Iklan
//
Anda membaca...
Olahraga

Video & Kronologi Detik-detik Choirul Huda Meninggal Akibat Benturan

Kiper Choirul Huda yang meninggal dunia

Kiper Choirul Huda yang meninggal dunia. (Bolasport.com)

Anekainfounik.net. Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri karena mengalami benturan atau tabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, dan penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento.

Sebelumnya, saat membawa Persela menang 2-0 ketika melawan Semen Padang, Huda tak sadarkan diri karena terlibat benturan dan harus diganti pada menit ke-45.

Akibatnya dada Choirul Huda terkena kaki Ramon tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD dr Soegiri dengan ambulance. Namun, Huda tak lama berselang dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.15 WIB setelah mendapat perawatan selama 45 menit di ruangan IGD rumah sakit tersebut.

Berikut video insiden benturan keras tersebut.

Dalam video di atas terlihat setelah tabrakan, Huda terlihat mengerang kesakitan sambil memegangi mulutnya dengan tangan kiri yang masih berbalut sarung tangan. Tim medis yang bertugas terlihat memasuki lapangan dengan membawa tandu. Kondisi panik jelas terlihat dalam proses tersebut. Tanpa perlengkapan medis, Huda langsung di angkat ke tandu.

Mobil ambulans lantas mendekati pinggir lapangan. Huda ditandu hendak dibawa ke ambulans. Akan tetapi, tim medis kemudian berhenti untuk memberikannya bantuan pernapasan dengan tabung oksigen.

Pada titik ini, dari potongan video–lagi-lagi terlihat kepanikan. Petugas cukup kesulitan membuka katup tabung tersebut. Bahkan, pemain Semen Padang, Riko Sumanjuntak, ikut-ikutan membantu. Sejumlah pemain “Kabau Sirah” juga terlihat mengelilingi Huda yang tergeletak di atas tandu.

Setelah diberikan bantuan pernapasan, Huda lantas dipindahkan ke atas ranjang sebelum dimasukkan ke dalam mobil ambulans. Di rumah sakit, Huda sempat mendapatkan perawatan, seperti terlihat pada video di bawah ini.

Yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah segala penanganan cedera yang terhadap Huda di lapangan telah seusai dengan SOP (Standard Operational Procedure)?

Menurut pihak RSUD dr Soegiri, Lamongan, yakni dr Zaki Mubarok, Huda meninggal akibat mengalami benturan.

“Choirul Huda disinyalir meninggal karena benturan di kepala dan leher,” kata dr Zaki, Minggu (15/10/2017).

“Saat dibawa ke RSUD dr Soegir Lamongan, dia masih bernapas,” ucapnya.

Dilansir Kompas.com, dr Zaki mengatakan Choirul Huda mengalami hypoxia, keadaan saat jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen dengan penyebab banyak hal. Menurut Zaki, saat Huda dibawa ke RSUD dr Soegiri dari Stadion Surajaya, dia masih bisa bernapas.

Huda tercatat hanya bermain untuk satu klub, Persela, selama karier dan hidupnya. Semenjak mengawali karier pada 1999 hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir saat menginjak usia 38 tahun. Huda meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

Jenazah kiper Persela Lamongan Choirul Huda rencananya akan dikebumikan Minggu (15/10) malam di pemakaman umum yang tak jauh dari kediamannya. Saat ini jenazah tengah disemayamkan di rumah duka Jalan Ronggohadi, Kota Lamongan.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: