Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Bos First Travel Klaim Ada Investor Mau Subsidi Rp 10 Juta/Jemaah

Gaya hidup bos First Travel

Gaya hidup bos First Travel. (Instagram Anniesa Hasibuan)

Anekainfounik.net. Bos First Travel Andika Surachman mengaku jika masih memiliki investor kepada salah satu perwakilan agen Jakarta, Zuhirman. Investor itu disebut akan memberikan Rp 10 juta kepada setiap jemaah untuk berangkat umrah.

“Ya artinya, kalau sudah ada Rp 10 juta itu, sisanya ditambah dari jemaah ya. Kan jemaah sudah tahu, Rp 14 juta kan nggak mungkin (berangkat umrah),” ujar Zuhirman di masjid Al-Hidayah, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (27/8/2017).

Jemaah yang ingin berangkat diminta membayar sisanya sesuai dengan biaya umrah minimal yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 22 juta. Zuhirman mengungkapkan, uang Rp 10 juta yang diberikan investor dan penambahan dari jemaah ini di luar Rp 14,3 juta yang telah dibayarkan.

“Ya diluar itu. Ini yang kita belum tahu sampai sejauh mana komitmen dia (Andika) untuk memberangkatkan. Kalau komitmen dia ada, ya mestinya bisa berjalan,” kata Zuhirman.

Namun, Zuhirman mengungkapkan Andika hanya bisa mengurus dana tersebut di luar tahanan. Zuhirman menyanggah permintaan Andika sebagai upaya untuk membebaskan Bos First Travel tersebut.

“Bukan pembebasan, tapi penangguhan. Hati-hati beda lho antara penangguhan dengan pembebasan. Dia hanya minta itu, sehingga dia bisa bekerja. Intinya gitulah,” ungkapnya.

Ini adalah janji Andika untuk kesekian kalinya ketika ditagih untuk memberangkatkan jemaah umrah. Namun, hingga dia dijadikan tersangka dan ditahan janji itu tak terealisasi.

Zuhirman juga menyebut Anniesa Hasibuan sempat mengumpulkan agen-agen First Travel. Di depan para agen, Anniesa mengakui keuangan perusahaan berantakan.

“Kesulitannya gimana ya, namanya perusahaan cash flownya lagi berantakan, harus dicari dana segar. Ya dia nggak mungkin bilang nggak ada uang, namanya juga pengusaha kan,” ujar Zuhirman.

“Yang hadir waktu itu Bu Anniesa. Bu Anniesa minta kita nyari investor untuk bantu (berangkatkan jemaah),” tambah Zuhirman.

Anniesa dan Andhika ditangkap polisi pada 8 Agustus 2017. Keduanya ditangkap usai menggelar jumpa pers di Kementerian Agama. Dalam jumpa pers itu, First Travel meminta sanksi administrasi dari Kemenag dicabut.

Bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan First Travel. Sekitar 58.000 jemaah tertipu dengan total kerugian lebih dari Rp 530 miliar.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: