Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Bikin Piagam Sindiran untuk Menristekdikti, 2 Mahasiswa Unnes Dipolisikan

Piagam sindiran untuk Menristekdikti

Piagam sindiran untuk Menristekdikti. (Facebook)

Anekainfounik.net. Dua orang mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dipolisikan karena mengunggah foto piagam sindiran yang ditujukan untuk Menristekdikti, M Nasir, ke medsos. Piagam tersebut mengkritik Uang Kuliah Tunggal (UKT.

Pelaporan ke kepolisian dilakukan oleh Koordinator Keamanan Unnes pada tanggal 9 Mei 2017 lalu sedangkan terlapor adalah Julio Belnanda Harianja dari Fakultas Hukum dan Harist Achmad Mizaki dari Fakultas Teknik.

Mereka dilaporkan telah melanggar UU ITE karena mengunggah foto piagam sindiran di facebook dan instagram. Postingan itu dianggap mencemarkan nama baik Unnes dan Menristekdikti.

“Inisial pelapor AB. Yang melaporkan bukan rektor,” kata Kepala UPT Pusat Humas Unnes, Hendi Pratama, Minggu (30/7/2017), dilansi Detikcom.

Akhir-akhir ini gambar piagam tersebut menjadi viral di kalangan aktivis mahasiswa termasuk foto surat panggilan dari kepolisian terhadap Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unnes, Muhamad Adib.

Hendi menjelaskan pelaporan dilakukan karena piagam tersebut meskipun berjudul penghargaan namun isinya berisi hinaan kepada Menristekdikti. Kemudian piagam juga mengatasnamakan Unnes.

“Piagam tersebut mengatasnamakan Unnes padahal manajemen Unnes tidak ada yang menyetujui piagam tersebut. Pelaporan Unnes ini bukan bentuk kriminalisasi karena dugaan tersebut disertai dengan bukti yang kuat,” jelas Hendi.

“Sebelum pelaporan tersebut, UNNES telah melalukan pembinaan kepada terlapor namun pelapor menolak untuk memperbaiki kesalahannya,” imbuhnya.

Piagam tersebut tercantum nama M Nasir dan di bawahnya bertuliskan “Telah menciderai semangat asas ketunggalan UKT di Perguruan Tinggi”. Piagam ditandatangai oleh Adib selaku Presiden BEM Unnes.

Adib dipanggil oleh penyidik Polrestabes Semarang hari Rabu (26/7) lalu sebagai saksi karena menandatangai piagam dan menyerahkannya ke M Nasir. Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna mengatakan, kepolisian merespon setiap laporan dan memang memanggil saksi untuk kumpulkan bukti sebelum memanggil pelapor dan terlapor.

“Kalau ada laporan, kita tangani. Kita lakukan pemanggilan saksi-saksi dulu untuk kumpulkan bukti, baru panggil pelapor dan terlapor,” kata Suwarna.

Dukungan terhadap dua mahasiswa yang dilaporkan itu terus berdatangan termasuk muncul banyak meme di media sosial dari sejumlah alumni Unnes bernada sindiran “bapak melaporkan anak”

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: