Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Tayangkan Video Toleransi, Divisi Humas Polri Malah Dituding Fitnah Umat Islam

Potongan gambar di film Kau Adalah Aku yang Lain

Potongan gambar di film Kau Adalah Aku yang Lain. (Youtube)

Anekainfounik.net. Akun Facebook Divisi Humas Polri menayangkn video film berjudul “Kau Adalah Aku yang Lain” pada Sabtu (24/6/2017). Film karya Sugianto atau Anto Galon, sineas asal Semarang ini memenangkan juara pertama di kategori film pendek Police Movie Festival 2017 yang tahun ini memasuki tahun ke-4.

Video berdurasi 7 menit 41 detik ini sebenarnya berisikan pesan moral yang bagus, tentang toleransi dalam hal keberbedaan keyakinan di Indonesia. Namun, sebagian netizen malah menuding Humas Polri memfitnah umat Islam.

Digambarkan ada oknum umat Islam yang tidak mau membuka jalan yang ditutup karena pengajian, ketika ada ambulans mau lewat mengangkut pasien kritis yang kebetulan beragama Kristen Katolik.

Anggota polisi yang beradegan mengamankan acara itu terlibat perdebatan dengan seorang warga yang bersikeras menolak.

“Tolonglah, pak, ini demi kemanusiaan,” kata polisi.

“Kemanusiaan itu kan kalau agamanya, sama. Lha, ini kan beda. Seharusnya polisi menjaga warga yang sedang beribadah. Jangan malah mengganggu. Dosa kamu,” kata sang anggota jamaah.

”Pak, saya lebih baik berdosa membantah omongan Bapak daripada saya berdosa membiarkan orang mati di sini,” jawab polisi.

Pria itu tetap bersikeras termasuk saat jamaah lain memintanya untuk membuka jalan. Ia malah menyebut yang tidak sependapatnya dengan sebutan kafir.

“Tidak boleh mengganggu pengajian. Kafir!”, ujar bapak tua berjenggot itu.

Lewat potongan adegan itu, Anto sebenarnya berupaya menggambarkan pentingnya kemanusiaan dalam hidup bermasyarakat, jauh di atas nilai-nilai lain. Film ini juga menampilkan ceramah oleh KH Budi Harjono, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Al Ishlah, Tembalang, Kota Semarang. Bahkan sebagian adegan diambil di pondok itu.

Ceramah KH Budi memang sering menekankan soal toleransi dan sikap terbuka dengan ajaran lain. Dengan sikap dan pandangan- pandangan seperti itu, agama akan muncul dalam bentuk yang lembut.

Walaupun demikian, sebagian netizen justru menganggap video ini tendensius memfitnah umat Islam sehingga menjadikan Islam Phobia.

Misalnya Edy Ground, “Video fitnah terhadap umat Islam. Mana ada umat Islam yang menghalangi ambulans, ampe liat agama penderitanya. Fitnah!”

“Hmm…Mengenang pas sholat id di tanah Papua, kala itu masjid dibakar saat umat Islam tengah sholat idul fitri.. Dan yang bakar diundang ke istana,, harusnya itu difilmkan, bukan justru menyudutkan umat muslim..”, ujar Rachman Aji.

Sementara itu, netizen lain menghubungkannya dengan aksi Bela Islam 212 yang dianggapnya toleran.

“TOLONGLAH PAK dipikir dulu kalau bikin film… Emang kalian lupa waktu aksi 212 ada non muslim yang mau nikah dikasih jalan?? Apalagi orang yang kritis… Ada2 ajah neh pemikirannya!” kata akun Yoga Sanjaya.

Simak videonya di bawah ini.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: