Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Novel Baswedan Yakin Kapolri Sudah Tahu Polisi yang Terlibat Penyerangan

Novel Baswedan di Singapura

Novel Baswedan di Singapura. (Kumparan.com)

Anekainfounik.net. Novel Baswedan menduga Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah mendapatkan laporan atau bukti bahwa ada keterlibatan polisi dalam kasus penyerangan terhadap dirinya. Bentuk keterlibatan itu, kata penyidik utama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ini, polisi tersebut menerima suap sebagai kompensasi meneror dirinya serta penyidik KPK lainnya.

Dugaan itu muncul setelah Tito bertemu dengan Presiden Joko Widodo melaporkan perkembangan kasus penyerangan terhadap Novel.

“Oleh karena itu, perlu kerja sama dengan KPK. Sebab awal-awal investigasi, pernah KPK menawarkan akan membantu polisi, tapi ditolak karena bukan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) KPK,” ujar Novel kepada Tempo, Selasa, 1 Agustus 2017.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi pada Senin, 31 Juli 2017, Tito mengatakan sudah mengajak KPK bergabung bersama tim penyidik kepolisian. Namun, tawaran yang diklaim sudah disampaikan sejak 16 Juni lalu tersebut belum mendapat respons dari KPK. Tito menuturkan kepolisian terbuka bila KPK ingin bergabung bersama mengungkap pelaku penyerangan Novel Baswedan.

Tito juga mengatakan segera membentuk tim investigasi beranggotakan Polri dan KPK untuk mengungkap kasus penyiraman air keras ke wajah Novel. Menurut Tito, tim ini akan meminta keterangan Novel terkait dengan dugaan keterlibatan jenderal polisi. Novel menyambut baik soal rencana tersebut.

Mestinya, kata Novel Baswedan, Kapolri diuntungkan apabila dibentuk tim investigasi. Dengan demikian, dalam pengungkapan kasus tersebut kepolisian dapat melihat secara obyektif proses yang sekarang sedang berjalan.

“Hal itu sekaligus bisa menjadi legitimasi bagi Kapolri untuk menindak oknum yang terlibat,” ujar Novel.

Novel yakin, apabila penyidikan pelaku teror hanya melibatkan kepolisian, teror yang menimpanya tidak akan terungkap. Novel Baswedan menyebutkan upaya untuk menggandeng KPK dikhawatirkan hanya untuk pembenaran seolah-olah penyidikan dilakukan dengan serius.

Ia menduga, para dalang pelaku teror sesungguhnya tak banyak, hanya “saya tidak tahu pengikutnya banyak atau tidak. Yang jelas pangkatnya cukup tinggi.”

Soal sosok di balik layar dengan pangkat tinggi itu sudah pernah beberapa kali disampaikan Novel sebelumnya. Ia pertama kali menyebut dalang kasus penyiraman air keras terhadap dirinya sebagai “oknum jenderal polisi yang cukup berpengaruh di Mabes Polri” dalam wawancara dengan Majalah TIME, 10 Juni.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: