Iklan
//
Anda membaca...
Kesehatan

Mengenal Dumolid, Obat Susah Tidur yang Jerat Tora Sudiro-Mieke

Penampakan Dumolid 5mg

Penampakan Dumolid 5mg. (Istimewa/Tirto.id)

Anekainfounik.net. Polisi menangkap pasangan artis Tora Sudiro dan Mieke Amalia terkait penggunaan Dumolid di kediamannya di Bali View, Cireundeu, Tangsel, Kamis (3/8/2017) siang ini. Penyidik menemukan 30 pil Dumolid. Pil Dumolid dikonsumsi keduanya dengan alasan susah tidur.

“Pengakuannya karena susah tidur. Itu saja,” kata Kasat Narkoba Polres Jaksel Kompol Vivick Tjangkung kepada wartawan,.

Menurut pengakuan Tora dan Mieke, mereka mengkonsumsi pil tersebut saat dalam kondisi susah tidur.

“Mereka minum itu kalau susah tidur,” ujar Vivick.

Tora mengaku membeli obat itu dari temannya.

“(Beli) dari temannya,” kata Vivick.

Vivick belum menjelaskan siapa teman Tora tersebut. Namun Tora ditawari Dumolid saat susah tidur.

Bukan kali ini saja ada pihak yang terkait kepolisian karena kepemilikan dumolid. Pada 2013 lalu, Krisyandi, warga kota Tasikmalaya, dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana menerima penyerahan psikotropika Golongan IV. Krisyandi ditangkap dengan barang bukti 40 butir kemasan strip obat jenis Dumolid Nitradiazepine 5 mg. Krisyandi lantas dijatuhi hukuman pidana dengan penjara selama tiga bulan dan denda sebesar Rp 500.000.

Selain Tora, Mieke, dan Krisyandi, obat jenis dumolid ini juga menyeret Ridho Rhoma ke kepolisian. Apa sebenarnya tablet yang disebut-sebut sebagai dumolid tersebut?

Dumolid sejatinya merupakan merk dagang bagi obat generik nitrazepam. Obat yang mempunyai nama di IUPAC 7-nitro-5-phenyl-1,3-dihydro-1,4-benzodiazepin-2-one ini berbentuk tablet oral. Dumolid adalah sejenis obat benzodiazepin, yang merupakan obat penenang yang kuat. Di pasaran, dumolid juga diistilahkan sebagai N-desmethylnimetazepam, Nitrazepamum, atau NTZ.

Apa efek dumolid bagi tubuh? Ia memperpendek waktu yang dibutuhkan untuk tertidur dan memperpanjang durasi tidur.

Seperti diberitakan Tirto.id, obat golongan benzodiazepin membutuhkan resep dokter. Obat-obat jenis ini tidak dijual bebas karena dapat menyebabkan kecanduan tingkat tinggi, sehingga harus dikonsumsi secara sangat hati-hati. Dalam dunia medis, kegunaan dumolid adalah untuk mengatasi depresi. Obat ini sama dengan fungsi obat Megadon.

Dumolid atau nitrazepam biasanya dipakai sebagai hipnotik untuk terapi jangka pendek dan mengatasi gangguan insomnia, depresi, cemas, serta iritabilitas. Dosis nitrazepam yang terlalu tinggi dapat menimbulkan gangguan kepribadian.

Efek jangka pendek dari dumolid adalah menurunnya kemampuan kecerdasan, reaksi acuh tak acuh, daya konsentrasi menghilang, mengantuk yang berlebihan, serta reaksi koordinasi mengendalikan diri menjadi terganggu. Efek samping lainnya adalah dapat menimbulkan depresi, gangguan emosi, gangguan koordinasi dan berbicara, disorientasi, penurunan pada tekanan darah, penurunan pada frekuensi nafas.

Selain itu, dumolid umumnya dapat memunculkan gejala withdrawal symptom atau gejala putus obat. Saat berhenti menggunakan obat tersebut maka bisa menyebabkan gejala gelisah, diare, dan depresi. Metode yang dapat dilakukan untuk penyembuhan biasanya dengan menurunkan dosis yang digunakan secara bertahap.

Setelahnya akan dibutuhkan proses rehabilitasi jangka panjang. Rehabilitasi dapat dilakukan dengan pendekatan Therapeutic Community. Dengan begitu, lingkungan akan bisa mendukung usaha dalam menghentikan kecanduan yang dialami oleh pasien.

Penggunaan obat penenang dapat menjadikan pengguna obat tersebut merasa nyaman, tapi di balik itu semua, gejala-gejala dan efek samping negatif yang menyusul akan membuat penderita justru menjadi kecanduan. Bahkan untuk memulihkan membutuhkan terapi jangka panjang.

Tora Sudiro dan istrinya, Mieke Amalia diperiksa polisi

Tora Sudiro dan istrinya, Mieke Amalia diperiksa polisi. (Istimewa)

Reaksi pada orang-orang yang menggunakan dumolid bisa berbeda-beda. Beberapa orang dapat mentoleransi obat itu dengan sempurna, tapi ada juga yang merasakan efek negatif pada tubuhnya. Efek yang bermacam-macam itu bisa terjadi karena perbedaan metabolisme, variasi genetik, interaksi makanan, serta penggunaan obat lain.

Meski pada dasarnya dumolid tidak terlarang, selama didapat dengan resep, obat penenang ini telah lama disalahgunakan. Rata-rata penyalahgunaan yang terjadi diakibatkan karena konsumsi dengan alasan non-medis, tidak menggunakan resep dokter, dan digunakan terlalu sering dengan dosis lebih tinggi daripada yang diresepkan.

Menurut dokter umum di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta, dr. Atika Anggiasih, Dumolid termasuk dalam golongan Benzodiazepine, kategori obat-obatan dalam daftar obat G atau biasa disebut obat keras atau berbahaya.

“Dumolid termasuk golongan psikotropika, menurut Permenkes no.949 tahun 2000 termasuk obat keras,yang hanya bisa didapatkan melalui resep dokter,” jelas Atika.

Kandungan Nitrazepam dalam Dumolid biasanya memang diperuntukkan untuk mengobati masalah tidur atau insomnia. Selain itu, penggunaan obat ini, dikatakan Atika, biasanya untuk mengatasi gangguan kecemasan dan efeknya sebagai obat penenang, depresi serta sedatif.

Cara kerja Nitrazepam yang dikandung dalam Dumolid dapat meningkatkan aktivitas GABA, salah satu reseptor otak, sehingga mengurangi fungsi otak di wilayah tertentu. Efek penggunaan obat ini, pengguna dapat merasa kantuk, menghilangkan rasa cemas dan membuat otot lebih relaks.

“Apabila digunakan secara ilegal dalam dosis tinggi dan jangka waktu lama, obat ini bisa menyebabkan ketergantungan fisik dan fisiologis, tepatnya bisa mengarah ke penyalahgunaan narkoba,” tandasnya.

Penggunaan Dumolid dalam dosis yang dianjurkan oleh dokter untuk insomnia bagi orang dewasa yakni 5-10 mg.

“Jika diperlukan bisa bertambah menjadi 10mg tetapi sesuai resep dokter,” jelasnya.

Selain itu, obat ini juga menimbulkan efek samping yakni masalah keseimbangan atau koordinasi tubuh, gangguan darah dan sumsum tulang, perubahan libido, mengantuk pada siang hari, pusing, mati rasa secara emosional, masalah pencernaan, gejala depresi termasuk kecenderungan untuk bunuh diri, ledakan emosi agresif, delusi dan halusinasi.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: