Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Pakai Sumber Hoax, Eggi Sudjana Tuding Orang Dekat Ahok Danai Saracen

Eggi Sudjana menggunakan sumber hoax untuk menyerang Jokowi-Ahok

Eggi Sudjana menggunakan sumber hoax untuk menyerang Jokowi-Ahok. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Advokat Eggi Sudjana tak terima namanya dicatut sebagai dewan penasihat grup penyebar SARA di media sosial, Saracen. Selain akan menempuh langkah hukum, pengacara Habib Rizieq dan First Travel ini malah menuding pihak lain sebagai otak di balik sindikat Saracen.

Eggi menyebut mantan staf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, Sunny Tanuwidjaja adalah salah satu pihak yang mendanai Saracen. Pria berusia 57 tahun ini sebagai orang dekat Ahok.

“Ada juga diduga terlibat disini juga Sunny yang orangnya Ahok yang dianggap membiayai. Ada udah terviralkan di beberapa medsos. Kenapa polisi ga meriksa ini. Malah mau manggil kita yang ga tahu,” kata Eggi dalam diskusi bertajuk ‘Saracen dan Wajah Medsos Kita’ di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8).

Eggi keberatan jika dia dipanggil polisi sebagai saksi karena namanya dicatut Saracen sebagai dewan pembina. Eggi mengatakan polisi sebaiknya memeriksa pihak lain.

“Saya minta DPN pendukung Jokowi juga terlibat. Si Sunni Ahok dianggap membiayai. Kenapa nggak meriksa ini,” kata Eggi.

Lalu apa alasan Eggi menuding Sunny adalah otak sindikat Saracen?

Eggi memang kebakaran jenggot saat namanya dikaitkan dengan grup penyebar hoax ini dan melakukan serangan balik dengan menggunakan sumber hoax yang diasumsikannya sebagai sumber valid.

Sumber hoax yang mengkaitkan Sunny dan Saracen adalah akun Twitter @plato_id yang kemudian menjadi viral di media sosial dan disebarkan oleh situs koransiana.com.

“saracen yg di bentuk cyrus network dibiayai sunny mantan tsk reklamasi | Sumber biaya sinar mas atas persetujuan pak jokowi | *infovalid” Bongkar Akun @plato_id di akun Twitternya yang bernama Intelektual Jadul.

Munculnya berita hoax soal Sunny ini muncul dan diviralkan, karena polisi mulai menyisir dan mencari siapa atau pihak-pihak mana yang menjadi pembeli proposal Saracen, siapa yang sering menggunakan jasa Saracen. Mereka berusaha mengaburkan sasaran kepolisian dengan tujuan menyelamatkan para pelanggan.

Pihak kepolisian sendiri menyebut Saracen menawarkan jasa kampanye politik di media sosial. Hal tersebut terlihat dari ditemukannya dokumen proposal yang ditemukan polisi saat meringkus sindikat ini.

“Kalau berdasarkan proposal yang kita temukan di TKP sih model proposal yang dia tawarkan, untuk kampanye via media sosial,” kata Kepala Subdirektorat 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Irwan Anwar, kepada detikcom, Minggu (27/8/2017).

Namun kepolisian berhati-hati dalam memberikan komentar saat ditanya soal kampanye politik termasuk tahun yang dimaksud serta terkait kampanye SARA yang banyak beredar saat Pilgub DKI 2017 yang menyudutkan Basuki Thajaja Purnama (Ahok).

“Untuk pemilihan Pilkada, semacam itulah. Kan sudah ramai itu proposalnya mulai dari pendahuluan sampai kebutuhan anggaran, di situ kan tujuannya untuk mempromosikan (kliennya),” ujar Irwan.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Berita Terbaru: Aneka Info Unik

Kami tidak dapat memuat data blog saat ini.

%d blogger menyukai ini: