Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Beranikah Polri Ungkap Pemesan Jasa Tebar Isu SARA Sindikat Saracen?

Tiga pelaku sindikat Saracen saat diperkenalkan polisi

Tiga pelaku sindikat Saracen saat diperkenalkan polisi. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Kepolisian telah meringkus tiga orang sindikat Saracen yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial. Kelompok ini justru menawarkan jasa menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA dengan proposal ke berbagai pihak yang bersedia menyediakan dana untuk membuat opini menyerang Presiden Jokowi di media sosial. Selain isu SARA, sindikat ini juga menyebarkan kabar bohong yang menjelek-jelekkan pemerintahan.

Kelompok ini menyebarkan ujaran kebencian berdasarkan ‘pesanan’. Setiap proposal mempunyai nilai hingga puluhan juta rupiah. Hal tersebut menjadi bukti ada yang memanfaatkan keadaan, seperti pribahasa ‘memancing di air keruh’.

“Kalau menurut saya, orang yang memberi peluang seperti itu di mana-mana ada, misal peluang nyuri organ itu ya, misalnya nyulik bayi, itu kan sama saja, atau korupsi kan sama saja menguntungkan diri sendiri. Tindak pidana itu biasanya orang mencari keuntungan diri,” kata pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Muzakir, saat dihubungi pada Rabu (23/8/2017) malam, dilansir Detikcom.

Ia meminta polisi mengusut tuntas setiap pelaku dan pihak yang memesan jasa mereka. Muzakir juga meminta polisi tidak pandang bulu dalam menindak atau memberikan perlakuan khusus jika orang yang melakukan hate speech berasal dari pendukung pemerintah.

Menurutnya, demi hukum yang berkeadilan, kepolisian harus menindak semua aduan yang mengindikasikan adanya penyebaran hate speech. Setiap pelaku, baik yang berasal dari pendukung pemerintah atau tidak, harus diusut semua karena perlakuan hukum haruslah sama terhadap terduga pelaku.

“Kalau menurut saya, perbuatan itu kan dilarang dalam hukum pidana. Maka kepada siapa saja yang di dalam pernyataan baik tulisan, lisan, atau medsos semuanya harus ditindak dan diberlakukan yang sama. Jangan sampai menimbulkan bermaksud menindak ujaran kebencian, tapi justru penegak hukum menyebarkan kebencian juga. Maka siapa pun mereka yang melakukan penyebaran kebencian harus ditindak dan jangan ada pandang bulu penyebaran ujaran kebencian,” ujarnya.

Penindakan terhadap tiap pelaku juga harus dilakukan sesuai prosedur. Ia menyebut kepolisian juga harus bersikap netral ketika menindak pelaku.

“Hukum harus dikedepankan dan penegak hukum harus netral dalam konteks ini siapa saja harus diproses secara netral tanpa melihat siapa korban dan pelakunya,” tutur Muzakir.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR Charles Honoris mengatakan tindakan grup Saracen yang menawarkan jasa penyebaran ujaran kebencian sangat tidak terpuji. Sebab, tindakan kelompok ini bertujuan meraih keuntungan ekonomi di tengah rawannya isu SARA yang sedang menyeruak belakangan ini.

“Yang sangat mengkhawatirkan dari terbongkarnya sindikat Saracen ini adalah bahwa ada motif transaksional antara sindikat penyebar kebencian dengan pihak yang memanfaatkan jasa sindikat tersebut untuk kepentingan yang sangat tidak terpuji,” kata Charles dalam keterangan tertulis.

Apalagi, menurut Charles, dikhawatirkan ada kelompok yang memanfaatkan jasa Saracen untuk mendapatkan tujuan tertentu. Saracen sendiri menyebarkan isu SARA bukan karena pemahaman mereka sesat atau radikal, namun karena menjadikan isu SARA sebagai objek mencari duit.

Adapun kepolisian menegaskan akan memburu kelompok selain Sarasen yang sering menyebarkan isu SARA di media sosial. Pihak-pihak yang kerap menyebarkan isu SARA kini tengah diusut polisi.

“Masih banyak seperti Saracen yang lainnya yang kita ungkap, otaknya (Saracen) kita ambil sebagai pelajaran dari orang lain, kita monitor dan tangkap dan pantau,” kata Kabag Mitra Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono ketika dihubungi detikcom, Rabu (23/8) malam.

Polisi juga akan mengincar pemesan jasa penyebaran ujaran kebencian.

“Siapa-siapanya belum bisa disampaikan, masih dalam kajian,” ucapnya.

Namun Awi masih menutup rapat-rapat siapa pihak yang pernah menggunakan jasa Saracen ini. Hal itu lantaran polisi masih mengumpulkan barang bukti. Sebab, pengumpulan barang bukti ini tidak bisa hanya berasal dari pengakuan pelaku.

“Tidak bisa kita katakan, memang kesulitannya membuktikan siapa yang pesan ini. Benang merahnya itu tidak bisa hanya berdasarkan pengakuan,tapi kita sudah pegang pengakuan itu,” terang Awi.

Sebelumnya kepolisian menangkap tiga anggota sindikat Saracen. Mereka berinisial JAS, MFT, dan SRN.

Sindikat Saracen kerap mengirimkan proposal kepada beberapa pihak terkait jasanya untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial. Setiap proposal mempunyai nilai hingga puluhan juta rupiah.

Para tersangka memiliki peran masing-masing, misalnya JAS sebagai ketua, MFT di bidang media informasi, dan SRN berperan sebagai koordinator grup wilayah.

Selain itu, media sosial kini diramaikan dengan beredarnya nama-nama pengurus yang disebut masuk dalam struktur sindikat Saracen penyebar isu SARA. Polri mengatakan masih mendalami kabar tersebut.

Nama-nama pengurus itu ada dalam screenshot foto yang tersebar di media sosial, salah satunya di Twitter. Dari sejumlah nama-nama itu ada pula orang yang dikenal publik.

Baca juga: Beredar Struktur Organisasi Sindikat Saracen, Ada Nama Eggi Sudjana

Kasubbag Ops Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri AKBP Susatyo Purnomo yang ditanya soal nama-nama itu mengatakan pihaknya akan mengkaji informasi tersebut. Menurutnya, tidak semua informasi ditelan mentah-mentah namun akan didalami terlebih dahulu.

“Masih mendalami, perbuatan orang per orang, nanti kita kaji. Tudak semua masuk langsung telan mentah-mentah,” kata Susatyo saat dikonfirmasi, Kamis (24/8/2017). Wartawakan menginformasikan beberapa nama di struktur yang beredar ke Susatyo.

Lalu kini bola panas di tangan polisi. Beranikah mereka mengungkap pemesan jasa ini yang mungkin saja para politisi dan mafia yang berseberangan dengan Presiden Jokowi?

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: