Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Muhammad Hidayat, Pelapor Kaesang Ternyata Pengagum Berat Rizieq

Muhammad Hidayat Situmorang

Muhammad Hidayat Situmorang. (metrotvnews.com)

Anekainfounik.net. Muhammad Hidayat Situmorang (52), pelapor Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), ternyata pengagum berat imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, yang kini kabur dari masalah hukum yang menjeratnya.

“Saya mengagumi Rizieq,” ujar Hidayat kepada beberapa wartawan saat ditemui di kediamannya di Jalan Palem V Perumnas I Jakasampurna, Bekasi Barat, Rabu 5 Juli 2017, seperti diberitakan metrotvnews.com.

Namun ia membantah anggota ormas tersebut.

“Enggak ikut mana-mana, saya cuma rakyat biasa, rakyat jelata,” ujarnya.

Muhammad Hidayat mengaku tidak ragu meski yang dilaporkan adalah putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep. Dia berpendapat, seharusnya setiap warga negara punya posisi yang sama di mata hukum.

“Jangan karena dia anak Presiden, anak petani, kemudian ada perbedaan perlakuan hukum,” kata Hidayat.

Namun, Hidayat malah menganggap langkah polri berlebihan dalam kasus percakapan mesum Rizieq Shihab di WhatsApp.

“Pertanyaannya ngeri-ngeri sedap ini, kalau ada pertanyaan yang mirip, sampaikan ke pak Tito (Kapolri). Pak Tito kenapa yang dibidik Pak Habib Rizieq? Ini sebuah kondisi seharusnya yang tak terjadi,” kata Hidayat.

Ia juga malah mendukung langkah Rizieq mangkir dari panggilan polisi. Apalagi ada kemungkinan Rizieq ditahan.

“Sudah ada kondisi beliau (Rizieq) akan ditangkap dan ditahan, maka apabila itu terjadi akan timbul kondisi yang tidak diinginkan oleh semua pihak, yaitu terjadi konflik horizontal,” tuturnya.

Jika Rizieq mengikuti proses hukum, Hidayat berpendapat pengagum Rizieq berpotensi melakukan tindakan anarkis. Menurutnya, Rizieq pasti sudah mempertimbangkan hal tersebut sehingga memutuskan untuk tidak kooperatif terhadap kasus hukumnya.

“Habib Rizieq mungkin pertimbangkan itu menjadi dasar menurut beliau untuk sementara tidak mengikuti proses hukum yang ada,” ujarnya.

Dia juga berpendapat Rizieq memiliki pertimbangan secara Islam. Di dalam Islam, disebut menghindari kemudaratan lebih besar harus didahulukan meskipun itu yang ditinggalkan itu menjadi hak seseorang tentang sesuatu.

“Tapi kalau hak itu dipenuhi, timbul kemudaratan lebih besar, misalnya terjadi malapetaka,” imbuhnya.

Kaesang dilaporkan Muhammad Hidayat karena disebut melakukan penodaan agama. Penodaan agama tersebut terkait dengan vlog pribadi Kaesang yang berjudul ‘Bapak Minta Proyek’. Dalam laporan polisi bernomor LP/1049/K/VII/2017/SPKT/Restro Bekasi Kota, tertanggal 2 Juli 2017, Hidayat menuliskan kalimat penodaan agama yang dimaksud. Hidayat menilai, ucapan Kaesang dalam vlognya terkesan mengadu domba dan mengkafir-kafirkan. Hal ini diatur dalam pasal 156 dan 156a KUHP.

Baca juga: Laporkan Kaesang, Muhammad Hidayat Situmorang Siap Tanggung Resiko

Ucapan yang dimaksud adalah: “Enggak mau menyalatkan padahal sesama muslim karena perbedaan dalam memilih pemimpin, apaan coba, dasar ndeso,”

Untuk diketahui, Muhammad Hidayat saat ini masih berstatus sebagai tersangka kasus ujaran kebencian. Bahkan, dia pernah ditahan Polda Metro Jaya karena menyebarkan konten fitnah terkait Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: