Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Disebut Pendukung Khilafah, 4 Partai Kecam Pidato Viktor Laiskodat

Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat

Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Pernyataan politikus Nasdem Victor Laiskodat di Kupang, di Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat geram keempat partai yang menolak Perppu Ormas, yakni Gerindra, PKS, Demokrat, dan PAN.

Dalam penggalan pidatonya, Victor dianggap memprovokasi warga untuk melawan mereka yang menolak Perppu Ormas.

Penggalan pidato itu dipublikasikan oleh akun Twitter @panca66. Berikut penggalan ucapan Victor dalam video tersebut:

Kelompok-kelompok ekstremis ini ada mau bikin satu negara lagi, dong tidak mau di negara NKRI, dong mau ganti dengan nama negara khilafah. Negara khilafah itu berarti … (bahasa daerah) dengan NKRI. Ada sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ini ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor 1 Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN. Situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran, intoleran itu … (suara tidak terdengar jelas) intoleran. Yang dong suka orang lain, dong suka …. (suara tidak jelas)

Jadi catat baik-baik, yang calon bupati, calon gubernur, calon DPR yang dari partai tadi tersebut, kalau tusuk tertusuk tumbuh untuk sampeyan pilih itu, maksudnya pilih supaya ganti negara khilafah.

Mengerti dengan khilafah? Semua wajib salat. Semua lagi yang di gereja, mengerti? Mengerti? Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua harus salat.

Saya tidak provokasi, nanti orang timur yang nanti, nanti negara hilang kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh. Ingat dulu PKI 1965? Mereka tidak berhasil kita eksekusi mereka. Gue telepon lu punya ketua umum di sana, suruh you jangan tolak tolak itu perppu yang melarang untuk perppu nomor 2 tahun 2017 (prokprokprok). Duduk di sini dari partai apa nih? Nah oli tamoes.. tau oli tamoes, tadi masih di Gerindra… (bahasa daerah).

Video ini berdurasi kurang dari 1 menit. Bila dilihat, seperti ada omongan yang dipotong. Jadi, pidato ini tidak utuh. Tapi, walau hanya berisi potongan, video ini menyebar.

Di video ini ada juga ucapan terkait Perppu Ormas. Dan rupanya, pidato itu sampai ke telinga DPP Partai Demokrat yang dalam Perppu Ormas cenderung menolak seperti Gerindra, PKS dan PAN. Ketua DPP Partai Demokrat Benny K Harman lalu menyampaikan protesnya.

“Tuduhan bahwa PD adalah salah satu parpol yang pada tingkat nasional tidak mendukung Perpu Pembubaran Ormas Radikal sehingga harus ‘dibunuh’ di NTT, adalah upaya sistematis dari kekuatan politik tertentu untuk menghancurkan kredibilitas PD di NTT khususnya, dan di tingkat nasional umumnya,’ ucap Benny dalam rilis kepada wartawan, Kamis (3/8).

“Pernyataan yang secara sederhana menyamakan sikap kritis terhadap Perpu dan pembubaran HTI dengan sikap mendukung HTI dan Ormas radikal sangat tendensius, menzalimi dengan maksud agar PD dijauhkan dari rakyat NTT,” imbuh Wakil Ketua Fraksi Demokrat itu.

Benny menyebut tuduhan yang disampaikan Viktor itu tak berdasar, keji dan tak pantas keluar dari seorang tokoh sekelas Victor Laiskodat. Tuduhan kejam tersebut justru mengerdilkan ketokohan Victor dan sangat mengadu domba masyarakat NTT yang selama ini dikenal harmonis dan cinta damai.

“Ajakan kepada rakyat NTT untuk tidak mendukung dan tidak memberi tempat kepada Partai Demokrat di NTT, pasti berkaitan dengan kontestasi demokrasi yang segera akan berlangsung di NTT baik terkait Pilkada Gubernur pun Pilkada sepuluh kabupaten,” lanjutnya.

Menurutnya, ada keinginan dari keluatan politik tertentu agar kader-kader terbaik PD tidak memimpin dan tidak ikut kontestasi dalam Pilgub dan Pilkada 10 kabupaten. “Langkah ini sungguh kami sesalkan karena dapat menyesatkan dan hanya ingin menjauhkan PD dari rakyat NTT,” kata Benny.

Benny meminta seluruh rakyat NTT untuk tetap tenang bekerja, menjaga perdamaian dan keharmonisan dengan tidak gampang diprovokasi oleh pernyataan politik dari tokoh tertentu yang hendak mengganggu keharmonisan di NTT.

“PD tingkat nasional termasuk PD NTT mendukung setiap ikhtiar pemerintah untuk menutup pintu terhadap tumbuh kembangnya ormas-ormas radikal di masyarakat yang secara tegas menolak ideologi Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan anti kebhinekaan,” ujarnya.

Bagi Demokrat, di seluruh wilayah Indonesia, Pancsila, UUD 1945, NKRI dan kebhinekaan adalah harga mati. Karena itu adalah menjadi panggilan sejarah PD untuk terus mengawal Pancasila, NKRI, kebhinekaan dan melaksanakan UUD 1945 secara murni dan konsekuen sebagai hukum negara tertinggi.

“Oleh karena itu, saya meminta saudara Victor Laiskodat segera mencabut tuduhan tak berdasar tersebut, dan meminta-maaf kepada Partai Demokrat atas pernyataannya yang menyesatkan dan dapat menimbulkan keresahan publik di masyarakat NTT khususnya,” tutupnya.

Waketum Gerindra Fadli Zon mengecam pidato itu.

“Pernyataan ketua Fraksi Partai NasDem dalam pidato di NTT telah masuk ranah SARA, juga fitnah yang kejam pada Gerindra. Provokasi bodoh dan murahan,” ujar Fadli di akun twitter @fadlizon, Jumat (4/7/2017).

Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, Viktor sudah tidak layak menjadi politisi karena mengeluarkan pernyataan menjijikkan, provokatif, dan menimbulkan kebencian.

“Lebih dari pantas jika pimpinan partainya (Surya Paloh) segera mencopot dan memberhentikan yang bersangkutan (Viktor) dari segala jabatan publik yang disandangnya,” ujar Sohibul saat dihubungi, Jumat (4/8).

Sohibul menuturkan, pernyataan Viktor sangat bermuatan tindak pidana berat. Pernyataan itu harus diproses hukum agar tidak memengaruhi masyarakat ke depan.

Sebagai elite partai, Viktor menurut Sohibul, seharusnya bisa mawas diri dalam menyampaikan pandangan agar tidak memecah belah kesatuan bangsa.

“Saya sulit membayangkan kondisi psikologis elite seperti ini. Ini melampaui kewajaran manusia Indonesia. Semoga ini kasus terakhir,” ujar Sohibul.

Terpisah, Wakil Ketua Sekretaris Jendral DPP PAN, Surya I Wahyudi menyebut sikap dan perilaku Viktor Laiskodat tidak mencerminkan sosok seorang wakil rakyat.

“Kami sarankan ke Pak Surya Paloh agar segera ganti yang bersangkutan gantilah dengan yang lebih cerdas,” kata Wahyudi di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

Viktor dianggap telah melakukan pencemaran nama baik serta menyampaikan ujaran kebencian dengan mengaitkan partai politik PAN, Gerindra, Demokrat, dan PKS sebagai pendukung negara khilafah.

Pernyataan yang diduga dikeluarkan oleh Viktor itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial

Saat ini, DPP PAN bersama dengan Partai Gerindra telah melakukan pelaporan ke Bareskrim Polri. Mereka melaporkan Viktor Laiskodat dengan materi Undang-Undang dan Pasal UU ITE No 11/2008 dan Pasal 156 KUHP tentang penistaan agama, serta Undang-Undang Diskriminasi no 40 tahun 2008 pasal 4 dan pasal 16 karena dianggap melakukan diskriminasi terhadap etnis atau golongan tertentu.

Sementara itu, Victor Laiskodat, saat dikonfirmasi membantah ada pernyataan dia yang memprovokasi apalagi ada ajakan membunuh.

“Enggak ada, enggak ada itu,” ucap Victor, dilansir Kumparan.com.

Victor meminta agar siapapun melihat pidatonya secara utuh. Dia juga mempertanyakan bukti yang menjadi landasan Demokrat membuat sikap protes seperti disampaikan Benny di atas.

“Saya menyoroti partai yang menginginkan adanya ormas anti-Pancasila. Enggak ada urusan bunuh bunuh seperti PKI. Kalau tidak layak hidup di Indonesia mungkin,” terangnya.

“Silakan saja mereka (protes) kalau ada rekamannya. Biarin aja,” tegas Victor.

Ketua DPP Nasdem Irma Suryani Manik, mengatakan rekannya itu hanya berkelakar tentang bunuh membunuh dan mengumpamakannya dengan kasus PKI. Dalam pidato itu juga tidak menyebut nama partai.

“Apa yang disampaikan Victor itu tidak memprovokasi. Mana ada dia menyebut Demokrat, PAN, PKS,Gerindra? Itu kan dia cuma dalam konteks bercanda menyebut Gerindra yang tak setuju Perpuu Ormas,” ucap Irma.

“(Soal eksekusi) itu konteksnya bukan saat ini, tapi konteks PKI. Jadi enggak ada hubunganya sama kondisi saat ini. Sudahlah tidak usah dibesar-besarkan,” tegasnya.

Iklan

Diskusi

One thought on “Disebut Pendukung Khilafah, 4 Partai Kecam Pidato Viktor Laiskodat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: