat dianiaya seniornya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Djarod Padakova membenarkan ada taruna Akpol yang meninggal dan diketahui sekitar pukul 02.00 WIB.

“Benar, anak taruna Akpol tingkat II meninggal dunia, diketahui tadi pagi sekitar jam 02.00 WIB,” kata Djarod lewat pesan singkat, Kamis (18/5/2017).

Rencananya, malam ini jenazah akan tiba di rumah duka. Korban merupakan warga Jalan Penghulu 99 Murtado 21 RT 10 RW 01, Cipulur, Kebayoran Lama, Jakarta. Pemuda kelahiran 20 Juni 1996 itu merupakan lulusan SMA Negeri 29 Jakarta dan pengiriman dari Polda Maluku.

Dari informasi yang beredar, korban mengalami pemukulan dari taruna tingkat III sebanyak 12 taruna saat mengikuti kegiatan dini hari tadi. Setelah pingsan di gudang yang menjadi tempat kejadian perkara, korban dibawa ke RS Akpol namun, dia mengembuskan napas terakhir di sana.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono jmenyebutkan ada dugaan pemukulan yang dialami korban sehingga ada memar di dada. Sedangkan hasil autopsi tim medis menyebutkan paru-paru korban luka sehingga mengalami gagal napas dan kekurangan oksigen.

Penyelidikan terkait tewasnya korban terus dilakukan. Ada dua barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Kombes Djarod Padakova mengatakan barang bukti yang disita yaitu kopel atau sabuk dan plastik panjang sekitar 20 cm seperti tongkat kecil.

“Kopel, kopel itu sabuk kemudian ada benda tumpul tongkat 20 cm dari plastik,” kata Djarod.

Djarod belum menyebutkan kepemilikan barang bukti tersebut. Namun keduanya ditemukan di lokasi kejadian yaitu flat A yang merupakan ruangan kosong.

“Di flat A, ruangan kosong yang disebut gudang, berkumpulnya di situ. Kopel milik siapa belum tahu,” tandasnya.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan sebanyak 21 taruna dimintai keterangan. Mereka merupakan taruna tingkat II dan III yang berada di lokasi kejadian.

“Itu 21 taruna diduga mengetahui berada saat korban meninggal,” kata Condro di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: