Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Jadi Penyebab Baku Hantam, Ini Ancaman Pidana Buang Sampah di Jalan

Aksi baku hantam antara Bimantoro dan Lettu Satrio Fitriandi

Aksi baku hantam antara Bimantoro dan Lettu Satrio Fitriandi. (Youtube)

Anekainfounik.net. Aksi baku hantam yang melibatkan seorang pemuda bernama Bimantoro (26) dan anggota TNI AL Lettu Satrio Fitriandi terjadi di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur pada Jumat (13/10/2017) sekitar pukul 12.00 WIB.

Pangkal masalahnya, Bimantoro yang saat itu didampingi kekasihnya bernama Jesica Natalia membuang sampah lewat jendela mobil ketika menyetir Mazda berpelat nomor B 1599 PVH dan mengenai istri Lettu Satrio, Mareta Rima Suciana. Karena tak terima, Satrio yang sedang berboncengan motor dengan Mareta kemudian berhenti dan beradu mulut dengan Bimantoro.

Di tengah adu mulut, Bimantoro mendorong prajurit TNI AL tersebut. Prajurit membalas dorongan itu dengan mendaratkan bogem mentah di pipi kiri si pria. Baku hantam pun terjadi. Warga yang menonton mencoba melerai, namun mereka tetap jual-beli pukulan.

Peristiwa tersebut sempat divideokan oleh warga yang melihat. Video berdurasi 01.03 menit itu beredar luas di media sosial.

Sebenarnya, urusan buang sampah sembarangan bukanlah hal sepele. Ada ancaman pidana denda hingga kurungan seperti diatur dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

“Ada aturannya. Konsekuensi hukumnya di mana diatur dalam Perda 8 Tahun 2007 (tentang Ketertiban Umum). Nah, kalau sampah, ditambah di Perda 3 Tahun 2013 (tentang Pengelolaan Sampah). Penyelenggaraan perda kan ada sanksinya, baik itu denda maupun kurungan,” kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko, Jumat (13/10/2017) malam, seperti diberitakan Detikcom.

Dalam Perda 3 Tahun 2013, aturan tentang buang sampah sembarangan tertulis jelas. Orang yang membuang sampah dengan sengaja di jalan dapat dikenai denda Rp 500 ribu. Berikut aturannya:

Pasal 126 huruf c

Setiap orang dilarang membuang sampah di jalan, taman, dan tempat umum.

Pasal 130 huruf c

Gubernur dapat memberikan sanksi administratif berupa uang paksa kepada setiap orang dengan sengaja atau terbukti membuang sampah dari kendaraan, dikenakan uang paksa paling banyak Rp 500.000.

Sedangkan dalam Perda 8 Tahun 2007, aturan mengenai pidana kurungan tercantum. Berikut aturannya:

Pasal 21 huruf b

Setiap orang atau badan dilarang membuang dan menumpuk sampah di jalan, jalur hijau, taman, sungai, dan tempat-tempat lain yang dapat merusak keindahan dan kebersihan lingkungan.

Pasal 61 angka 1

Setiap orang atau badan yang melanggar ketentuan Pasal 21 huruf b dikenakan ancaman pidana kurungan paling singkat 10 hari dan paling lama 60 hari atau denda paling sedikit Rp 100 ribu dan paling banyak Rp 20 juta.

Kini kasus buang sampah berujung baku hantam itu tengah ditangani Polres Jakarta Timur. Lettu Satrio melaporkan Bimantoro.

Namun Bimantoro sudah meminta maaf kepada Lettu Satrio serta TNI, khususnya TNI AL. Tetapi polisi tetap melanjutkan kasus itu karena belum ada pembicaraan tentang upaya mediasi.

Iklan

Diskusi

One thought on “Jadi Penyebab Baku Hantam, Ini Ancaman Pidana Buang Sampah di Jalan

  1. Makin tahun kok kasus org makin ada2 aja ya, ampe baku hantam sgla…😇😇😂

    Posted by Desfortin | Oktober 14, 2017, 4:26 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: