Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Dituding Yulianis Terima Rp 1 M dari Nazaruddin, Ini Kata Adnan Pandu

Yulianis memberikan keterangan di rapat Pansus Angket KPK

Yulianis memberikan keterangan di rapat Pansus Angket KPK. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Mantan pimpinan KPK Adnan Pandu Praja menyayangkan tuduhan Yulianis yang mengatakan dirinya menerima duit Rp 1 miliar ketika menangani kasus eks Bendum Partai Demokrat M Nazaruddin. Tentu ia menyangkal tuduhan ini.

“Saya terkejut, tiba-tiba Saudari Yulianis menyebut nama saya di sidang Pansus Angket tersebut. Saya disebut menerima uang Rp 1 miliar. Sesuatu yang tentu saja tidak benar,” ungkap Adnan Pandu Praja memberi klarifikasi, Senin (24/7/2017).

Apalagi pengakuan tersebut memposisikan Yulianis sebagai orang yang mendengar cerita dari rekannya, eks Direktur Marketing PT Anugerah Nusantara, Minarsi. Ini tentu berbeda dengan posisinya ketika memberi informasi atas pengalamannya sendiri.

“Dalam hukum ini disebut hear say atau testimonium de auditu. Tentu jenis kesaksian seperti ini tidak bisa dijadikan alat bukti,” tegas Adnan.

Jika memang benar terjadi, seharusnya hal ini diungkap sekaligus saat Adnan masih menjabat pada periode 2010-2015, sehingga proses hukum atasnya juga bisa dilaksanakan, termasuk sidang etik.

Walau demikian, Adnan menegaskan di KPK praktik semacam itu mustahil terjadi. Sebab, ada mekanisme yang memastikan satu orang komisioner tidak dapat mempengaruhi penanganan perkara tertentu. Terlebih kasus Nazaruddin hingga kini masih berproses, walau Adnan sudah tak lagi menjabat.

“Akhirnya saya ingin sampaikan, biarlah nanti kebenaran akan terungkap. Saya siap menjelaskan dalam proses apa pun kebenaran tersebut,” tutupnya.

Sebelumnya, di depan Pansus Hak Angket sore tadi, eks Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis membuka ‘cacat’ KPK dalam pengusutan kasus Hambalang yang melibatkan M Nazaruddin. Nazaruddin disebut menyuap komisioner KPK.

“Saya tahu karena Bu Minarsi yang cerita kepada saya. Yang memfasilitasi Bu Elza Syarief. Penyerahan uang itu di kantor Bu Elza Syarief, di situ hanya ada Minarsi, Marisi Matondang, Elza Syarief, Hasyim (adik Nazaruddin), dan Adnan Pandu,” kata Yulianis di gedung DPR, Jakarta.

“Uangnya Pak Nazar, itu setahu saya baru ngasih Rp 1 miliar. Saya sudah laporkan juga hal ini ke KPK,” sambung Yulianis.

Selain itu, Yulianis mengatakan Nazaruddin memiliki kedekatan khusus dengan pimpinan KPK saat itu.

“Orang KPK itu punya hubungan dengan Nazaruddin dan bisa menjaga Nazaruddin dalam kasus di KPK, yaitu Ade Raharja, Johan Budi, Chandra Hamzah komisioner KPK. Itu waktu awal kasus, tapi ini saya yang bicara yang saya alami sendiri. Bukan hanya komisioner, tetapi juga penyidik KPK Yurod Saleh,” ucap dia.

Dalam rapat tersebut, Yulianis jua mengatakan KPK memberi perlakuan spesial dalam pengusutan perkara M Nazaruddin. Tak hanya itu, Yulianis juga menyerang KPK dengan menyebut KPK hanya menangani 5 kasus Nazaruddin dari 162 proyek yang ditanganinya. Sedangkan kejaksaan menangani 9 kasus, dan kepolisian 15 kasus.

Tak berhenti di situ, soal aset Nazar juga dipersoalkan. Menurut Yulianis, masih banyak aset Nazaruddin yang belum disita.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: