Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Polda Metro Tangkap Sindikat Pengedar Video Porno Gay Anak via Medsos

Tersangka pengedar video anak di medsos

Tersangka pengedar video anak di medsos. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya menangkap sindikat pelaku pengedar video dan gambar pornografi di media sosial dengan objek anak-anak gay yang terafiliasi dengan grup Telegram ‘Asian Boys’ dari 49 negara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kasus ini terbongkar setelah pihaknya menerima informasi masyarakat terkait maraknya konten pornografi anak di bawah umur di media sosial Twitter.

“Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya kemudian membentuk Satgas khusus dengan melaksanakan Operasi Nataya III untuk menindak lanjuti informasi tersebut,” ujar Argo saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (16/9/2017).

Pornografi terhadap anak di bawah umur ini ditawarkan dalam tiga akun Twitter yakni @VGKSale, @febrifebri745 dan @freeVGK69. Ketiga akun Twitter ini dioperasikan oleh tiga tersangka yakni YUL (19), HER alias UHER (30) dan IK (30).

“Tiga pelaku yang merupakan admin sudah ditangkap dan kasusnya masih dalam pengembangan terus,” imbuh Argo.

Dalam kesempatan yang sama, Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan mengatakan, Operasi Nataya III ini merupakan operasi lanjutan dari Operasi Candy I dan Candy II dengan sasaran operasi adalah pornografi anak yang marak terjadi di media sosial.

Polda Metro Jaya juga bekerja sama dengan Federal Bureau Investigation (FBI) dan juga Homeland Security. “Dari join investigation itu kamj mendapatkan informasi ada aplikasi yang menawarkan gambar VGK (Video Gay Kids). Jadi dalam akun itu ditampilkan baik video maupun konten image hubungan seksual antara laki-laki dengan anak laki-laki,” jelas Adi.

Dari hasil penyelidikan dan kerja sama yang intens tersebut, penyidik akhirnya menangkap ketiga tersangka di tiga lokasi berbeda di Purworejo, Jawa Tengah, Garut dan Bogor, Jawa Barat. Para pelaku memperjual-belikan konten pornografi anak melalui akun Twitter tersebut dan kemudian menerima bayaran dari pembeli dengan cara transfer melalui rekening.

“Dari ketiga pelaku ini mereka kerap bertransaksi gunakan Twitter dalam komunikasi dan menawarkan, apabila ada yang tertarik orang tersebut transfer atau berikan pulsa ke pelaku,” tutur Adi.

Motif Ekonomi dan Kepuasan Seksual

Motif para pelaku menyebarkan konten pornografi anak di bawah umur hanya untuk kepuasan seksual semata.

“Motifnya untuk kepuasan seksual, di samping juga ada motif ekonomi,” ujar Adi.

Setelah uang atau pulsa didapat, para pelaku akan segera mengirimkan video dan gambar porno tersebut kepada pembeli sekaligus membernya. Proses transaksi dilakukan melalui grup aplikasi Telegram dan WhatsApp.

“Ketika uang itu sudah masuk, mereka akan kirimkan gambar-gambar tersebut melalui media Telegram,” imbuhnya.

Sebanyak ratusan ribu konten gay anak ditemukan di dalam grup Telegram “Asian Boys”.

“Saat ini dari ketiga pelaku ini kita amankan 750 ribu images dan video gay kids yang ada di chat grup Telegram dan WhatsApp,” ujar Adi.

Group chat Telegram dan WhatsApp tersebut beranggotakan ratusan orang. Para member grup rata-rata kaum gay dan komunitas pedofil dari 49 negara di antaranya Amerika Serikat, Panama, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Arab Saudi, Costa Rica, Turki, Sudan, Irak, dan lain-lain.

“Setidaknya ada 38 grup Telegram dan WhatsApp ‘Asian Boys’ yang diikuti oleh ketiga tersangka,” imbuhnya.

Adi mengatakan, VGK atau video gay kids merupakan istilah yang biasa digunakan oleh komunitas penyuka sesama jenis maupun pedofilia.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Berita Terbaru: Aneka Info Unik

Kami tidak dapat memuat data blog saat ini.

%d blogger menyukai ini: