Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Gadis 13 Tahun di Cengkareng Ditemukan Tewas dengan Kaki dan Leher Terikat

Rumah lokasi pembunuhan remaja di Cengkareng

Rumah lokasi pembunuhan remaja di Cengkareng. (Warta Kota)

Anekainfounik.net. Afita atau A, seorang pelajar perempuan berusia 13 tahun ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Safir Nomor 120, RT 03 RW 07, Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi setengah bugil dengan dengan kaki dan leher terikat tali rafia oleh kakeknya di lantai dua di rumahnya pada Sabtu (4/6) sekitar pukul 18.30 WIB.

Polisek Cengkareng langsung mendatangi TKP dan lakukan olah TKP. Rumah korban, kini sudah diberi garis polisi. Polisi masih melakukan penyelidikan dalam kasus itu. Sementara itu pelaku masih belum ditemukan.

“Kami masih mengejar pelaku. Dugaan kuat, jika pelaku seorang pria berinisial WA, teman dekat ayah korban atas nama Tarno,” ungkap Kapolsek Cengkareng Kompol Eka Baasith kepada awak media, Minggu (4/6/2017), seperti diberitakan Warta Kota.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Andi Adnan menerangkan, pihaknya menemukan bercak darah pada bantal di dalam ruangan rumah tersebut.

“Korban tersebut pertama kali ditemukan oleh kakeknya bernama Suhada di lantai dua (loteng) kediamannya. Korban itu tewas dalam kondisi merungkel seperti huruf S. Lalu memang betul jika korban ditemukan itu dalam kondisi leher, tangan, dan kakinya terikat tali rafia. Mengenai pelakunya ini juga masih diburu,” paparnya.

Adnan menjelaskan, korban tak hanya dibunuh, melainkan juga diperkosa pelaku di lokasi kejadian.

“Pelaku membunuh juga memerkosa korban di lokasi kejadian. Ada bercak darah di sebuah bantal milik korban. Mengenai hal ini kami kali ini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang ada,” tambah Adnan.

Warga Mengaku Melihat Terduga Pembunuh

Korban yang diketahui tak bersekolah dikenal sebagai remaja yang baik oleh warga. Dia juga suka bergaul dengan warga sekitar.

Tetangga korban, Sudjiani (59), mengaku sedih saat korban ditemukan telah meninggal dunia. Dia mengenal korban sebagai seorang yang baik dan ramah kepada warga lainnya.

“Memang anaknya baik juga,” kata Sudjiani saat ditemui di lokasi, Minggu (4/6/2017).

Selain itu, korban juga dikenal aktif dan tergabung dalam komunitas peace maker di sekitar rumahnya. Komunitas itu merupakan tempat korban bersama teman-temannya belajar menari.

“Iya sama anak-anak, ikut kegiatan peace maker, dance itu. Anaknya baik. Dia juga suka main ke rumah terus ngobrol sama anak-anak,” tutur Sudjiani.

Sudjiani lantas menceritakan bahwa korban tinggal di rumah tersebut dengan ayahnya, saudara kembarnya, ibu tiri, adik tiri, dan kakeknya. Ada sekitar 8 orang yang bermukim di mes yang disediakan untuk pekerjaan ayahnya itu.

“Kurang lebih kalau nggak salah, ada sekitar 8 orang,” imbuhnya.

Pada saat kejadian, Sudjiani mengungkapkan ada kakek dan kakak korban yang berada di rumah. Kemudian beberapa orang warga juga tampak melihat seorang pria yang sedang membetulkan celananya keluar dari rumah yang diduga pembunuh korban.

“Anak-anak itu lihat, dugaanya pelaku berkeringat sambil betulin celana,” kata Sudjiani.

Sebelumnya beberapa warga sekitar juga sempat mendengar teriakan yang diduga berasal dari rumah korban.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, terduga pelaku pembunuhan ini berinisial WA yang merupakan teman ayah korban semasa mendekam di LP Cipinang karena kasus narkoba.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: