Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Puisi Panglima TNI di Rapimnas Golkar Dikritik PDIP Tapi Dipuji Gerindra

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membacakan puisi di Rapimnas Golkar

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membacakan puisi di Rapimnas Golkar. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membacakan sebuah puisi karya Denny Januar Ali saat menjadi pembicara di Rapimnas Golkar di Novotel Hotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (22/5). Puisi itu berjudul ‘Tapi Bukan Kami Punya’.

Gatot mengatakan dia punya puisi yang tepat terkait pembahasan soal pengungsi ilegal.

Ini tangisan suatu wilayah, dulu dihuni Melayu, di Singapura, sekarang menjadi seperti ini (sambil memperlihatan slide tentang pengungsi). Kalau kita tak waspada, suatu saat bapak ibu sekalian, anak cucunya tidak lagi tinggal di sini. Gampangnya, kita ke Jakarta semua teratur rapi, punya Betawi di sana?” ujar Gatot sambil menyimpulkan isi puisi tersebut di Novotel Hotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (22/5).

Berikut puisi lengkap ‘Tapi Bukan Kami Punya’ yang dibacakan Gatot:

Sungguh Jaka tak mengerti
Mengapa ia dipanggil ke sini.
Dilihatnya Garuda Pancasila
Tertempel di dinding dengan gagah.

Dari mata burung Garuda
Ia melihat dirinya
Dari dada burung Garuda
Ia melihat desa

Dari kaki burung Garuda
Ia melihat kota
Dari kepala burung Garuda
Ia melihat Indonesia

Lihatlah hidup di desa
Sangat subur tanahnya
Sangat luas sawahnya
Tapi bukan kami punya

Lihat padi menguning
Menghiasi bumi sekeliling
Desa yang kaya raya
Tapi bukan kami punya

Lihatlah hidup di kota
Pasar swalayan tertata
Ramai pasarnya
Tapi bukan kami punya

Lihatlah aneka barang
Dijual belikan orang
Oh makmurnya
Tapi bukan kami punya

Kritik PDIP

Anggota Komisi I DPR Andreas Hugo Pareira mengatakan penyampaian kritik ala Panglima TNI bukanlah hal yang baru. Namun menurutnya lebih baik Panglima TNI berbicara tentang Trisakti dibanding hal yang disampaikan lewat puisi.

“Bung Karno sudah dari tahun 50-an mengingatkan kita tentang bahaya liberalisme-kapitalisme. Soal Exploitation d’lhome par lhome. Tentang penting Trisakti Berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam Kebudayaan,” kata Anderas kepada wartawan, Selasa (23/5/2017).

“Kalau panglima paham itu, seharusnya, jauh lebih berisi, dan bermakna jika panglima berbicara tentang Trisakti, tentang neokolonialisme-neoimperialisme ajaran Bung Karno. Jauh lebih baik untuk seorang kesatria TNI, apalagi Panglima,” sambung Ketua DPP PDIP ini.

Seharusnya Panglima TNI menyadari sebagai bagian dari pemerintahan. Mengkritik Pemerintah lewat puisi sama seperti mengkritik kekurangan diri sendiri.

“Kalau Panglima bermaksud dengan puisi ini untuk kritik pemerintahan Jokowi, salah alamat deh. Jangan-jangan ibarat menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,” tutur Andreas.

Dipuji Gerindra

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memberi tanggapan terkait puisi tersebut. Menurut dia, hal tersebut adalah sikap prihatin yang ditunjukkan lewat cara elegan.

“Ini lebih pada suara keprihatinan Panglima TNI terhadap situasi terkini. Beliau sudah sampaikan berulang-ulang di media masa bahwa keadaan negara ini sudah demikian parahnya. Dia tetap berkali-kali sampaikan ke forum-forum agar mendapat perhatian elite, karena pemberi keputusan itu elite,” ujar Dasco saat berbincang Selasa (23/5/2017).

Menurut Dasco, apa yang dilakukan Gatot bukan suatu bentuk perlawanan. Penyampaian melalui sajak adalah cara tepat untuk memberi tahu tanpa menyinggung siapa pun.

“Menurut saya, itu bukan soal perlawanan karena, kalau melawan, Panglima itu tidak begitu. Tentara melawan itu akan lakukan tindakan militer. Ini lebih suara keprihatinan Panglima TNI,” kata Dasco.

“Dia menyampaikan dengan cara yang sangat tidak biasa, tapi tidak menyinggung siapa-siapa, lewat sajak,” imbuhnya.

Ia mengatakan Panglima TNI tidak akan berhenti mengingatkan elite politik dalam acara apa pun. Menurut dia, Jenderal Gatot menyampaikan tersebut dengan memberikan paparan yang sangat ilmiah.

“Dia tidak akan bosan sampaikan itu dalam acara-acara. Dia memberikan masukan tentang keadaan Indonesia dengan cara yang cukup santun. Dia juga memberikan paparan yang sangat ilmiah terhadap situasi Indonesia,” tutur Dasco.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Berita Terbaru: Aneka Info Unik

Kami tidak dapat memuat data blog saat ini.

%d blogger menyukai ini: