Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Jonru Ginting Dipolisikan Lagi, Kali Ini oleh Muhammad Zakir Rasyidin

Muhammad Zakir Rasyidin menunjukkan capture status FB Jonru

Muhammad Zakir Rasyidin menunjukkan capture status FB Jonru. (Kumparan.com)

Anekainfounik.net. Setelah dilaporkan Muannas Al Aidid terkait dugaan ujaran kebencian, Jonru kembali dipolisikan dalam kasus yang sama oleh pihak yang berprofesi sama yakni, pengacara. Muhammad Zakir Rasyidin melaporkan Jonru karena menghina tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya meminta pihak kepolisian secepatnya panggil, yang bersangkutan diperiksa. Tidak ada habisnya dari 2014 sampai 2017, yang bersangkutan menyerang pribadi Pak Jokowi,” ucap Zakir kepada wartawan setelah membuat laporan di SPK Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Laporannya masuk ke polisi dengan nomor 4184/XI/PMJ/dit.Reskrimsus. Di sana, Zakir Melaporkan Jonru dengan Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Zakir melampirkan capture 40 status Facebook milik Jonru.

Salah satu yang dilampirkan adalah posting-an pada 5 November tahun lalu, tentang Jokowi yang dianggap mendustakan ulama.

“Bagi saya, ini bukan kritik, tapi mengandung ujaran kebencian,” ucap Zakir.

Bagi Zakir, apa yang dilakukan Jonru adalah menista lambang negara. Hal itu tidak boleh dilakukan oleh setiap warga negara.

“Ini berbahaya sekali kalau dibiarkan. Presiden adalah simbol negara,” ucap Zakir.

Zakir menilai, unggahan Jonru kerap bersifat memancing dengan memasukkan unsur-unsur penghinaan atas nama Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

Misalnya, dia mencontohkan, dalam unggahannya, Jonru kerap memasukan kata ‘Cina’, ‘Islam’, dan ‘Kristen’.

Adapun salah satu postingan yang dilaporkan Zakir adalah postingan pada 31 Juli 2017 yang berbunyi “saya pancasila, NKRI harga mati lalu saya serahkan proyek infrastruktur kepada China, Hayya lu tipu olang ya, slogan tinggal slogan ternyata yang benar adalah, saya cinta China NKRI mau mati karena kebanyakan ngutang pada China.”

Dia pun menilai kata-kata tersebut bersifat membenturkan. “Artinya, kalau nulis pesan, ya, harusnya pesan aja tidak usah titipkan kelompok Cina kemudian Islam, apa, Kristen. Tidak boleh begitu dong. Buat posting-an yang datar-datar saja supaya kesannya itu kritik,” kata Zakir.

Menurut Zakir, dia sudah melakukan pengamatan terhadap akun Jonru selama beberapa tahun terakhir. Hasil pengamatan dan penilaiannya, dia menambahkan, semua unggahan Jonru ke media sosial bukan kritik namun justru berisi upaya pembentukan opini untuk menyudutkan seseorang. Terlebih, ia menuturkan, ketika Jonru kerap membawa unsur agama, kelompok, maupun ras.

Namun, selama ini tidak ada yang melaporkan Jonru. Karena itu, dia berinisiatif melaporkan Jonru ke kepolisian. “Barangkali dengan kami laporkan, ditindaklanjuti, kira kira begitu,” kata dia.

Muannas Al Aidid yang terlebih dahulu melaporkan Jonru Ginting pada Kamis (31/8) lalu mengapresiasi tindakan Zakir. Dia mengaku baru tahu kalau ada orang lain yang melaporkan Jonru.

“Kami apresiasi justru harapannya bilang begitu. Artinya, Polri kemudian harus mungkin diberikan dorongan atau dukungan supaya berani bahwa dukungan terhadap masyarakat terhadap berita hoaks seperti ini,” kata Muannas.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: