Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Di Saat Ribut Boikot Starbucks, Jokowi Promosikan ‘Kopi Susu Tetangga’

Jokowi Ngopi 'Kopi Susu Tetangga' di Cipete

Jokowi Ngopi ‘Kopi Susu Tetangga’ di Cipete

Anekainfounik.net. Belakangan ini, ramai di sosial media mengenai seruan boikot terhadap produk Starbucks yang didengungkan Pengurus Pusat (PP) bidang ekonomi Muhammadiyah. Boikot itu sebagai bentuk protes terhadap pernyataan CEO Starbucks, Howard Schultz yang dianggap mendukung pernikahan sejenis.

Di saat ramai soal itu tersebut, sekitar pukul 11.30, Minggu (2/7/2017)., Jokowi bersama ibu Negara, Iriana dan dua anaknya yaitu Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep mendatangi Toko Kopi Tuku yang ada di Jalan Cipete Raya No. 7, Jakarta Selatan.

Saat berada di Toko Kopi tersebut, Jokowi disambut pemilik toko kopi tersebut, Andanu Prasetyo atau yang sering dipanggil Tyo. Saat mengantri, Jokowi memesan salah satu kopi yang paling enak kepada kasir toko kopi tersebut.

“Kopi apa yang paling enak?” tanya Presiden dalam keterangan tertulis, Minggu (2/7/2017).

Kopi susu tetangga adalah minuman yang direkomendasikan Tyo. Setelah itu, Jokowi bersama Ibu Iriana memilih tempat di pojok toko kopi tersebut untuk berbincang-bincang dengan Tyo.

“Dulu jenis kopi tidak sebanyak sekarang, hanya kopi hitam saja,” ucap Ibu Iriana.

Sementara itu, Jokowi memberikan pujian terhadap Tyo yang memiliki toko kopi tersebut. Menurut Jokowi, toko kopi ini mengutamakan produk lokal dan semua biji kopi yang digunakan dalam proses kopi tersebut berasal dari dalam negeri.

“Saya sangat mengapresiasi ini brand lokal, brand tradisional yang sukses ciptaannya anak-anak muda, untuk mengembangkan brand-brand lokal, brand tradisional yang seperti ini,” ujar Jokowi.

Jokowi memang dikenal sebagai sosok yang menjawab isu dengan berbagai simbol. Dengan mengunjungi toko kopi dan disorot media, Jokowi ingin mempromosikan produk lokal di tengah serbuan merek asing.

Presiden seolah ingin mengatakan, daripada ribut soal boikot Starbucks mending mari buka usaha toko kopi sendiri. Atau minimal promosikan produk lokal, karya anak bangsa. Karena teriak-teriak boikot itu tidak ada gunanya. Kalau memang ingin negeri ini maju, menolak LGBT, lakukanlah sebuah kerja nyata, sebuah karya dan sebuah produk alternatif.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: