Iklan
//
Anda membaca...
Olahraga

Sebelum Choirul Huda, 3 Pemain Liga Indonesia Ini Juga Meninggal Akibat Benturan Saat Bertanding

Momen saat Akli Fairuz diterjang kiper Agus Rohman

Momen saat Akli Fairuz diterjang kiper Agus Rohman. (Tribunnews.com)

Anekainfounik.net. Meninggalnya Choirul Huda pada laga Persela melawan Semen Padang (15/10) di stadion Surajaya Lamongan tak sadarkan diri akibat berbenturan dengan rekan satu timnya, Ramon Rodrigues. Penjaga gawang berusia 38 tahun ini wafat di RSUD dr Soegiri, Lamongan.

Menurut pihak RSUD dr Soegiri, Lamongan, dr Zaki Mubarok, seperti dilaporkan Kompas.com, Huda meninggal akibat mengalami benturan di kepala dan leher.

Kejadian yang menimpa Huda bukanlah yang pertama kalinya terjadi di sepak bola Indonesia. Kerasnya Liga Indonesia juga pernah merenggut nyawa sejumlah pemain lain.

Berikut tiga pesepakbola yang meninggal dunia karena benturan saat bertanding.

1. Eri Erianto

Eri Irianto merupakan pemain asal Persebaya Surabaya yang meninggal pada 3 April 2000 saat berada di puncak karirnya di usia 26 tahun. Saat itu gelandang yang terkenal memiliki tendangan keras tersebut sedang membela Persebaya untuk melawan PSIM Yogyakarta di Stadion 10 November, Surabaya.

Pada laga tersebut, Eri Irianto bertabrakan dengan pemain PSIM asal Gabon, Samson Noujine Kinga. Dia pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, malamnya ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Dokter Soetomo karena serangan jantung.

Pengurus Persebaya menerima medical record secara lengkap dari tim medis RSUD Dr Soetomo Surabaya. Dalam keterangan medis tersebut, tertulis bahwa kematian Eri Irianto disebabkan cedera otak.

“Kini sudah terjawab apa sebenarnya penyebab kematian Eri. Yang jelas, dalam catatan tim medis tidak tercantum ada indikasi narkoba,” kata salah satu pengurus Persebaya saat itu.

Untuk menghormati jasa-jasa Eri untuk Persebaya, mess Persebaya kemudian dinamai “Wisma Eri Irianto”. Nomor 19 yang pernah dipakai dirinya dipensiunkan setelah kematiannya dan kostumnya disimpan di dalam sebuah lemari kaca di mess Persebaya.

2. Jumadi Abdi

Jumadi Abdi merupakan gelandang Liga Indonesia, PKT Bontang yang mengalami benturan keras dengan pemain Persela Lamongan, Denny Tarkas yang mengangkat kaki terlalu tinggi saat sedang bertanding pada 7 Maret 2009.

Benturan keras tersebut mengena bagian perut Jumadi. Setelah benturan, Eks pemain Timnas Indonesia tersebut tak sadarkan diri dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Sayang, nyawa Jumadi tak dapat diselamatkan oleh tim dokter sembilan hari setelah insiden benturan dengan pemain Persela tersebut. Anggota timnas Indonesia di SEA Games 2005 disebut mengalami robek pada bagian usus halus sehingga menyebabkan organ bagian dalam lainnya keracunan.

Ironisnya, Denny Tarkas, ‘hanya’ mendapatkan sanksi larangan bermain selama empat bulan dari komisi disiplin PSSI.

3. Akly Fairuz

Sebelum Choirul Huda, ada nama Akly Fairuz yang juga mengalami benturan mematikan saat bertanding pada 10 Mei 2014. Penyerang Persiraja Banda Aceh tersebut mengalami benturan keras dengan kiper PSAP Sigli, Agus Rohman.

Akly dikabarkan mengalami luka dalam di bagian perut dan kantung kemih yang bocor. Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, Akly dinyatakan meninggal dunia pada 16 Mei 2014.

Agus Rohman sendiri diganjar hukuman larangan bermain setahun oleh PSSI.

Kepergian Akli sempat menimbulkan citra negatif untuk sepak bola Indonesia di mata internasional. Media asal Spanyol, Marca, sempat memberitakan kepergian Akli dengan judul “Una brutal patada acab con la vida de un jugador en Indonesia (Tendangan Brutal Membunuh Pemain Indonesia)”.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: