Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Tersinggung, Massa Aksi 299 Turunkan Spanduk ‘Masyarakat Bosen Demo’

Spanduk masyarakat bosan demo di pagar gedung DPR

Spanduk masyarakat bosan demo di pagar gedung DPR. (Republika)

Anekainfounik.net. Peserta aksi 299 merasa tersinggung dengan spanduk yang terpasang di beberapa titik dekat Gedung DPR/MPR seperti yang terpasang pagar pembatas antara Kompleks Parlemen dengan Jalan Tentara Pelajar, Senayan dan di Jembatan penyeberangan orang (JPO).

Spanduk berukuran sekitar 5×2 itu, bertuliskan “Demo mulu, Demo lagi, Bosen, Masyarakat sudah capek, Demo tidak produktif” yang menyindir aksi demo tersebut. Alhasil, massa aksi 299 itu merasa disindir dan menilai tulisan dalam spanduk itu berbada provokatif.

Spanduk masyarakat bosan demo di JPO dekat gedung DPR

Spanduk masyarakat bosan demo di JPO dekat gedung DPR. (Detikcom)

“Tentu saya tersinggung, jelas ini sudah provokatif. Kami demo juga dengan aturan kami hormati pihak lainnya. Seharusnya mereka juga menghargai kami,” keluh Muhammad Iqbal, peserta aksi asal Bogor, Jumat (29/9), dilansir Republika.

Spanduk tersebut mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Ingin Damai dengan singkatan Almaida. Tentu saja, kata Iqbal, spanduk itu berniat untuk memancing emosi para peserta aksi. Iqbal berharap pihak berwenang untuk segera menurunkan spanduk tersebut.

Massa aksi 299 menurunkan spanduk tersebut

Massa aksi 299 menurunkan spanduk tersebut. (Detikcom)

Namun, massa akhirnya berinisiatif menurunkan spanduk tersebut sekitar pukul 09.00 WIB. Spanduk tadi diganti dengan spanduk penolakan Perppu Ormas dan kebangkitan PKI.

Spanduk tadi diganti dengan spanduk ini

Spanduk tadi diganti dengan spanduk ini. (Detikcom)

Rencananya Aksi 299 sendiri dimulai pukul 13.00 WIB di depan gerbang Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. Aksi yang diklaim melibatkan puluhan ribuan massa juga akan dihadiri sejumlah tokoh nasional yang selama dikenal berseberangan dengan pemerintahan Jokowi.

Diantaranya, mantan Ketua Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) RI periode 1999-2004, Amien Rais. Kemudian mereka juga mengundang penyair kondang, Taufiq Ismail, dia akan membacakan puisi terkait kebangkitan PKI yang selama ini ilusi sehingga tercipta opini bahwa PKI itu benar-benar sekarang nyata ada.

Ada dua hal yang disampaikan dalam aksi tersebut. Pertama mereka dengan tegas menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat, atau Perppu Ormas. Kedua mereka juga menolak kebangkitan paham komunis dalam hal ini adalah Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tentu saja hal ini membingungkan karena kedua hal itu bertolak belakang karena isi Perppu Ormas adalah melarang adanya ormas yang memiliki paham yang bertentangan dengan Pancasila termasuk komunisme.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: