Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Jejak Asma Dewi: Demo Anti Ahok di Pilgub DKI Hingga Saracen

Asma Dewi bersama Prabowo

Asma Dewi bersama Prabowo. (Facebook/asma.alihasjim)

Anekainfounik.net. Asma Dewi kini ditahan Direktorat Cyber Badan Reserse Kriminal Polri setelah sendiri dibekuk pada Jumat (8/9) di rumah kakaknya yang berprofesi sebagai polisi wanita (polwan), di Komplek Polri di Jalan Raya Ampera, Jaksel. Wanita kelahiran 19 Maret 1965 ini disebut mengirim dana sebesar Rp 75 juta ke pihak Saracen. Angka tersebut hampir senilai dengan biaya jasa pembuatan hoax, ujaran kebencian, dan isu SARA yang tertera di proposal Saracen, yang diamankan polisi.

Pihak kepolisian masih mendalami apakah Asma Dewi pemesan jasa kelompok Saracen. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan banyak kemungkinan terkait hubungan Asma Dewi dengan Saracen. Informasi kepolisian, lanjut Setyo, sementara sebatas rute aliran dana Asma Dewi yang bermuara di Bendahara Saracen berinisial R.

“Apa (Asma Dewi) salah satu kaki tangan yang mengambil (proyek Saracen) itu karena kan aliran dananya diinfokan dari dia, ke siapa, terus diserahkan lagi ke siapa. Masih dicari tahu penyidik,” ujar di gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/9/2017).

Nama Asma Dewi sendiri mungkin banyak yang baru mendengar. Tapi kalau mundur ke belakang, nama Asma Dewi sempat mencuat dalam aksi Tamasya Al Maidah.

Nama Asma Dewi tertulis dalam selebaran yang terkait kampanye mengawal pelaksanaan pemungutan suara Pilgub DKI. Sosok Asma Dewi ini memang aktif saat Pilgub DKI lalu. Ia juga terlibat dalam berbagai edisi demo Anti Ahok yang disebut “Aksi Bela Islam”.

Tak heran ketika kasus ini penangkapannya mencuat, foto-foto dia dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno muncul. Banyak netizen yang membagi foto-foto Asma Dewi bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih itu, yang diperoleh dari akun Facebook milik Asma Dewi.

Selain itu beredar foto dirinya dengan Fadli Zon dan Buni Yani. Alhasil, nama Asma Dewi pun dikait-kaitkan dengan Gerindra dan diduga dirinya hanyalah seorang ‘pion’ yang aktif dalam ‘menyerang’ Ahok sehingga tercipta opini “Ahok penista agama”.

Asma Dewi ditangkap terkait Saracen

Asma Dewi ditangkap terkait Saracen. (Facebook/Ustad Abu Janda al-Boliwudi)

“Dia memang sering ikut kampanye, beberapa kali ikut kampanye. Mas Anies juga enggak bisa nolak. Tapi kami pastikan, dia bukan bagian dari 246 anggota Timses,” beber Wasekjen PKS Mardani Alisera yang dahulu menjadi Ketua Timses Anies-Sandi saat dikonfirmasi, Senin (11/9).

Mardani juga memastikan kalau Asma Dewi ini bukan kader PKS. Sama sekali tak ada nama Asma Dewi di dalam keanggotaan PKS.

“Isu seperti ini memang beberapa kali mengarah, kami serahkan semuanya ke ranah hukum,” beber Mardani.

Kemudian, kumparan juga mengonfirmasi ke Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif terkait isu yang menyebut Asma bagian dari Presidium Alumni 212.

“Itu sebelumnya,” kata Slamet.

Slamet meminta agar mengonfirmasi ke Ansufri Ibnu Sambo, eks ketua alumni presidium alumni 212. Saat Slamet menjabat sebagai Ketua Presidium Alumni 212, Asma Dewi sudah tidak aktif lagi.

“Saat sama kita, dia sudah enggak aktif lagi,” tuturnya.

Sedang Sambo yang dikonfirmasi soal Asma Dewi terkait Tamasya Al Maidah dan juga keterllibatannya dalam Presidium Alumni 212, memberi penjelasan.

“Enggak betul Asma Dewi sebagai koordinator Tamasya Al Maidah. Dia hanya salah seorang yang simpati dan ikut bantu-bantu,” terang dia.

Untuk di presidium alumni 212, lanjut Sambo, tak pernah ada jabatan bendahara, yang dituduhkan dijabat Asma Dewi.

“Di kepengurusan saya tidak ada jabatan bendahara, hanya ada ketua, wakil dan sekretaris serta ketua penasihat,” tegas Sambo.

Namun belakangan ini, Slamet malah menyerukan alumni 212 untuk membela dan menjenguk Asma Dewi.

“Mengajak Alumni (212) untuk membesuk secara bergantian,” kata Slamet kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (11/9).

Slamet, mewakili Presidium Alumni 212, menyatakan dukungannya terhadap langkah hukum yang akan ditempuh Asma. Dia mengatakan hal tersebut karena Asma adalah sesama aktivis, sehingga perlu diberikan dukungan.

Baca juga: Slamet Maarif: Ayo Alumni 212, Bantu, Bela dan Jenguk Asma Dewi!

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: