Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Polisi Tangkap Pria 69 Tahun, Pengancam ‘Asli’ Bom Masjid Istiqlal

Pelaku teror bom Masjid Istiqlal, Mudji Dachri

Pelaku teror bom Masjid Istiqlal, Mudji Dachri. (Kriminalitas.com)

Anekainfounik.net. Iyus Rusmana (43) warga Garut, Jawa Barat, sempat menghebohkan karena diduga menyebar teror ancaman pengeboman di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Setelah diperiksa polisi, Iyus dibebaskan karena tidak terbukti bersalah.

“Jadi saya itu salah sasaran tangkap, memang nomor itu (penyebar SMS teror) milik saya, tapi sudah nggak aktif,” kata Iyus di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Sabtu (3/6/2017).

Kini, Iyus telah bebas sejak Rabu 31 Mei 2017. “Jadi ditangkapnya hari Senin, hari Rabu (31/5) saya sudah dibebaskan lagi. Saya nggak tahu pelakunya, cuma polisi bilang pelaku yang asli sudah ditangkap. Yang pasti itu bukan saya,” cerita Iyus.

Baca juga: Kirim SMS Ancam Bom Masjid Istiqlal, Satpam Ditangkap Polisi

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy Febrianto Kurniawan menjelaskan jajaran Unit II Jatanras Ditkrimum yang dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengamankan pelaku sebenarnya pada Rabu, 31 Mei 2017, sekitar pukul 02.45 WIB.

“Pelaku sebenarnya sudah kami tangkap pukul 02.00 WIB,” ujar Hendy kepada detikcom, Sabtu (3/6/2017).

Menurut dia, tersangka bernama Ir Mudji Dachri (69 tahun). Pria tua tersebut lahir di Balikpapan pada 31 Mei 1948. Tersangka merupakan warga Jalan Bukit Pakar Timur Nomor 86 RT 04 RW 02 Kelurahan Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Mudji sendiri merupakan tukang reparasi ponsel dan alat elektronik.‎ Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui ponsel milik Iyus sedang diperbaiki oleh Mudji. Namun, oleh Mudji malah dipakai untuk mengirimkan pesan akan mengebom Masjid Istiqlal.

Pelaku melakukan tindakan itu karena kesal terhadap isi ceramah di Istiqlal yang disebutnya kasar.

“Keterangan sementara, motif kesal karena (ceramah) di Istiqlal suka kasar,” kata AKBP Hendy.

Menurut dia, tersangka dikenai UU Terorisme. “Yang bersangkutan menjalani pemeriksaan 7×24 jam.”

Hendy mengungkapkan sejumlah barang bukti diamankan, di antaranya 1 unit telepon seluler Nokia E63, 1 unit ponsel Samsung, 1 unit ponsel Polytron C 283, 1 unit ponsel Prince Mobile, 1 unit kartu SIM nomor HP 081285388403, 1 KTP atas nama Ir Mudji Dachri dan 11 unit buku bacaan tentang agama.

Barang bukti yang diamankan polisi

Barang bukti yang diamankan polisi. (Istimewa)

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: