Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Begini Peran 2 Orang Penembak di SPBU Daan Mogot yang Ditangkap

Polisi berjaga di lokasi penembakan di SPBU Daan Mogot

Polisi berjaga di lokasi penembakan di SPBU Daan Mogot. (Beritasatu.com)

Anekainfounik.net. Polisi telah menangkap pelaku perampokan bersenjata api yang menewaskan Davidson Tantono (31) di SPBU Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Total sudah dua pelaku yang ditangkap oleh tim gabungan Subdit Resmob dan Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Sudah dua (pelaku) ya yang ditangkap berkaitan dengan perampokan di SPBU,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/6/2017), dilansir Detikcom.

Kedua orang tersebut ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni di kawasan Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (11/6), dan satu lagi ditangkap di Lampung pada Rabu (14/6) pagi.

Hanya, identitas keduanya masih dirahasiakan oleh polisi. Argo beralasan, pengungkapan identitas pelaku ke publik dikhawatirkan mengganggu proses pengembangan penyelidikan.

Dua pelaku yang ditangkap tersebut berperan sebagai penebar ranjau paku dan penggambar.

“Yang pertama perannya sebagai penebar paku. Nanti paku itu disebar dan diletakkan di ban,” ujar Argo.

Sementara pelaku lainnya berperan sebagai penggambar. Pelaku ini yang menggambar denah lokasi serta situasi di lokasi yang menjadi sasaran komplotannya.

“Pelaku yang menggambar ini dia menggambar situasi di lapangan seperti apa kondisinya,” ungkapnya.

Pelaku ini berpura-pura sebagai nasabah bank. Dia mengawasi korban potensial yang akan menarik uang dalam jumlah banya.

“Artinya bahwa dia akan melihat, mengidentifikasi nasabah yang akan mengambil uang di situ. Kira-kira siapa di situ yang mengambil uang, dia kan tahu ciri-cirinya (nasabah) seperti apa,” jelasnya.

Setelah mendapatkan target, pelaku tersebut akan memberikan informasi soal ciri-ciri target ke teman-temannya yang berada di parkiran bank. Korban menarik uang Rp 300 juta di BCA Green Garden.

“Orang itu hanya di dalam bank saja, melihat. Kemudian, setelah dia mendapatkan sasaran, kemudian yang mata-mata ini memberitahukan temannya yang ada di parkiran bank. Dia akan menyampaikan ada yang identitasnya seperti ini,” paparnya.

Selanjutnya, informasi ciri-ciri target itu akan dibuntuti oleh pelaku lain yang menunggu di parkiran bank. “Nanti kemudian, yang di luar akan berperan sebagai penyebar paku, itu ada,” imbuhnya.

Selanjutnya, tugas penebar paku memasang ranjau paku di ban mobil korban. Sehingga, begitu korban berhenti untuk mengecek bannya yang gembos.

“Jadi kalau pakunya itu terkena ban nanti akan kempes. Jadi berapa menit gitu, pelaku sudah mempelajari. Nanti kempesnya sampai di mana, dia sudah tahu,” tuturnya.

Rencana seperti ini mengingatkan pada film-film hollywood tentang perampokan yang rapih dan terstruktur seperti Italian Job, Ocean Eleven’s, dan lain-lain.

Gunakan Paku Khusus

Ban mobil korban digembosi dengan paku khusus untuk mengalihkan perhatian korban.

“Pakunya bukan sembarang paku, tapi sudah dimodifikasi,” ujar Argo.

Argo mengatakan komplotan ini merupakan sindikat perampok modus gembos ban. Mereka sudah mempelajari reaksi ban ketika digembosi paku khusus tersebut.

“Pelaku sudah mempelajari berapa menit bannya kempes,” ungkapnya.

Para pelaku bekerja berkelompok. Mereka membagi-bagi tugasnya. Selain eksekutor yang merampas tas korban, ada juga yang berperan sebagai penggambar dan penebar ranjau paku.

“Nanti ada yang buntuti ‘bannya kempes pak’, tapi korban ini (Davidson) nggak menghiraukan dan tetap berjalan terus di tempat ramai,” sambungnya.

Berkumpul Bagi-Bagi Duit

Hasil perampokan yang menewaskan korban Davidson Tantono (31) di Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, dibagi-bagi oleh pelaku. Tempat bagi-bagi hasil kejahatan itu sekaligus menjadi lokasi penangkapan para perampok oleh polisi.

“(Ditangkap) Kemarin di daerah Tajur, Bogor, Jawa Barat,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Rikwanto , Kamis (15/6/2017).

Polisi bergerak dengan sigap dan jitu ke lokasi itu. Di sana sedang berlangsung aktivitas bagi-bagi hasil rampokan. Sampai saat ini diketahui ada salah satu perampok yang berperan sebagai penggembos mendapatkan Rp 14 juta.

“Setelah melakukan perampokan itu, pelaku berkumpul di suatu tempat. Nah di situ mereka membagi bagiannya masing-masing,” kata Rikawanto.

Sebagaimana diketahui, perampok merebut Rp 300 juta dari tangan David pada perampokan di SPBU Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (9/6) lalu. Setelah mereka merampok, mereka membagi-bagikan uang itu di Tajur, Bogor. Namun kedatangan polisi membubarkan kumpul-kumpul penjahat itu.

“Setelah berkumpul dan bagi-bagi hasil, mereka berpencar membubarkan diri. Berpencarnya ini yang sedang kita cari,” kata dia.

Sudah ada dua orang terduga pelaku yang ditangkap polisi. Kini Polisi masih memburu pelaku yang masih berpencar itu.

Davidson Tantono (31) dirampok di SPBU Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (9/6) siang lalu. Korban dibuntuti sejak bertransaksi di BCA Green Garden.

Saat itu korban membawa uang tunai Rp 300 juta dari bank dengan menggunakan mobil Toyota Innova. Dalam perjalanannya, korban digembosi bannya hingga akhirnya menepi di SPBU.

Ketika korban membuka pintu mobil, salah satu pelaku merampas tas korban berisi uang ratusan juta. Korban coba mempertahankan tasnya itu, namun pelaku menembaknya tepat di pelipis kepala hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: