Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Baru Bebas, Alfian Tanjung Langsung Ditahan Kembali

Alfian Tanjung (tengah) dijemput penyidik Polda Jatim

Alfian Tanjung (tengah) dijemput penyidik Polda Jatim. (kompas.com)

Anekainfounik.net. Meski sudah mendapat putusan bebas atas kasus ujaran kebencian, namun Ustaz Alfian Tanjung tetap harus dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya di Medaeng Sidaorjo sesuai aturan.

Pukul 18.15 WIB, Alfian keluar dari Rutan Medaeng. Keluarnya Alfian disambut oleh sekitar 20-an pendukungnya. Saat keluar dari rutan, Alfian mendapat pengawalan ketat dari puluhan polisi berpakaian dinas dan preman.

Namun, baru saja menghirup udara bebas, Alfian langung digiring masuk ke mobil Toyota Fortuner hitam. Saat masuk mobil, Alfian didampingi anggota Polda Jatim berpakaian putih bercelana hitam. Alfian yang mengenakan jas hitam, kemeja putih, dan kopiah hitam, tampak pasrah digiring polisi menuju mobil menuju Polda Jatim.

Dari Polda Jatim, Alfian lalu diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani proses hukum yang ditangani Polda Metro Jaya.

“Alfian Tanjung di amankan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Malam ini di terbangkan ke Jakarta,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Rabu malam, seperti diberitakan Kompas.com.

Di Surabaya, Alfian diadili terkait ceramahnya di Masjid Mujahidin Surabaya tentang PKI (Partai Komunis Indonesia). Siang tadi, dia bebas setelah majelis hakim menerima eksepsinya.

Argo mengatakan, Alfian dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa dalam kasus dugaan ujaran kebencian. Alfian dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena menyebut kader PDI-P dan orang dekat Presiden Joko Widodo adalah PKI.

Dalam akun Twitter miliknya, Alfian menulis bahwa sebanyak 85 persen kader PDI-P merupakan kader PKI.

“Tentunya status yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu,” kata Argo.

Pada Rabu (6/9) siang, Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya telah memutuskan Ustaz Alfian Tanjung tidak bersalah dalam dakwaan pasal 16 jo pasal 4b angka 2 Undang-Undang No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis atau dakwaan kedua pasal 156 KUH Pidana. Dakwaan tersebut terkait konten ceramah Ustaz Alfian Tanjung di Masjid Mujahidin, Tanjung Perak, Surabaya.

Kuasa hukum Alfian, Abdullah Alkatiri menyayangkan penahanan kembali kliennya. Dia juga mempertanyakan bahwa surat penahanan dari Polda Jatim terkesan dadakan dan tidak pada tempatnya.

“Suratnya tidak ada tanggalnya, cuma tertulis bulan September dan tahun 2017. Mana bisa surat resmi begitu,” ujarnya.

Dia juga mempertanyakan perkara yang disidik Polda Metro Jaya atas kliennya, sedangkan perkara di PN Surabaya hakim menyatakan kliennya tidak bersalah. “Kalau di Polda Metro saya kurang tahu perkara persisnya. Katanya sebuah partai yang melaporkan. Ini jelas-jelas kriminalisasi,” tutur Alkatiri.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Berita Terbaru: Aneka Info Unik

Kami tidak dapat memuat data blog saat ini.

%d blogger menyukai ini: