Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Jadi Komisaris, Bondan Winarno Bicara soal Beras Premium Palsu

Bondan Winarno

Bondan Winarno

Anekainfounik.net. Komisaris Independen PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (TPSF) yakni pakar kuliner Bondan Winarno angkat bicara terkait persoalan yang menimpa anak perusahaan tempat dirinya bernaung yakni PT Indo Beras Unggul (IBU).

Perusahaan tersebut memproduksi beras dalam kemasan dengan merek “Ayam Jago” dan “Maknyuss”.

“Sejak 2009 saya sudah berada di dalam TPS sebagai Komisaris Independen. I stand behind the Company and its product,” ujar Bondan, Senin (24/7/2017), seperti diberitakan Kompas.com.

Bondan yang juga menjadi bintang iklan beras merek “Maknyuss” ini menegaskan, bahwa dirinya memahami segala model bisnis maupun proses produksi di lingkungan PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk.

Namun Bondan tak menjelaskan lebih rinci bagaimana proses produksi yang diterapkan. Akan tetapi pihaknya menegaskan bila ditemukan kesalahan oleh manajemen maka akan segera dilakukan perbaikan.

“Saya paham business model process maupun proses produksi di lingkungan TPS. Bila perusahaan melakukan kesalahan, kami akan mengoreksinya,” jelasnya.

Menurut Bondan, dengan persoalan ini, seluruh jajaran Direksi perusahaan telah menjelaskan semua kronologi kepada otoritas yang berwenang maupun pemegang saham perusahaan.

Sebelumnya, juru bicara PT Indo Beras Unggul (IBU) Jo Tjong Seng menegaskan, pihaknya tidak melakukan pelanggaran hukum yakni memanipulasi kandungan beras seperti dugaan banyak pihak, termasuk Kepolisian.

“Kami tidak lakukan pelanggaran. Pabrik kami juga tidak disegel, hanya diberi police line dari otoritas yang berwenang,” kata dia.

Seperti diketahui, gudang beras milik PT IBU di Jalan Rengas kilometer 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017), digerebek polisi.

Penggerebekan dilakukan terkait dugaan manipulasi kandungan beras. Anak usaha dari PT Tiga Pilar Sejahtera tersebut diduga telah mengubah gabah jenis IR64 yang dibeli seharga Rp 4.900 dari petani dan menjadi beras bermerek.

Gabah itu diproduksi menjadi dua merek beras dengan harga jual berbeda, yakni ‘Maknyuss’ seharga Rp13.700 per kilogram dan ‘Cap Ayam Jago’ seharga Rp20.400 per kilogram.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: