Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Eks Danpaspampres Beberkan Alasan Jokowi Tak Temui Massa 411

Mantan Danpaspampres, eks Mayjen TNI Bambang Suswantoro

Mantan Danpaspampres, eks Mayjen TNI Bambang Suswantoro. (viva.co.id)

Anekainfounik.net. Ketidakhadiran Presiden Jokowi di Istana Merdeka saat massa anti Ahok berunjuk rasa pada 4 November 2016 sempat menjadi polemik. Ada yang menyebut Presiden pengecut karena tak berani menemui pengunjuk rasa. Sejumlah ulama yang menemuinya sepekan kemudian pun menyinggung hal itu.

Kepada tetamunya, Presiden Jokowi kala itu menjelaskan bahwa dirinya sebetulnya malah ingin dekat dengan rakyatnya, termasuk Jumatan di Istiqlal. Tapi aturan protokoler, keamanan sesuai masukan dari Kapolri, Panglima TNI, BIN, dan menteri terkait untuk tidak ke sana. “Demi keamanan dari Presiden sendiri.”

Alasan Jokowi ternyata sama seperti yang diungkapkan mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI (Marinir) Bambang Suswantoro yang dituangkan dalam buku biografinya berjudul ‘Bambang Suswantono Memberi yang Terbaik’ karya Fenty Effendy.

Buku setebal 179 halaman itu sepertinya sengaja dirilis dalam rangka HUT TNI ke-72 di sebuah kafe di Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2010) malam. Bambang menjadi Danpaspampres menggantikan Mayjen TNI Andhika Perkasa pada Mei 2016. Sebelumnya Bambang menjadi Wakil Danpaspamres dan pernah bertugas di Paspampres sebagai Danden Matan dan Danden Pamsus Grup A Paspampres. Sejak 16 Maret 2017, lulusan Akademi Angkatan Laut 1987 itu menjabat Dan Korps Marinir.

Bambang menyebut dirinya menolak permintaan Jokowi untuk kembali ke Istana setelah memimpin salat magrib di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta. Hari itu Presiden meninjau pembangunan jalur kereta bandara. Selepas Jumatan, massa aksi 411 berunjuk rasa di kawasan Monas. Bambang beralasan penolakan itu dilakukannya karena sesuai saran Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Sekretaris Negara M. Pratikno.

Ketika sang Presiden berkeras, Bambang mencoba bernegosiasi dan meyakinkannya tentang situasi yang tengah berlangsung di sekitar Istana. “Akses masuk Istana terkepung massa. Kalau ada pendemo yang tidak menghargai Bapak, kami keberatan,” ujar Bambang. Sebagai jalan tengah, akhirnya Jokowi setuju pulang ke Istana Bogor.

Entah kenapa, Jokowi malam itu seperti tak kerasan beristirahat di sana. Ketika Bambang dan para stafnya baru singgah di sebuah kafe untuk santap malam, ia mendapat laporan bahwa Presiden ingin kembali ke Jakarta. “Waduh…, langsung makanan tak tinggal,” ujar Bambang dalam biografi nya tersebut.

“Nanti saya bayar belakangan,” ujar lelaki kelahiran Semarang, 25 Juli 1965, itu kepada stafnya.

Begitu tiba di Istana, Jokowi langsung menanyakan perkembangan situasi di Jakarta. Bambang pun menjelaskan situasinya belum kondusif bagi Presiden untuk bisa masuk ke Istana Merdeka. “Oo… begitu,” timpal Jokowi, lalu balik kanan kembali masuk ke kamar.

Tak berapa lama kemudian, Presiden kembali ke luar dan menanyakan situasi terakhir. Bambang pun kembali menegaskan hal serupa. “Pak, Mensesneg menyampaikan agar Bapak tetap di Istana Bogor saja.”

“Oke,” jawab Presiden. Lalu kembali masuk. Tapi selang beberapa menit kemudian, Jokowi kembali ke luar tanpa bertanya lagi, tapi langsung memerintah Bambang mengawal kembali ke Jakarta. Perwira tinggi marinir itu tak kuasa membantah selain menyatakan, “Siap, Pak!”

Dengan alasan taktis, kendaraan yang digunakan cuma dua: satu jip Mercy yang biasa ditumpangi Danpaspampres dan satu mobil voorijder. Presiden tak keberatan menumpang mobil pengawalnya dan duduk berdampingan.

Sebelum berangkat, Bambang memberikan opsi kepada Presiden mengingat massa ternyata masih bertahan. Jika tetap ke Istana Merdeka, diperkirakan massa akan memaksa masuk dan terjadi bentrokan dengan aparat. “Kalau terjadi pertumpahan darah, provokatorlah yang akan bertepuk tangan,” ujar Bambang.

Akhirnya Presiden Jokowi setuju tujuan dialihkan ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Dia meminta para menteri terkait merapat ke Halim untuk mengikuti rapat.

Ketika melintasi kawasan Taman Mini sekitar pukul 21.00, masuk laporan bahwa massa sudah bergeser ke Patung Kuda dan Istana sudah siap dimasuki Presiden. Tiba di Istana, Presiden langsung menggelar rapat dengan para menteri terkait, lalu menyampaikan hasilnya kepada pers.

Iklan

Diskusi

One thought on “Eks Danpaspampres Beberkan Alasan Jokowi Tak Temui Massa 411

  1. Akhirnya revealed jg…👍

    Posted by Desfortin | Oktober 8, 2017, 1:22 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: