Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Terima Suap Rp 20M, Dirjen Hubla Bantah Menhub Budi Karya Terlibat

Dirjen Hubla Kemenhub, Antonius Tonny Budiono

Dirjen Hubla Kemenhub, Antonius Tonny Budiono. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Antonius Tonny Budiono menjadi tersangka penerima suap Rp 20,74 miliar. Namun, Tonny memastikan tidak ada duit yang mengalir pada rekan-rekan di instansinya, apalagi menteri.

“Nggak… Nggak (terlibat)… Pak Menteri ini orang baik,” ucap Antonius Tonny Budiono di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, saat akan dibawa ke rutan Pomdam Jaya Guntur, dilansir Detikcom.

Tonny ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (23/8) kemarin. Dia diduga menerima suap dari Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan terkait proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya pernah juga melakukan kunjungan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Tonny memastikan kunjungan menteri tidak berkaitan dengan proyek.

“Pak Menteri enggak. Pak Menteri itu biasanya meninjau kinerja pelabuhan, bukan proyek,” tegasnya.

Dari hasil penggeledahan tempat tinggal Tonny di mes perwira Dirjen Hubla, ditemukan 33 tas berisi duit Rp 18,9 miliar. Selain itu, dari 4 ATM, salah satunya tersisa duit Rp 1,174 miliar. Ia mengaku mengumpulkannya sejak 2016, tetapi tidak ingat dari mana saja uang tersebut berasal. Tapi, ia mengakui menerima gratifikasi. Hadiah itu disebutnya sebagai terima kasih atas tindakannya mencegah mafia di instansinya.

“Jadi gini, selama ini kan di Hubla kan banyak mafia untuk rekayasa evaluasi, kepada Dirjen, saya usahakan supaya rekayasa ini dihilangkan. Nah mungkin karena suasana baru itu, mereka ucapkan terima kasih ke saya. Terus kemudian kasih sesuatu ke saya. Tapi itu melanggar hukum. Karena itu merupakan gratifikasi,” beber Antonius Tonny Budiono di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (25/8/2017).

Aksi mafia ini disebut mempersulit ruang gerak kontraktor. Ada yang sengaja dibuat kalah dengan rekayasa elastis alias alasan yang dibuat-buat.

Contoh lainnya adalah pengurusan izin yng lumrahnya bisa diselesaikan sehari atau dua hari, namun justru diperlambat hingga berbulan-bulan. Tak jarang Tonny menghukum anak buahnya yang berlaku demikian.

“Saya berusaha menghilangkan budaya SMS, Senang Melihat orang Susah, Susah Melihat orang Senang. Kalau ada anak buah saya yang suka mempersulit customer pasti saya ganti,” ucapnya.

Terkait hal ini, Tonny juga meminta maaf atas kekhilafannya. Dengan menerima gratifikasi, justru ia memberi contoh buruk. Tonny mengakui kekhilafannya.

“Itu kan untuk operasional saya, tapi itu melanggar peraturan. Jadi saya atas nama pribadi memohon maaf kepada masyarakat banyak. Mudah-mudahan ini tidak terulang kembali kepada pengganti saya nanti,” ungkap Tonny.

Sementara sejauh ini kasus yang terjadi di Tanjung Emas dipastikan baru terkait perizinan. Soal asal duit yang mencapai puluhan miliar, KPK masih menelusuri kaitannya dengan proyek mana saja. Sebab nominal sebesar itu tidak mungkin hanya diperoleh dari satu proyek saja.

“Ini sedang didalami sekarang (terkait kasus apa saja). Yang pasti, sementara informasinya masalah pengerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Jumlahnya memang banyak, jadi nggak mungkin cuma satu, pasti ada dari beberapa kasus. Tapi ini masih dalam pengembangan oleh tim KPK,” tegas Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan sebelumnya, Kamis (24/8).

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: