Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Sebut Agama Non-Islam Harus Dibubarkan, Eggi Sudjana Dipolisikan

Eggi Sudjana Bertemu Habib Rizieq di Arafah

Eggi Sudjana Bertemu Habib Rizieq di Arafah. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Sempat dikaitkan dengan grup penyebar hoax Saracen, pengacara Eggi Sudjana kembali tersandung masalah hukum berkaitan dengan ujaran kebencian. Setidaknya ada dua pihak yang melaporkan pria berusia 57 tahun tersebut.

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (DPN Peradah) melaporkan Eggi ke Bareskrim Polri pada Kamis (5/10/2017). Sementara, Aliansi Advokat Nasionalis melaporkannya ke Polda Metro Jaya, Jumat (6/10).

Eggi dianggap menyebarkan ujaran kebencian terkait agama tertentu.

“Pak Eggi memberikan statement yang agak mengganggu rasa kebinekaan kita sebagai WNI,” ujar Sures saat dihubungi, Kamis malam.

Hal yang sama juga dinyatakan Ketua Aliansi Advokat Nasionalis Johannes L Tobing. Menurutnya , ucapan Eggi yang menyinggung suku agama ras dan antargolongan dan menimbulkan meresahkanserta dapat menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat.

“Ucapan dia sangat berbahaya diucapkan seorang tokoh yang tentu diamini oleh jutaan orang sehingga orang-orang dapat menilai ucapannya sebagai suatu kebenaran,” ujarnya.

Eggi dilaporkan dengan tuduhan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdadarkan suku, agama, ras, dan antargolongan sebagaimana diatur dalam Pasal 45 A ayat 2 dan Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Menurut Sures, Eggi menyatakan bahwa pemeluk agama selain Islam bertentangan dengan Pancasila. Hal ini berkaitan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Ormas.

“Jadi kalau Perppu Ormas disetujui, maka agama yang lain harus dibubarkan. Menurut kami itu sangat mengganggu dan berpotensi menimbulkan kegaduhan sosial,” kata Sures.

Sures mengatakan, ia sangat terusik dengan adanya pernyataan itu.

Sebagai umat beragama, kata dia, kelompoknya berupaya menciptakan keharmonisan. Demikian pula umat agama lainnya yang melebur dengan perbedaan yang ada.

“Tiba-tiba ada itu, kan gimana. Sangat menciptakan kegaduhan sosial di masyarakat,” kata Sures.

Laporan tersebut diterima dengan laporan polisi Nomor LP/1016/X/2017/Bareskrim. Sures berharap laporannya segera ditindaklanjuti oleh Bareskrim Polri.

“Karena ini sebagai efek jera juga agar tidak main-main,” kata Sures.

Sures mengaku membawa sejumlah bukti dalam laporannya, antara lain video dari Youtube yang menayangkan Eggi saat wawancara dan juga berita media online.

Video tersebut diunggah oleh akun Youtube Suara Kebangkitan Islam pada Senin lalu, 2 Oktober 2017 dan sudah sudah ditonton sebanyak 9.751 kali hingga hari ini, Jumat, 6 Oktober 2017, pukul 10.40 WIB.

Dalam video tersebut, Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat memimpin sidang gugatan uji materi Perppu Ormas pada 19 September 2017. Arief memberikan waktu tiga menit kepada Eggi Sujana untuk menyampaikan pendapat sebagai pihak pemohon.

Saat diberi kesempatan oleh hakim, Eggi mengatakan jika Perppu Ormas tetap berlaku, maka konsekuensi hukumnya adalah siapapun atau apapun ajaran yang bertentangan dengan Pancasila harus dibubarkan.

“Pertanyaan seriusnya, ada gak ajaran lain selain Islam tentang Ketuhanan Yang Maha Esa ? Itu bertentangan, itu serius,” kata Eggi. Jika Perppu Ormas tetap ada, menurut dia, artinya pemerintah harus membubarkan ajaran lain selain ajaran Islam karena tidak sesuai dengan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pendapat Eggi tersebut langsung diinterupsi oleh hakim Arief. “Itu kan pendapat pemohon (Eggi),” kata Arief. Eggi balik menjawab bahwa persoalan tersebut harus ditanggapi oleh termohon yaitu pemerintah.

Di bagian akhir video tersebut, Eggi didampingi sejumlah rekannya menanggapi pendapatnya di dalam ruangan persidangan. Eggi sempat mengakui pengetahuannya mungkin terbatas namun boleh diuji secara intelektual. “Tidak ada ajaran selain Islam ya, ingat ya, garis bawahi, selain Islam, yang seusai dengan Pancasila, selain Islam bertentangan,” kata Eggi.

Dia pun menyebut sejumlah agama yang dianggapnya bertentangan. “Kristen trinitas, Hindu trimurti, Budha sepengetahuan saya tidak punya konsep Tuhan, kecuali dengan proses amitabha dan apa yang diajarkan Siddharta Gautama,” tuturnya. Oleh karena itu, Eggi menuntut agar Perppu Ormas tidak diberlakukan karena akan memecah persatuan Indonesia.

Simak videonya di bawah ini.

Menanggapi laporan tersebut, Eggi membantah melakukan ujaran kebencian.

Menurut dia, dalam sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa”, sudah jelas bahwa hanya Islam yang memiliki konsep Tuhan yang Esa.

Jika mengacu isi Perppu Ormas yang melarang organisasi yang tak sesuai Pancasila harus dibubarkan, kata Eggi, maka kelompok yang tidak menerapkan sila pertama itu harus dibubarkan.

“Secara objektif artinya tidak memihak pada siapapun, bila sudah berlaku jadi hukum maka setiap ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila harus dibubarkan,” kata Eggi.

Namun, kata Eggi, dalam Islam diajarkan untuk tak mengurusi ajaran agama lain.

Oleh karena itu, Eggi mendesak agar Perppu Ormas tidak.diberlakukan untuk menghormati keyakinan masing-masing.

“Jadi jangan salah paham dengan saya. Justru saya berjuang untuk toleransi tersebut yang dihilangkan dengan berlakunya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 itu,” kata Eggi.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: