Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Jonru Tersangka Hate Speech, Pengacara: Polisi Terlalu Memaksakan

Jonru bersama pengacaranya di Polda Metro Jaya

Jonru bersama pengacaranya di Polda Metro Jaya. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya meningkatkan status tersangka terhadap Jonru Ginting dalam kasus dugaan ujaran kebencian atau hate speech. Sang kuasa hukum menyebut aktivis media sosial tersebut ditetapkan sebagai tersangka pada dini hari tadi.

“Tadi pagi sekitar jam 02.00 WIB statusnya sudah tersangka,” kata Djudju lewat pesan singkatnya, Jumat (29/9/2017).

Setelah itu, Jonru ditahan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Kliennya akan kembali jalani pemeriksaan.

“(Saat ini) Masih ditahan Reskrimsus, sudah tanda tangan surat penahanan, dan akan lanjut pemeriksaan sebagai tersangka,” ujarnya.

Djudju mengaku kaget atas penahanan Jonru. Menurutnya penahanan yang dilakukan pada kliennya terkesan dipaksakan sebab Jonru masih menjalani pemeriksaan awal.

“Kok sangat dipaksakan sekali. Sementara sebetulnya kan masih dilakukan pemeriksaan awal, masih penyelidikan. Sampai tengah malam langsung, sampai sekitar jam 02.00 WIB,” ujarnya.

“Walau (penahanan) diskresi penyidik tapi sangat subyektif karena dugaan pasal 28 (2) jo pasal 45 A UU ITE, ancaman lebih dari 5 tahun sehingga dengan kewenangannya penyidik sangat mudah menahan seseorang tanpa tahap proses penyidikan lebih dulu,” tuturnya.

Djudju menyadari penahanan ini ialah kewenanangan dari penyidik. Atas penahanan Jonru, tim kuasa hukum berniat untuk mengajukan penangguhan penahanan.

“Kita akan lihat kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa dilakukan. Misalnya kita minta penangguhan kalau memang itu proses hukumnya dilalui. Kalau ditahan itu kan sangat subjektif. Mau gimana? Mereka punya kewenangan,” ucap dia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada detikcom, Jumat (29/9), menjelaskan, penyidik menetapkan Jonru sebagai tersangka setelah melalui proses gelar perkara. Penyidik sendiri telah memeriksa Jonru sebagai saksi pada Kamis (28/9) kemarin.

Menyusul peningkatan statusnya sebagai tersangka, rumah Jonru digeledah polisi. Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti terkait kasus ITE yang dilaporkan oleh Muannas Alaidid.

Argo membenarkan adanya penggeledahan sebagai upaya untuk melengkapi penyidikan.

“Yang jelas, penggeledahan itu kan sebagai salah satu upaya melengkapi penyidikan untuk mencari barang bukti, sehingga dilakukan penggeledahan tersebut,” ujar Argo.

Sejumlah barang bukti disita, di antaranya buku 212 hingga laptop.

“Sementara yang disita ada satu buah laptop dan flashdisk,” ujar Argo.

Sementara, pengacara Jonru, Djudju Purwantoro membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Penggeledahan dilakukan di rumah Jonru di kawasan Makasar, Jakarta Timur sekitar pukul 03.00 WIB.

“(Yang disita) 1 laptop, 1 hardisk, 1 buku ‘212’,” kata Djudju.

Djudju mengatakan, kliennya dibawa oleh penyidik ke rumahnya saat penggeledahan tersebut. Penggeledahan disaksikan oleh keluarga Jonru.

“Penyidik sama Jonru ke rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB, terus kembali lagi (ke) Polda,” lanjut Djudju.

Menurut Djudju, penetapan tersangka Jonru itu terlalu cepat. Padahal menurutnya, penetapan tersangka itu dilakukan kurang dari 24 jam setelah kliennya diperiksa dengan status sebagai saksi.

“Karena sebetulnya harus melalui prosedur penyelidikan dulu. Terus tiba-tiba belum 24 jam juga sudah ditentukan sebagai tersangka dan langsung ke proses penyidikan dan tidak tahu apakah sudah dilakukan gelar perkara,” sambungnya.

Menurutnya, penetapan tersangka dalam kasus UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) haruslah didahului dengan pemeriksaan digital forensic.

“Karena ini sangkaannya UU ITE pasal 28 ayat (2), apakah sudah dilakukan pemeriksaan secara digital forensic terhadap apa yang disangkakan ujaran kebencian UU ITE itu,” paparnya.

Meski begitu, belum ada upaya hukum yang akan dilakukan pengacara berkaitan dengan penetapan status kliennya sebagai tersangka itu. Pengacara masih akan melihat perkembangan penyidikan ke depan.

“Kita belum tahu karena sekarang masih dalam proses pemeriksaan sebagai tersangka, kita lihat nanti, kita pelajari data dan fakta pemeriksaannya seperti apa,” tutur Djudju.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: