Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Akhir Pelarian Asworo Tersangka Pembunuh Calon Istrinya, Chatarina

Asworo saat diamankan polisi

Asworo saat diamankan polisi. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Setelah lebih dari satu bulan menghilang dalam pelariannya, akhirnya Martinus Asworo (32), tidak bisa berkutik lagi setelah ditangkap Tim Rimau Polda Sumsel di tempat persembunyiannya di sebuah kosan Anggrek lantai 2 No 7, Jalan Maulana Yusup, Belajang Mall, Bandar Lampung, Senin (12/6) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kini pria yang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan kekasihnya, Chatarina Widjawati alias Wiwit (30) itu, dibawa ke Mapolda Sumsel di Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam pelariannya, Asworo kerap berpindah-pindah tempat untuk mengelabui polisi setelah calon istrinya, Chatarina, ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka di semak-semak di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, pada Kamis, 11 Mei 2017.

Asmara Asworo dan Chatarina berakhir tragis. Padahal sejoli ini berencana menikah pada 5 September 2017. Asworo dan Chatarina awalnya berpamitan kepada orang tua hendak terbang dari Palembang menuju Yogyakarta untuk melakukan foto prewedding pada Minggu, 7 Mei 2017.

Foto prewedding akan dilakukan di Taman Sari, Tebing Breksi, dan pantai di Yogyakarta pada Senin, 8 Mei 2017. Namun, keduanya tidak kunjung tiba di Kota Gudeg hingga Minggu, 7 Mei 2017. Keluarga Chatarina di Palembang kemudian melaporkan hilangnya dua orang tersebut ke polisi. Hingga akhirnya jasad Chatarina ditemukan.

Pelarian Asworo terendus berkat rekaman CCTV di anjungan tunai mandiri (ATM) Lampung. Asworo diketahui mengambil uang tunai di rekening milik Chatarina sekitar Rp 7 juta.

Keluarga tahu soal penarikan uang ini setelah mencetak buku tabungan Chatarina. Dijelaskan Paulus Selamet, ayah kandung Chatarina, penarikan uang melalui ATM dilakukan oleh orang tak dikenal setelah Chatarina hilang, yakni pada 6 Mei dan 9 Mei 2017.

Kini Asworo resmi ditetapkan sebagai tersangka tunggal kasus dugaan pembunuhan Chatarina. Asworo lalu dibawa ke Palembang. Keluarga Chatarina pun berharap Asworo mendapat hukuman yang setimpal.

“Saya ucapkan puji dan syukur kepada Tuhan, terutama. Saya juga ucapkan banyak terima kasih kepada pihak kepolisian, media, dan semua pihak yang terlibat. Selain itu, kami pihak keluarga berharap adanya sanksi hukum setimpal atas perbuatannya,” ujar Alfian, adik sepupu Wiwid, sapaan Chatarina.

Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Erlintang Jaya yang memimpin langsung penangkapan Asworo di Lampung mengatakan, berdasarkan dari pemeriksaan sementara diketahui ternyata Asworo sudah merencanakan pembunuhan dan pencurian terhadap Wiwit.

Modusnya, korban dijemput di tempat kosannya di Kota Prabumulih dengan tujuan mau dibawa ke Jogjakarta dalam rangka membuat souvenir perkawinan antara Asworo dengan kekasihnya tersebut.

” Kemudian dalam perjalanan di Palembang korban dibunuh di Jalan Kebun Sayur menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, pada Minggu, 7 Mei 2017 pukul 05.00 WIB subuh,” kata Erlintang, seperti diberitakan Sriwijaya Pos.

“Tersangka didalam mobil Innova yang disarter, memukul kepala korban dengan menggunakan tangan dan mempergunakan kunci setir mobil. Kemudian setelah korban meninggal dunia, tersangka mengambil barang-barang milik korban berupa hp, uang dan lain-lain. Setelah itu korban dibuang tersangka di semak-semak Kelurahan Soak Simpur, Kecamatan Sukarami Palembang”, jelasnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: