Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Viral Video Bupati Lebak Ngamuk karena Ada Bangunan Liar

Bupati Lebak Iti Octavia mengamuk

Bupati Lebak Iti Octavia mengamuk. (Youtube)

Anekainfounik.net. Belakangan ini, viral video yang memperlihatkan Bupati Lebak Iti Octavia mengamuk karena ada bangunan liar di atas taman. Ia marah menggunakan bahasa Sunda dan berteriak-teriak.

“Nganggap remeh dia ka aing, sagala solokan ku dia dicor sagala macem, ku dararia. Naon eta arana? Pak camat kumaha sih teu kakontrol, jaro kumaha sih? (Menganggap remeh kalian ke saya. Solokan dicor oleh kalian. Apa itu? Pak Camat gimana sih nggak ke kontrol, kepala desa?,” kata Iti dalam video yang tersebar di media sosial, Lebak, Senin (16/10/2017), seperti dilaporkan Detikcom.

Dalam video tersebut juga Bupati Iti sempat mengeluarkan beberapa kali umpatan. Dia ngamuk. Ia meminta kepada Satpol PP agar menertibkan bangunan liar.

“Aing ku maneh disapatkeun, nu aya beuheung dia disapatken ku aing dararia,” katanya Iti yang diikuti dengan kata-kata umpatan.

Menurut Kabag Humas Kabupatan Lebak, Eka Prasetiawan, video yang saat ini viral tersebut dikarenakan bupati marah kepada salah satu pemilik bangunan yang menyerobot lahan taman. Kebetulan, taman tersebut ada di trotoar jalan menuju ke kawasan wisata masyarakat adat Baduy. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis pekan lalu di samping Terminal Ciboleger.

“Awalnya nggak ada taman, sama APBD dibangun taman di kiri kanan. Beres, tapi hancur lagi,” kata Eka saat bercerita.

Menurutnya, yang merusak taman untuk dijadikan bangunan adalah warga sekitar. Ada taman bahkan yang dirusak untuk dibangun sebuah ruko. Di waktu bersamaan, recananya Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) datang ke Lebak.

“Marah ke yang bangun rumah, terus ke kepala desa diminta untuk monitor kenapa sampai kebobolan, camat juga sama ditegur juga,” katanya.

Eka menjelaskan, bupati Lebak memang lebih sering menggunakan bahasa Sunda khususnya khas Rangkasbitung. Apalagi untuk daerah di bagian selatan, penggunaan bahasa Indonesia sering tidak sampai dimengerti.

“Kalau marahnya pakai Bahasa Indonesia nggak sampai, emang nggak ngerti masyarakatnya,” ujarnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: