Iklan
//
Anda membaca...
Bisnis

Menteri Susi Marah Dituding Rokhimin Dahuri Sebar Data Bohong

Menteri Susi Pudjiastuti marah disebut bohong

Menteri Susi Pudjiastuti marah disebut bohong. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, marah dengan tuduhan bahwa dirinya menyebarkan data-data bohong terkait sektor perikanan di Indonesia, pasca pemberantasan pencurian ikan atau Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

Sebelumnya, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Rokhimin Dahuri menyatakan bahwa data mengenai stok ikan di Indonesia yang disampaikan Susi mencapai di atas 12 juta ton dianggap bohong.

‎Dalam tulisannya, Rokhimin mengungkapkan sejumlah alasannya. Pertama, ketika pertama kali dilakukan pengkajian stok ikan laut Indonesia pada 1981, hasilnya memang berupa kisaran, yakni antara 6,5 – 16 juta ton per tahun, bergantung pada luasan area dan jenis-jenis ikan yang disurvei. Karena keterbatasan teknologi dan dana, survei (pengkajian) stok ikan, maka potensi produksi lestari (MSY) ikan laut Indonesia sekitar 6,5 juta ton per tahun. Angka ini berlaku hingga 2013.

Kedua, seiring dengan kemajuan teknologi dan anggaran APBN yang tersedia, pengkajian stok ikan laut Indonesia dengan areal dan jenis ikan yeng disurvei lebih luas dan banyak, maka MSY stok ikan laut Indonesia ketemu sekitar 7,3 – 10 juta ton per tahun. Pada 2014 KKP atas rekomendasi Komisi Pengkajian Stok Ikan Nasional, menetapkan MSY ikan laut sebesar 7,3 juta ton per tahun.

Ketiga, di masa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi (dilantik sebagai Menteri pada Oktober 2014), untuk menjustifikasi kebijakan yang keliru (Permen KP No. 56/2014, No. 57/2014, No. 1/2015, No. 2/2015, dan lainnya), pada awal 2016 KKP mengumumkan MSY meningkat jadi 9,93 juta ton per tahun.

Menurut Ketua Komisi Pengkajian Stok Ikan Nasional, Indra Jaya, angka tersebut tidak melalui konsultasi dengan Komisi ini. Bahkan, menurut Indra Jaya, Komisi ini berkali-kali meminta rapat dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, tapi hingga sekarang belum pernah dikabulkan.

Keempat, dalam seminggu terakhir tiba-tiba Menteri Kelautan dan Perikanan kembali menaikkan MSY ikan laut Indonesia jadi 12,5 juta ton per tahun. Untuk menjustifikasi berkat kebijakannya, stok ikan laut meningkat dua kali lipat.

Sebab, menurut undang-undang, yang berhak mengeluarkan data MSY itu adalah Komisi Pengkajian Stok Ikan Nasional (LIPI, beberapa perguruan tinggi ternama, dan Balitbang KKP).

Menanggapi hal itu, Susi menyatakan dirinya dituduh mengungkapkan data-data mengenai stok perikanan di Indonesia yang tidak benar.

Susi Pudjiastuti mengungkapkan, selama menjabat sebagai menteri, dirinya selalu memaparkan‎ data-data berdasarkan kajian dan sumber yang sudah terverifikasi.

“Saya ingin mengkonfirmasi bahwa saya selama kerja KKP tidak pernah membuat statement publik yang datanya bohong‎. Saya ini pejabat publik, disumpah, masak sampaikan data bohong,” kata Susi di kantornya, Senin (19/6/2017).

‎Mengenai data stok ikan di Indonesia yang bisa ditangkap yang saat ini sebanyak 12,5 juta ton, Susi mengaku ini adalah data valid yang dikeluarkan langsung oleh Komisi Nasional Pengkaji Sumber Daya Ikan (Kajiskan).

Ia menegaskan, sebagai pejabat publik, dirinya mengaku tidak ada untungnya menyajikan data-data yang tidak akurat ke masyarakat. Justru sebagai menteri, dirinya harus menyajikan data yang transparan demi kemajuan perikanan di Indonesia ke depannya.

“Lagi pusing-pusing begini, urusan banyak. Dari ikan bersertifikat, kapal. Apalagi kebohongan publik. Kemudian utang perusahaan katanya disebar ke mana-mana. Punya utang itu semua perusahaan juga punya utang. Wajar,” jelas Susi.

“Tapi sekarang kejelekan pejabat udah di ‘eber-eber’ sudah tidak rasional. Memang pinjam bank tidak perlu pakai jaminan. Kemarin aku dengar nelayan saja susah pinjam buat bikin kapal. Itu harus ada jaminan tambahan. Kalau perusahaan utang pasti ada jaminannya. Coba kamu datang ke bank mau pinjam uang Rp 500 juta, dikasih tidak?” imbuh Susi

Saat ini dia mengaku sudah cukup pusing dihadapkan dengan berbagai persoalan yang menyangkut mengenai perikanan di Indonesia, mulai dari ilegal fishing, pelarangan penggunaan cantrang, dan lain sebagainya.

“Sekarang saja sudah pusing, banyak pekerjaan, malah dituduh bohong. Ini dizalimi namanya, saya dizalimi ini, kejam, tidak punya perasaan,” ucap dia.

Soal data peredaran kapal-kapal pelaku pencurian ikan di dalam negeri juga didapatkannya tidak sembarangan. Susi mengatakan, saat ini pencurian ikan belum selesai dan hilang begitu saja. Pencurian ikan masih terjadi.

“Tangkap sini, geser sana. Awasi sana, geser sini. Selalu begitu, namanya juga pencuri. Kalau kita anggap pencurian ikan itu selesai, enggak bisa. Kecuali Filipina dan semua wilayah lainnya sudah banyak lagi ikannya,” kata Susi.

“Saya selama bekerja di KKP ini tidak pernah membuat pernyataan publik yang datanya itu mengada-ada atau bohong, apalagi sebagai pejabat publik melakukan kebohongan, masyarakat bisa melakukan class action. Tidak cuma dipecat sama presiden tapi juga bisa kena class action kan oleh masyarakat, bahwa sebagai pejabat publik saya melakukan kebohongan,” papar Susi.

Dia kembali menekankan, tidak ada untungnya membuat berita bohong. Sebagai seorang pejabat publik dia harus mengemukakan data benar kepada masyarakat .

“Tidak ada Kementerian Kelautan, apalagi saya sebagai menteri membuat pernyataan-pernyataan, data-data ke publik yang bohong. Untuk apa? Untuk terkenal? Memang terkenal dibayar? Malah lebih sering diganggu wartawan, rugi. Sekarang privasi tidak ada. Orang ganggu mau foto. Enggak ada untungnya jadi terkenal. Gajinya juga tidak naik sama presiden. Emang kalau tambah populer gajinya dinaikin. tidak juga. insentifnya naik? tidak juga. insentif sampai hari ini juga belum dibayar,” kata Susi tertawa.

Susi merasa sakit hati karena dituduh membuat berita bohong. “Tuduhan yang dzalim. Tuduhan yang kejam, tidak punya perasaan orang menuduh seorang pejabat publik,” tegas Susi

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: