Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ditahan KPK, Wali Kota Batu Masih Membantah Terima Duit Suap

Walikota Batu Eddy Rumpoko diciduk KPK

Walikota Batu Eddy Rumpoko diciduk KPK. (ANTARA)

Anekainfounik.net. Wali Kota Batu Eddy Rumpoko ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan barang dan jasa untuk Pemkot Batu. Menurut KPK, sebelum OTT, Eddy diduga sudah menerima Rp 300 juta untuk melunasi mobil Toyota Alphard miliknya. Walaupun demikian, Eddy masih membantah menerima duit suap itu. Hal ini dikatakannya setelah menjalani pemeriksaan dan saat akan dibawa ke rumah tahanan KPK di Cipinang, sekitar pukul 17.45 WIB.

“Ya, jadi waktu terjadi dirumah dinas saya sedang mandi tahu-tahu ada tim KPK masuk ke kamar mandi shooting saya segala macem, saya tanya ‘ada apa’ ada OTT (saya bilang gitu),” kata Eddy kepada wartawan, Minggu (17/9/2017), seperti dilansir Detikcom.

Kendati demikian, Eddy menegaskan dirinya tidak pernah menerima suap. “Saya enggak tahu duitnya dari mana saya enggak tahu,” lanjutnya.

“Lalu duitnya dari mana?,” tanya wartawan.

“Loh saya enggak tahu, enggak terima saya,” imbuhnya.

Sementara menurut KPK, setelah Rp 300 juta tersebut, Eddy diduga akan menerima duit Rp 200 juta pada Sabtu (16/9) di rumah dinasnya. Total suap untuk Eddy adalah Rp 500 juta terkait komisi dari proyek bernilai Rp 5,26 miliar. Eddy Rumpoko mendapatkan komisi 10 persen atau Rp 500 juta dari proyek yang dianggarkan Kota Batu di tahun 2017..

Dari OTT tersebut, KPK menyita uang tunai sebesar Rp 200 juta yang diberikan ke Eddy Rumpoko. Sementara sisanya Rp 300 juta telah diberikan untuk keperluan pelunasan mobil Alphard.

“Dengan perincian sebagai berikut, satu diduga diperuntukkan Rp 200 juta dari total fee Rp 500 juta yang disepakati sebelumnya. Mengapa yang diberikan hanya Rp 200 juta, karena Rp 300 juta sudah diberikan sebelumnya untuk melunasi pembayaran mobil Alphard milik Wali Kota,” kata Syarif

KPK juga menyita uang tunai Rp 100 juta yang diberikan tersangka Filipus Djap kepada Edi Setyawan sebagai panitia pengadaan. “Sedangkan Rp 100 juta diberikan FHL kepada EDS sebagai fee untuk panitia pengadaan, karena dia kepala ULP,” imbuhnya.

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Kepala Bagian Layanan dan Pengadaan (Kabag ULP) Pemkot Batu Edi Setyawan ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Keduanya diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara itu, pengusaha Filipus Djap ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Dia diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: