Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Mendagri Tjahjo: Praja IPDN Akan Dididik ala Militer

Mendagri Tjahjo Kumolo mengusulkan praja IPDN dididik ala militer

Mendagri Tjahjo Kumolo mengusulkan praja IPDN dididik ala militer. (CNN Indonesia)

Anekainfounik.net. Setelah melempar wacana mengenai lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) harus mengikuti wajib militer (Wamil) ) agar bisa membantu tugas komandan koramil (danramil), kini Mendagri Tjahjo Kumolo mewacanakan agar praja IPDN dididik dengan model militer.

Tjahjo Kumolo telah berbicara dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai rencana menerapkan pendidikan militer untuk pembinaan Praja IPDN.

Tjahjo mengatakan, rencana mengadopsi pendidikan ala militer untuk praja IPDN masih dalam konsep. Tapi, dia menilai konsep itu harus segera diimplementasikan untuk kepentingan keamanan negara.

“Karena praja IPDN itu harus wamil (wajib militer), harus bisa angkat senjata kalau negara suatu saat membutuhkan untuk membela kedaulatan bersama TNI dan Polri,” kata Tjahjo di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (2/10), seperti diberitakan CNN Indonesia.

Saat ini pendidikan praja IPDN dilakukan mandiri lembaga itu, namun dalam memberikan pendidikan dasar IPDN telah bekerjasama dengan Polri. Pendidikan dasar praja IPDN dilakukan di Akademi Kepolisian, Semarang.

Konsep pendidikan praja IPDN dengan konsep militer, diungkap Tjahjo saat ia menjelaskan sebab kematian seorang anak didik di Akpol Semarang, Minggu (1/10).

Soal Kematian Dea Rahma Amanda

Praja yang meninggal bernama Dea Rahma Amanda (17). Ia meninggal usai melakukan kegiatan apel dan lari pagi di Lapangan Resimen Akpol Semarang. Dea merupakan calon praja IPDN dari Provinsi Lampung.

Menurut keterangan Rektor IPDN Ermaya, Dea meninggal karena mengalami penyumbatan pernapasan. Penyakit itu diklaim tak ditemukan saat tes kesehatan kepada calon praja dilakukan.

“Tim dokter bilang saat jalan itu terjadi penyumbatan pernapasan, dalam riwayat kesehatan ini normal,” kata Ermaya saat dihubungi wartawan.

Ermaya akan melakukan evaluasi terhadap tim kesehatan IPDN. Ia memastikan, meninggalnya Dea tidak terjadi akibat adanya tindak kekerasan atau paksaan selama mengikuti pendidikan dasar di Akpol Semarang.

“Kasus ini kelihatannya di luar pemaksaan. Memang ada riwayat dia pernah cerita ke temannya sebelum masuk IPDN katanya sakit asma tapi sekarang sudah hilang,” ujarnya.

Sebelum meninggal, Dea disebut tidak menunjukkan gejala sakit apapun. Ia disebut tetap tidur nyenyak di malam sebelum kejadian.

Saat sarapan jelang lari pagi Dea bahkan disebut kekenyangan karena terlalu banyak makan.

“Saat sarapan temannya dengar dia berkata ‘Perut saya kekenyangan nih’ begitu,” kata Ermaya.

Diksar praja IPDN di Akpol Semarang akan ditutup pada 6 Oktober mendatang. Setelah itu, para praja akan dilantik dan mengikuti kegiatan di Kampus IPDN Jatinangor.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: