Iklan
//
Anda membaca...
Kesehatan

Disebut Anti Vaksin, Ini Kata Oki Setiana Dewi dan Suami

Oki Setiana Dewi dan suaminya, Ory Vitrio

Oki Setiana Dewi dan suaminya, Ory Vitrio. (Instagram @oryvitrio)

Anekainfounik.net. Beberapa hari lalu tersiar kabar bahwa kedua anak Oki Setiana Dewi terkena penyakit campak. Diduga hal ini disebabkan karena kedua anaknya, Maryam dan Khadeejah, belum di vaksin dari sejak lahir.

Hal ini bermula dari seorang dokter bernama Piprim Basarah Yanuarso, yang pada status Facebook-nya membeberkan bahwa Oki merupakan seseorang ibu anti vaksin. Tak lama kemudian, hal tersebut menjadi viral dan menjadi perbincangan negatif bagi para netizen.

Baca juga: 2 Putri Oki Setiana Kena Campak, Tak Diimunisasi Dianggap Mengandung Babi?

Namun, Oki Setiana Dewi memilih untuk tak menjawab klaim tersebut. Istri dari Ory Vitrio itu memilih untuk menjawab pertanyaan soal keadaan terkini Maryam dan Khadeejah.

“Alhamdulillah Maryam dan Khadeejah sudah sehat dan ceria seperti sedia kala. Kemarin mereka kena campak dan ada sebelas anak di sekolahnya yang kena campak. Campak kan cepat sekali menular pada anak kecil,” ujar Oki saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (15/6).

Saat awal-awal terserang campak, kedua anaknya sempat tak mau makan dan minum. Sehingga, pihak rumah sakit pun menyarankan agar Maryam dan Khadeejah dirawat di rumah sakit.

“Maryam dan Khadeejah tidak mau makan dan minum. Dokter menyarankan mereka bisa dirawat di rumah karena dia susah makan dan minum. Jadi takut dehidrasi, makanya dirawat di rumah sakit. Tapi Alhamdulillah udah sehat dan udah bisa loncat-loncat lagi,” tambahnya.

Suami Oki, Ory Vitrio angkat bicara soal kabar tersebut. Menurut Rio, pembahasan vaksin tidak pernah ada habisnya. Tidak mau pemberitaan semakin panjang, Rio tak mau mengiyakan atau membantah kalau Oki termasuk orangtua yang anti vaksin.

“Memang lebih baik statementnya nggak usah bahas itu karena akan jadi lebih panjang. Panjangnya nanti, kalau saya bilang vaksin yang anti vaksin, wah mba Oki kok tahu agama tapi nggak ikutin agama anjuran ulama, meskipun ada juga yang menghalalkan,” jawab Rio, suami Oki Setiana Dewi kepada detikHOT, Rabu (14/6/2017).

“Kalau saya bilang, saya tidak pernah menstatement anak saya imunisaisi atau tidak,” tegasnya.

Soal anjuran yang diberikan dokter Piprim, Rio membenarkan kalau istrinya sempat dianjurkan untuk memvaksin kedua anaknya.

“Dulu, sempat dokter Piprim (kirim) Twitter ke istri saya, Oki. Mba Oki segera anaknya divaksin ya. Terus Oki balas, iya dok terimakasih jazakumullah,” aku Rio.

Menurut Rio, istrinya hanya mengucapkan terima kasih dan tidak pernah memberikan statement soal mau atau tidaknya dia memberikan vaksin.

“Tiba-tiba, sekarang anak saya sakit campak, gara-gara Mariam ketularan sama teman sekelasnya.Teman sekelasnya ada sebelas orang yang kena campak, saya tanya ternyata sebagian imunisasi, sebagian tidak. Dan, semua tergantung kondisi imun anak-anak itu, imunnya kuat atau nggak,” cerita Rio tentang awal mula anaknya terkena campak.

Gejala yang dialami Mariam pun sama dengan kesebelas temannya. Selama tiga hari, badan Mariam panas dan hari keempatnya keluar bintik-bintik merah yang kemudian menghitam saat sembuh.

“Hampir semua seperti itu, vaksin nggak vaksin prosesnya sama. Nggak bisa disalahin juga karena nggak imunisasi atau imunisasi. Anak saya ini, dibilang imunisasi atau nggak pun ya intinya sama aja prosesnya,” ungkap Rio.

Sedangkan Khadeejah, tertular campak dicurigai karena kesalahan Rio yang tidak mengganti bajunya setelah menggendong Mariam. Alhasil, Khadeejah juga tertular campak.

“Yang tahukan saya nih, vaksin atau nggak vaksin. Bisa saja kan, anak saya dua-duanya imunisasi, atau satu iya satu nggak, atau dua-duanya nggak imunisasi. Saya pun tidak menyarankan untuk imunisasi ataupun tidak,” tegas Rio.

Penjelasan dr Pipim soal paham anti vaksin

Mereka yang menganut paham anti vaksin tidak selalu berarti berpendidikan rendah. Di antara para penolak vaksin tersebut diketahui ada yang menyandang gelar pendidikan tinggi termasuk di antaranya para tokoh publik.

Mengapa hal ini bisa terjadi? dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), dari Rumah Vaksin menjelaskan karena gerakan anti vaksin menyerang ideologi. Terutama di Indonesia penolakan vaksin tumbuh berputar di dua isu besar yaitu kepercayaan bahwa vaksin mengandung babi yang haram bagi pemeluk agama islam dan vaksin merupakan konspirasi dari yahudi.

Kedua isu tersebut sebetulnya beberapa kali sudah pernah diklarifikasi oleh ahli mulai dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDA), hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun tetap saja gerakan anti vaksin masih ada.

“Bahayanya anti vaksin ini enggak ilmiah karena dari sisi ideologi, agama. Maka orang-orang yang pinter dan rasional sekalipun begitu disentuh sisi ideologinya misal dengan babi atau konspirasi musuh islam maka rasionalnya dia gak jalan,” kata dr Piprim kepada detikHealth dan ditulis Kamis (15/6/2017).

“Pendekatan ideologi itu di luar rasionalitas,” lanjutnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: