Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Pelarian Asworo: Jual Motor, Berpindah Hotel dan Pantau Berita Via FB

Asworo diperkenalkan di Mapolda Sumsel

Asworo diperkenalkan di Mapolda Sumsel. (Sriwijaya Pos)

Anekainfounik.net. Oelarian Martinus Asworo (32), pembunuh Chatarina Wiedjawati (30), berakhir di sebuah rumah kos di Bandar Lampung. Asworo kabur sejak 7 Mei lalu.

Asworo mengaku bergegas melarikan diri setelah membuang jasad Chatarina di semak-semak di Sukarami, Palembang. Asworo tega menghabisi calon istrinya itu karena kalap saat cekcok.

“Saya khilaf, terus saya pukul pakai tangan, terus saya pukul lagi pakai kunci itu. Karena sudah sekarat, saya pindah ke belakang mobil,” ujar Asworo di Mapolda Sumsel, Palembang, Rabu (14/6/2017), dilansir Detikcom.

Baca juga: Alasan Asworo Bunuh Chatarina: Mau Nikah tapi Tak Punya Uang

Setelah membuang jasad Chatarina, Asworo berusaha menghilangkan jejak dengan cara mencuci mobil dan pakaian. Setelah itu, Asworo bergegas ke mes untuk mengambil pakaian dan BPKB motor, lalu mengembalikan mobil yang disewa.

Karena ketakutan, Asworo berangkat ke Indralaya menggunakan motor dan menginap di salah satu hotel.

“Besoknya (8/5) saya jual motor saya seharga Rp 6,5 juta di sana. Malamnya saya tunggu bus, tapi karena nggak ada, saya dapatnya travel dan naik travel itulah pergi ke Lampung,” tutur Asworo.

Di Lampung, Asworo berpindah-pindah hotel. Dari menginap di Guest House Palapa hingga ke Hotel Citihub.

“Karena uang sudah semakin menipis, tanggal 12 Mei itu saya check-out dan tanya bapak tukang ojek di sana dan cari kos-kosan,” ujar Asworo.

Karena uang menipis, Asworo menjual kamera dan telepon genggamnya. Setiap kali bepergian, Asworo mengenakan masker.

“Karena takut ada yang kenal masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Asworo juga sempat membuat akun Facebook baru dengan nama ‘Indra Setiawan’. Akun ini digunakan untuk memantau media sosial dan membaca berita tentang dirinya.

“Ya akun itu baru dibuat untuk pantau medsos, jadi saya tahu apa saja perkembangan yang diberitakan dan dibahas di sana. Saya juga baca semua berita tentang saya, karena mudah dicari. Cukup ketik nama langsung muncul semua berita di internet,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Asworo ditangkap Tim Rimau di sebuah kos-kosan di Kota Bandar Lampung saat sedang berada dalam kamar. Saat akan dibawa, Asworo sempat melakukan perlawanan hingga akhirnya polisi melepaskan timah panas pada kedua kakinya.

Akibat perbuatannya, Asworo akan dikenai Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

“Tersangka ini akan kita kenai Pasal Pembunuhan Berencana, kenapa? Karena terlihat saat rental mobil dan menjemput korban dari Prabumulih,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto saat gelar perkara.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: