Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Pengacara: Pak Ahok Bukan Menolak Tapi Tak Perlu Jadi Saksi Buni Yani

Ahok saat menjalani sidang

Ahok saat menjalani sidang

Anekainfounik.net. Pengacara Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok), I Wayan Sudirta, memastikan bahwa kliennya tidak akan hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/8/2017).

Wayan mengatakan, Ahok bukan menolak panggilan untuk hadir sebagai saksi, melainkan memang tidak perlu datang.

“Pak Ahok bukannya menolak, memang tidak perlu hadir,” ujar Wayan kepada Kompas.com, Selasa.

Wayan mengacu pada Pasal 116 dan Pasal 162 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pada Pasal 116, kata dia, dijelaskan bahwa saksi yang jaraknya jauh dari tempat persidangan tidak perlu dihadirkan.

Saat ini, Ahok mendekam di penjara Mako Brimob, Kelapa Dua. Sementara itu, persidangan Buni Yani digelar di Gedung Perpustakan dan Kearsipan Pemerintah Kota Bandung.

“Kalau jaraknya jauh antara saksi dengan pengadilan, itu tidak perlu hadir, cukup berita acara yang dibacakan. Memang sudah diatur seperti itu,” kata Wayan.

Kemudian, menurut Wayan, Pasal 162 KUHAP mengatur bahwa saksi yang tidak bisa hadir di persidangan cukup dibacakan saja berita acara pemeriksaannya (BAP).

“Kami sudah biasa mendiskusikan soal ini. Ini tidak perlu hadir. Ini bukan soal keinginan Pak Ahok. Bukan tidak mau, tetapi memang tidak perlu hadir,” ujar Wayan.

Sementara, Ketua Tim JPU, Andi M Taufik menyatakan meski Ahok tidak hadir, keterangan Ahok tetap dihadirkan dalam persidangan.

“Ahok sudah diambil sumpah di depan penyidik. Ini sama nilainya dengan hadir. Kita rencananya mau membacakan BAP Ahok yang diambil penyidik,” tuturnya.

Jika majelis hakim memberikan kesempatan untuk membacakan BAP Ahok, lanjut Andi, maka mantan gubernur DKI Jakarta itu tidak perlu lagi dipanggil sebagai saksi pada persidangan selanjutnya.

Selain Ahok, pada persidangan hari ini, JPU juga akan menghadirkan dua saksi lainnya, yakni saksi ahli pidana bernama Dr Effendy dan saksi ahli IT bernama Teguh.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: