Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Pengacara Rizieq Akan Ajukan Praperadilan dan Uji UU Pornografi ke MK

Kapitra Ampera, salah satu pengacara Rizieq

Kapitra Ampera, salah satu pengacara Rizieq. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus baladacintarizeq oleh Polda Metro Jaya hari ini, Senin (29/5). Berbagai reaksi dikeluarkan oleh tim kuasa hukum yang mengklaim berjumlah 726 orang.

Salah satu kuasa hukum Rizieq, Kapitra Ampera, menyebut langkah praperadilan akan segera dilakukan tim kuasa hukum setelah mendapatkan surat penetapan tersangka Rizieq. Kemudian langkah lain yang akan dilakukan yakni menguji pasal yang dituduhkan kepada Rizieq.

“Akan melakukan perlawanan hukum dan politik perlawanan hukum itu adalah bahwa kita pasti akan melakukan praperadilan,” ungkap Kapitra di Masjid Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2017).

Kapitra menuturkan perlawanan hukum ini dilakukan sebab Rizieq seolah-olah menjadi target untuk ditetapkan tersangka. Pasal yang dikenakan pun disebutnya tidak jelas.

“Indikasinya adalah bahwa Habib Rizieq harus menjadi target untuk dijadikan tersangka lalu ditahan,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan konten yang dituduhkan kepada Rizieq masih debatable sehingga seharusnya orang yang menyebarkan konten tersebut yang harus diproses hukum, bukan Habib Rizieq.

“Bahwa konten yang menjadi permasalahan itu masih debatable dan orang yang menyebarkannya sampai hari ini tidak pernah diselidiki tidak pernah ditangkap,” jelasnya.

Selain itu, langkah hukum lainnya yang akan diambil oleh Kapitra dan tim kuasa hukum, yaitu akan melakukan judicial review kepada Mahkamah Konstitusi (MK).

Kapitra sedikit memberikan bocoran perihal pasal yang pasti akan diajukan untuk diuji di MK. Pasal tersebut yaitu pasal 4 UU pornografi.

“Tetapi yang jelas pasal 4 yang dituduhkan itu jelas di penjelasannya tidak dapat dipidana. Bagaimana dengan konteks ini, ini tidak ada pornografi. Semua ada pornografi coba buka Instagram itu, bagaimana orang nyimpan, bagaikan polisi nyimpan sebagai barang bukti. Jadi kalau itu untuk kepentingan pribadi itu bisa dibenarkan dalam hukum,” ujarnya.

Pasal 4 UU UU No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi sendiri berbunyi:

“Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:

1. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
2. kekerasan seksual;
3. masturbasi atau onani;
4. ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
5. alat kelamin; atau
6. pornografi anak.”

Pelanggaran pasal 4 ayat (1) UU Pornografi diancam pidana penjara paling singkat enam bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar (pasal 29 UU Pornografi). Pasal 44 UU Pornografi menyatakan bahwa pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang mengatur atau berkaitan dengan tindak pidana pornografi dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang ini.”

Terlebih lagi menurutnya yang menjadi permasalahan adalah handphone milik Firza Husein, tersangka di kasus serupa, disita saat perkara kasus dugaan makar 212, bulan Desember 2016. Kemudian pada akhir bulan Januari chat berkonten pornografi itu menyebar.

Sedangkan, Firza yang fotonya ada dalam chat tersebut hingga saat ini mengelak ketika ditanya keaslian barang bukti polisi tersebut.

Kapitra mengaku akan terus berkomunikasi dengan Rizieq terkait langkah hukum yang akan diambil kedepannya. Pada pokoknya, Rizieq berpesan agar pihaknya melakukan perlawanan hukum secara konstitusional.

“Saya 2 menit yang lalu masih komunikasi dengan Habib Rizieq via chat pokoknya perang hukum dimulai. Kita mulai ini perang dengan hukum kita menggunakan instrumen hukum perang secara konstitusional. Kita uji undang-undangnya kita uji penetapan tersangkanya,” tuturnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: