Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Polisi Tangkap Aming Pembunuh Raul yang Tewas di Pelukan Ibu

Aming saat diamankan polisi

Aming saat diamankan polisi. (Tangerang News)

Anekainfounik.net. Jakarta – Berselang sepekan setelah pembunuhan Raul, Polres Tangerang Selatan akhirnya berhasil menangkap pelakunya. Pelaku, Amir Rojali alias Aming (26), ditangkap di Tegal, Jawa Tengah.

“Tersangka ditangkap di rumah orang tuanya di Sokasari Bumi Jawa, Tegal, Jawa Tengah, pada Rabu (24/5),” ujar Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fadli Widiyanto kepada detikcom, Kamis (25/5/2017).

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti celana jins panjang berwarna biru dan kaus oblong berwarna biru tua bertuliskan ‘Unitet Unto Deep Hardcore’, yang dikenakan pada saat melakukan pembunuhan.

“Yang bersangkutan saat ini sudah ditahan di Polres Tangerang Selatan,” kata Fadli.

Menurut Fadli, Aming sudah merencanakan pembunuhan Ivo, ibunda Raul sejak masih ditahan di Lapas Paledang, Bogor. Ivo selamat dari aksi sadis Aming, sementara putranya Raul tewas akibat luka tusukan.

“Perbuatan yang dilakukan oleh Aming adalah kehendak atau niatnya sendiri yang sudah dipendam sejak lama dan sudah direncanakan untuk membunuh Ibu Ivo saat masih di dalam Lapas Paledang,” ujar Fadli.

Fadli mengatakan, perencanaannya itu tanpa dipengaruhi, ditekan atau paksaan orang lain. Aming merencanakan pembunuhan karena rasa sakit hatinya terhadap Ivo.

“Dendam, sakit hari karena ibu Ivo tidak mau membantu saat Aming berada di dalam sel atau Lapas,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Aming merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan (curat) sejumlah minimarket di kawasan Depok, pada 2015 silam. Ia kemudian ditangkap bersama tiga orang rekannya.

Aming kemudian menjalani proses hukum dan ditahan di LP Paledang. Akhir 2016, Aming kemudian bebas dari tahanan.

Aming membunuh Raul dengan cara menusuknya menggunakan pisau di Perum Taman Kedaung, Pamulang, Tangsel, pada Rabu (17/5) sekitar pukul 18.30 WIB. Dalam peristiwa itu, ibunda Raul, Ivo, juga mengalami luka akibat penusukan tersebut.

Kasus ini bermula ketika Aming mendatangi rumah korban menggunakan sepeda motor milik temannya. Setiba di depan rumah Ivo, dia bertemu dengan Mimi, seorang pembantu. Dia menanyakan keberadaan Ivo dan Raul kepada Mimi.

“Kemudian dijawab Mimi bahwa Ibu Ivo sedang pergi sama Nanda, Raul ke warnet,” ucapnya.

Aming kemudian meminta Mimi mengantarkannya ke warnet untuk menemui Raul. Setiba mereka di warnet, ternyata Raul tidak ada dan Mimi langsung pulang.

Setelah itu, Aming kembali ke rumah Ivo dan mencongkel rumahnya. Namun aksinya itu dipergoki Ivo dan Raul, yang baru tiba di rumah.

“Kemudian mereka bertiga masuk ke dalam rumah, kemudian ngobrol-ngobrol. Pelaku saat itu mengungkapkan untuk meminjam uang sebesar Rp 500 ribu dan dijawab Ibu Ivo, ‘Tidak ada’. Sampai akhirnya turun jadi Rp 200 ribu dan Rp 100 ribu, tetap dijawab tidak ada,” tutur Fadli.

Lantaran kesal, Aming kemudian pergi ke dapur dan mengambil pisau. Aming lalu menusukkan pisau tersebut ke bagian dada dan leher Ivo, yang sedang duduk di anak tangga depan kamarnya.

“Karena ibunya berteriak, Raul kemudian keluar dan berteriak meminta tolong. Lalu korban Raul ini juga ditusuk oleh pelaku,” ucapnya.

Melihat ibu dan anak itu sudah tergelepar, Aming kemudian melarikan diri dengan motornya yang diparkir di depan pintu gerbang rumah korban. Saat ditemukan warga, Raul saat itu dalam kondisi berlumuran darah di pelukan ibunya, yang juga terluka.

Aming kemudian kabur ke arah Pamulang. Setiba di Kali Sasak Tinggi, Aming berhenti dan membuang baju sweater dan sepatunya karena terkena bercak darah korban.

“Pelaku kemudian menuju ke rumah temannya di Sawangan Bedahan untuk mengembalikan motornya. Pelaku sempat menginap selama dua hari di rumah temannya itu,” ucap Fadli.

Ketika menginap di rumah temannya, Aming sempat bercerita kepada temannya itu bahwa motor yang ia pinjam tersebut dipakai untuk membunuh. Selanjutnya, Aming menemui temannya bernama Rio di Pasar Kemiri, Sawangan, untuk meminjam uang Rp 100 ribu.

“Dan dikasihlah uang itu sama temannya,” katanya.

Bermodalkan uang Rp 100 ribu yang dipinjamkan Rio, Aming berangkat ke Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada Senin (22/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Aming tiba di rumah orang tuanya di Tegal, Jateng, pada Selasa (23/5) sekitar pukul 07.00 WIB.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: