Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Beredar Struktur Organisasi Sindikat Saracen, Ada Nama Eggi Sudjana

Tiga dedengkot sindikat Saracen dipamerkan polisi

Tiga dedengkot sindikat Saracen dipamerkan polisi. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikat yang membentuk grup di Facebook bernama ” Saracen”. Kelompok tersebut menggunggah konten berupa meme yang berisi ujaran kebencian dan menyinggung suku, agama, ras, dan golongan tertentu secara terorganisir, terutama yang didesain menghina Presiden Jokowi.

Saracen adalah istilah yang digunakan oleh orang Kristen Eropa, terutama pada abad pertengahan untuk merujuk kepada orang yang memeluk Islam (tanpa memperdulikan ras atau sukunya). Selain itu, polisi menemukan beberapa sarana yang digunakan oleh Saracen dalam menyebarkan ujaran kebencian. Konten-konten yang bermuatan SARA itu ada di grup FB Saracen News, Saracen Cyber Team, dan Saracennewscom.

Grup tersebut telah beraktivitas sejak November 2015. Sindikat itu memiliki sejumlah anggota dengan struktur seperti organisasi. Ada tiga tersangka yang ditangkap yakni MFT (43) ditangkap di Koja, Jakarta Utara pada 21 Juli 2017, seorang perempuan berinisial SRN (32) ditangkap di Cianjur, Jawa Barat pada 5 Agustus 2017 dan JAS (32) yang ditangkap di Pekanbaru, Riau pada 7 Agustus 2017.

Tak lama setelah Bareskrim merilis penangkapan ini. Di media sosial dan forum online, kini beredar nama atau identitas asli tersangka (bukan hanya inisial seperti diberitakan media nasional) dan struktur organisasi sindikat Saracen.

Ketua kelompok sindikat ini disebut bernama Jasriadi Yadi atau JAS. Polisi menyebut JAS mempunyai peran merekrut anggota dengan unggahan yang bersifat provokatif bermuatan isu SARA. Unggahan itu berupa narasi atau meme yang sifatnya menggiring opini masyarakat agar membenci kelompok lain.

Disebut polisi juga, JAS mempunyai kemampuan me-recovery akun-akun yang diblokir. Dia juga sering berganti nomor handphone saat membuat akun Facebook.

Jasriadi Yadi (JAS), Ketua Sindikat Saracen

Jasriadi Yadi (JAS), Ketua Sindikat Saracen. (Facebook/Mak Lambe Turah))

Kini, beredar di media sosial foto JAS seperti disebarkan akun Facebook Mak Lambe Turah. Sementara akun FB milik JAS kini mendadak tak aktif. Namun, akun Google Plus miliknya masih bisa diakses.

Foto Lain Jasriadi Yadi

Foto Lain Jasriadi Yadi. (Google +)

Sementara itu, MFT atau Faizal Muhammad Tonong yang ditunjuk sebagai pengurus bidang media informasi, mempunyai peran menyebarkan ujaran kebencian lewat meme atau foto yang telah diedit sebelumnya. Dia juga kerap mem-posting ulang akun-akun yang membuat status terkait dengan sentimen suku dan agama.

Faizal Muhammad Tonong

Faizal Muhammad Tonong. (Facebook)

Sedangkan SRN, yang ditugasi sebagai koordinator wilayah, mempunyai peran yang hampir sama dengan MFT. Dia menyebarkan posting-an yang bernada SARA atas nama diri sendiri ataupun mem-posting ulang dari akun lain.

Sri Rahayu Ningsih

Sri Rahayu Ningsih. (Istimewa)

Sebelumnya, SRN atau Sri Rahayu Ningsih ditangkap karena diduga menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) melalui akun Facebook (FB). Polisi juga menyebut Sri Rahayu mempublikasikan konten penghinaan terhadap Jokowi.

“Tersangka mendistribusikan puluhan foto-foto dan tulisan dengan konten penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo, beberapa partai, organisasi kemasyarakatan dan kelompok, dan konten hoax lainnya,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran melalui keterangan tertulis, Sabtu (5/8), seperti diberitakan Detikcom.

Motif sindikat Saracen adalah ekonomi. Mereka menjalankan ‘bisnis’ ujaran kebencian dengan menerima pesanan dari berbagai pihak. Nilai orderannya dari mulai Rp75 juta sampai dengan Rp100 juta. Jadi tak heran, kelompok ini teroganisir bahkan memiliki struktur organisasi, yang belakangan ini beredar di media sosial dan dipublikasikan situs CCF.

Struktur organisasi kelompok Saracen

Struktur organisasi kelompok Saracen. (Situs CCF)

Yang menarik dari susunan organisai dan kepengurusan ini adalah munculnya nama Eggi Sudjana sebagai dewan penasihat, posisi yang tidak berwenang mengendalikan kegiatan namun biasanya memberikan ide, saran kritik serta membantu mencarikan solusi jika terjadi permasalahan yang tak bisa diatasi ketua.

Tak diketahui apakah Eggi Sudjana yang dimaksud adalah tokoh yang sering menjadi pengacara dari berbagai kasus yang menyita perhatian publik terutama kasus mesum Rizieq Shihab dan bos First Travel.

Eggi Sudjana dan Rizieq saat berada di Arab Saudi

Eggi Sudjana dan Rizieq saat berada di Arab Saudi. (Istimewa)

Sementara, Mayjen (Purn) H.R. Ampi Nurkamal Tanudjiwa, MSc purnawirawan, salah seorang penggagas provinsi Banten, mantan Dandim Aceh Utara. Pernah bikin surat protes ketika Kivlan Zein dan Adityawarman Thaha diciduk dengan tuduhan makar. Dulu pernah aktif di pemberantasan PGRS/PARAKU Kalimantan (operasi memberantas “Tjina Komunis”), ketua Dewan Pertimbangan Kadin Banten, ketua Dewan Penasihat PPPSBBI (organisasi pendekar Banten) dan disebut temannya alm. Chasan Sochib, ketua Dewan Pertimbangan Partai Pemersatu Bangsa (bikinan Eggi Sudjana), pembina Pemuda Panca Marga Jabar, pernah jadi anggota Dewan Pertimbangan Partai Nasdem (2013), komisaris REKIND.

Ampi Nurkamal Tanudjiwa

Ampi Nurkamal Tanudjiwa. (Istimewa)

Dr. Muchtar Effendi Harahap adalah pendiri & ketua Network for South East Asian Studies (NSEAS); pengamat politik yang sering dikutip situs-situs seperti Intelijencoid, Konfrontasi, Nusantaranews, Teropingsenayan; aktif beropini anti Ahok sebelum Pilkada DKI 2017, juga anti pemerintahan Jokowi; pada masa pemerintahan SBY, juga kritis terhadap pemerintahan SBY, pernah menulis buku “Kegagalan SBY dalam Fakta dan Angka”; murid Amien Rais di FISIP UGM; caleg DPR PAN di Sumut I pada Pemilu 2009, tidak dapat kursi.

Muchtar Effendi Harahap

Muchtar Effendi Harahap. (majalahayah.com)

M. Ramli Kamidin adalah ketua “Iluni Badan Hukum” (Iluni bukan resmi) yang pernah ikut demo pro pansus KPK di DPR; direktur Lembaga Komunikasi Informasi Perkotaan; wakil sekjen Korps Alumni HMI; calon anggota DPD Provinsi Maluku pada Pemilu 2014, tidak dapat kursi; salah seorang deklarator Gerakan Selamatkan NKRI; pernah aktif di Partai Demokrat ketika masih diketuai Anas Urbaningrum.

Ramli Kamidin di Gedung DPR

Ramli Kamidin di Gedung DPR. (tribunnews.com)

Rijal yang disebut di struktur organsiasi ini adalah “Rijal Kobar”, salah seorang aktivis HMI yang ditangkap dengan tuduhan makar sebelum aksi atau demo Anti-Ahok 212.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: