Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Fahri Hamzah: Penolakan Gedung Baru DPR Karena Angket KPK

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat memberikan keterangan pers

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat memberikan keterangan pers. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tak mengerti mengapa rencana pembangunan gedung baru DPR kembali menuai kontroversi padahal telah dibicarakan langsung dengan pihak pemerintah.

Menurut Fahri, rencana pembangunan gedung baru telah melalui proses verifikasi panjang, baik di DPR maupun luar parlemen. Dia curiga ramai-ramai suara penolakan pembangunan gedung baru ini ada sangkut pautnya dengan Pansus Hak Angket KPK yang sedang berjalan.

“Masa sekian tahun kita sudah terima ramai lagi. Ini saya curiga gara-gara DPR mau dipersoalkan lagi karena ada angket. Ini saya tau cara kita saling menyerang. Nggak ada yang dipersoalkan. Tiap hari orang membangun,” ujar Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/8/2017), dikutip dari Detikcom.

Menurut Fahri, pembangunan gedung baru DPR mengikuti saran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Rencana pembangunan gedung baru pun telah melalui kajian kementerian terkait.

“Sesuai saran PU saja. Kita baca UU soal keamanan, standar, itu diserahkan ke kementeriam teknis, kita nggak ikut-ikut, semua pemerintah. Kita minta uang ke eksekutif. Semua dilakukan pemerintah,” ucapnya.

Lebih lanjut, Fahri mengatakan pembangunan gedung baru ini juga untuk menata kawasan parlemen. Perbaikan bangunan memang perlu dilaksanakan.

“Secara umum persetujuan untuk membangun kompleks ini, kawasan ini, karena ada persoalan pertumbuhan perkembangan waktu, ada perbaikan pembangunan,” kata dia.

Alasan pembangunan gedung baru ini karena gedung lama, yakni Nusantara I DPR, telah miring. Ngomong-ngomong, gedung itu miring bagaimana sih?

“Saya ini, nanti saya kasih suratnya (soal kajian gedung miring), nanti kepala saya miring nanti,” tutur Fahri.

Seperti diketahui, rencana pembangunan gedung DPR banyak menuai penolakan. Sejumlah organisasi masyarakat dan juga LSM ramai-ramai menyuarakan penolakan terhadap rencana itu.

“Kehadiran gedung baru boleh jadi memang diperlukan oleh DPR dalam rangka menunjang kegiatan-kegiatan mereka. Akan tetapi keperluan itu nampak belum sangat mendesak untuk dilakukan sekarang,” sebut Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus saat, Selasa (15/8).

Sementara itu Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyebut rakyat tak pernah rela menggelontorkan anggaran untuk para wakil rakyat di Senayan. Deputi Sekjen Fitra Apung Widadi menjelaskan saat wacana tersebut kembali dibahas, seharusnya DPR terlebih dahulu memperbaiki kinerjanya.

“Iya, kalau kerjanya benar dan perencanaan anggarannya tidak digelembungkan, transparan, dan akuntabel, tidak masalah. Tapi image mafia anggaran dari tahun 2010 kan yang membuat rakyat tidak ikhlas menyetujui sepeser pun untuk DPR yang tidak memperjuangkan rakyat, justru jauh dari harapan rakyat,” tegas Apung, Selasa (15/8).

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: