Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Naik KRL ke Istana Bogor, Kesederhanaan Buya Syafii Dipuji

Buya Syafii hendak naik KRL menuju Istana Bogor

Buya Syafii hendak naik KRL menuju Istana Bogor. (Facebook/Muhammad Abdullah Darraz)

Anekainfounik.net. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif memang dikenal sebagai sosok sederhana. Pria yang karib disapa Buya Syafii itu sering mengendarai sebuah sepeda ontel tua di Yogyakarta dalam aktivitas sehari-hari. Ia juga memilih angkutan umum KRL dibanding kendaraan pribadi.

Cerita itu dibagikan Direktur Maarif Institute Muhammad Abdullah Darraz di laman Facebooknya, Sabtu (12/8). Dalam Facebooknya, Darraz juga mengunggah foto saat Buya Syafii duduk bersama penumpang lainnya di sebuah stasiun.

Status itu sudah mendapat 3,4 ribu reaksi netizen dan sudah dibagikan sebanyak 944 kali.

“Pagi ini selepas subuh tadi, orang tua yang sudah menginjak usia 82 tahun 2 bulan ini bergegas berangkat meninggalkan penginapannya di kawasan Kuningan Jakarta Selatan menuju stasiun KRL Tebet. Dengan tujuan ke Bogor beliau bermaksud menghadiri Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila yang diinisiasi oleh lembaga baru ‘Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila’,” tulis Darraz seperti dikutip dari akun Facebooknya, Minggu (13/8/2017).

Darraz menyebut Buya merupakan salah satu tim pengarah UKP Pancasila dan akan menghadiri acara di Istana Bogor, Sabtu (12/8) lalu. Darraz menyebut sehari sebelumnya Buya Syafii juga sudah mengabarkan kedatangannya ke Jakarta dan menggunakan angkutan KRL.

“Sehari sebelumnya, beliau sudah berkomunikasi dengan saya, ‘Direktur, sy otw Kby Lama, tomorrow to Bogor by KRL. Maarif’. Saya kebetulan sedang tugas belajar di Semarang selama seminggu ini tak dapat menemani beliau,” kata Daaraz.

Darraz menyebut MAARIF Institute selalu siap untuk mengantar-jemput Buya Syafii selama beraktivitas di Jakarta. Namun, karena kesederhanaan dan kesahajaannya selalu menolak tawaran tersebut.

“Namun beliau menolak, dan lebih memilih untuk tetap menggunakan KRL di pagi buta menuju Bogor. Namun demikian, ketika komunikasi sehari sebelumnya itu, saya tetap berpesan untuk memastikan saja, jika Buya tetap akan berangkat pakai KRL, maka harus ada yang menemani. Kali ini keponakan beliau, Asmul Khairi, tetap setia menemani beliau,” sambungnya.

Di akhir status Facebooknya itu, Darraz memuji kesederhanaan dan sikap mandiri Buya Syafii. Dia menyebut sikap Buya itu layak ditiru dan mendoakan agar Buya selalu sehat.

“Kesederhanaan, kesahajaan, dan sikap untuk tidak mau bergantung pada orang lain serta kemerdekaan jiwa manusia sepuh ini menjadi satu bentuk keteladanan yang harus ditiru, setidaknya bagi kami anak-anak ideologisnya,” kata Darraz.

“Mungkin sedikit yang perlu Buya mengerti, sebagai anak-anaknya, seringkali kami cemas dan khawatir dengan sikap ‘ekstrem’ Buya semacam ini. Doa kami, semoga Buya sehat selalu, dan senantiasa mendapat lindungan dari Allah SWT. Amin,” tutup Daaraz.

Sekretaris Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah Defy Indiyanto Budiarto mengatakan foto diambil oleh pengurus LSBO yang mendampingi Buya. Dia membenarkan cerita Darraz bahwa Buya naik KRL untuk menghadiri acara UKP Pancasila di Istana Bogor.

“Nah takut kejebak macet, Buya minta naik kereta. Nah dari stasiun Bogor Buya jalan kaki ke Istana Bogor,” ujar Defi saat dikonfirmasi, Minggu (13/8/2017).

Saat ditanya soal fotonya yang sedang naik kereta, Buya malah tertawa. Menurutnya, hal itu biasa saja.

“Halah, biasa saja,” kata Buya, Minggu (13/8/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Buya mengaku memilih naik KRL agar tidak terjebak macet. Saat itu, KRL pun sedang tidak dipenuhi penumpang.

“Hahaha ya karena kalau dengan mobil mungkin agak macet ya arah Puncak. (Kalau) kereta api kan 1 jam sudah sampai, dan aman,” ujar Buya.

Contoh Penghayatan Pancasila

Pengamat sosial Benny Susetyo menyebut Buya Syafii sukses mencontohkan penghayatan Pancasila.

“Menghayati Pancasila itu ya seperti Buya. Keteladanan Buya hidup sederhana, tidak minta fasilitas saat ke Istana Bogor, memperjuangkan kepentingan bangsa,” kata Benny saat berbincang melalui telepon, Minggu (13/8/2017).

Benny juga mengunggah foto Buya saat berada di dalam kereta pada akun Twitternya. Benny mengatakan Buya memang kerap menggunakan fasilitas publik.

“Modelnya Buya memang seperti itu, di Jogja Asean Youth Day dengan uskup-uskup kemarin nyetir sendiri, tidak mau ngerepotin. Buya punya perhatian terhadap nasib bangsa ini, Buya yang sepuh aja ke Istana naik kereta, dia berangkat pagi-pagi saat masih gelap,” ujarnya.

Syafii Maarif naik KRL ke Istana Bogor

Syafii Maarif naik KRL ke Istana Bogor. (Twitter @susetyopr)

Saat itu, Benny juga mendengar bahwa Buya memang tak mau dijemput. Alasan Benny mengunggah foto di akun Twitter untuk menunjukkan jika ada tokoh yang benar-benar menghayati Pancasila.

“Buya tidak mau dijemput, tidak mau mendapat fasilitas, itu yang disebut keteladanan. Ketika saya cuitkan di Twitter saya ingin menunjukkan banyak lho orang-orang yang menghayati Pancasila,” kata dia.

“Banyak orang bertanya bagaimana sih Pancasila dijalankan? Ya seperti Buya, tidak punya konflik kepentingan, tidak punya ambisi, tapi berbicara untuk bangsa dan negara, orang setua itu rela (berangkat) hanya untuk mengatakan komitmen kepada Pancasila,” puji Benny.

Benny menyebut sikap Buya layak diteladani. Sebagai salah satu tim pengarah dewan UKP Pancasila sikap Buya benar-benar menunjukkan pengamalan terhadap Pancasila.

“Itulah yang kita maksud menghayati Pancasila dengan perbuatan bukan hanya ideologi yang hanya sekadar dihafal, bukan ideologi yang jadi alat kepuasan, bukan tapi jadi habitus bangsa cara berpikir, bernalar, bertindak bangsa dengan perbuatan. Maka kita mencoba membangun optimisme bangsa,” ajaknya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: